Jangan Paksa Anak Mencium Dan Memeluk Orang Lain

Jangan Paksa Anak Mencium Dan Memeluk Orang Lain

Dalam budaya kita, mencium atau memeluk anak kecil yg merupakan anak dari teman atau kerabat memang adalah hal yg lumrah. Semua orang dewasa selalu ingin menunjukkan perhatiannya dan juga kasih sayang pada para anak- anak kecil dengan pelukan dan ciuman.

Biasanya hal ini dianggap wajar. Malah, anak akan disebut tak sopan saat ia terlihat enggan membalas pelukan atau ciuman orang lain. Apa yg harus orang tua lakukan bila hal ini terjadi? Kebanyakan orang tua akan berusaha agar anaknya terlihat sopan dan memaksanya bersikap ramah pada keadaan ini. Padahal hal tersebut adalah tindakan yg salah dan bahkan bisa memberikan pengaruh buruk pada anak.

Seorang penulis baru- baru ini menulis sebuah buku berjudul Do Not Own MY Child’s Body. Penulis bernama Katia Hetter tersebut menegaskan bahwa saat orang tua memaksa anak untuk menyebtuh ornag- orang saat mereka tidak menginginkannya, maka orang tua pun membentuk anak jadi rentan terhadap pelaku seksual. Memang, kebanyakan pelaku pelecehan seksual pada anak adalah orang- orang yg dikenal dan dianggap dekat dengan anak.

Banyak orang yg menilai anggapan ini berlebihan. Apalagi saat nenek atau kakek mereka dihubungkan dengan pelecehan seksual. Namun hal tersebut sebenarnya sangat bisa diterima oleh logika.  Padahal faktanya, saat kita memaksa anak untuk mencium anggota keluarga lainnya, orang tua sudah melanggar zona nyaman anak.

Katia Hetter juga menulis dalam bukunya bahwa sebaiknya orang tua mengajari anak untuk menghormati tubuhnya sendiri dan tak memaksanya untuk menerima perlakuan orang yg membuatnya merasa tak nyaman tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa orang tua harus mengajarkan pada anak untuk mendengarkan perasaannya sendiri. Anak seharusnya bisa mengatakan pada orang tua mereka kapan mereka merasa tak nyaman dengan seseorang. Pelukan dan ciuman tesebut adalah miliknya, dan tidak diwajibkan baginya untuk memberikannya pada siapa pun bila ia tak menginginkannya.

Tak Mau Menerima Pelukan Dan Ciuman Bukan Berarti Tak Sopan

Dengan memaksa ana untuk memeluk dan mencium saat mereka tak menginginkannya, maka dapat juga mempengaruhi hubungan seksual mereka saat dewasa. Secara tidak langsung anak mendapatkan kesan bahwa mereka harus menggunakan tubuh mereka untuk menyenangkan anggota keluar lainnya dan juga orang lain yg tak dikenalnya.

Kadang, anak- anak terutama balita memang bersikap membangkang dan tak menyenangkan. Akan tetapi saat mereka menolak untuk mencium atau berpelukan dengan orang asing, Anda tak perlu menghakiminya telah berperilaku buruk.

Kattia Hetter juga menegaskan bahwa anak- anak seharusnya bisa bersikap sopan dan hormat sambil tetap mempertahankan batasan pribadi mereka sendiri. Orang tua memiliki peran besar dalam hal ini. Orang tua harus bisa membantu agar keluarga atau kerabat tak salah memahami sikap anak tersebut.

Orang tau harus menjelaskannya pada para kerabat agar mereka bisa menghormati keputusan sang anak. Dengan begitu anak tidak akan dihakimi atau dicap tidak sopan atau tidak ramah bila ia menolak pelukan atau ciuman.

Sebaiknya ajari anak untuk menyapa dengan benar namun tak terlalu intim. Dengan begitu anak akan merasa tetap nyaman dalam tahap awal perkenalannya dengan orang baru, atau orang yg tak dikenalnya terlalu dekat.

Ketimbang memeluk atau mencium anak, Anda bisa mengajari anak untuk berjabat tangan atau melakukan hi 5 dengan orang- orang tesebut. Selain anak akan tetap terlihat sopan, alternatif ini juga dapat memperkuat hubungan keluarga dengan anak- anak.