Hipertensi Ternyata Bisa Menyerang Anak-Anak

hipertensi, penyebab hipertensi, penyebab hipertensi pada anak, gejala hipertensi pada anak

Hipertensi adalah salah satu penyakit yg menakutkan yg biasanya identik dengan orang dewasa hingga berusia lanjut. Namun baru- baru ini ditemukan fakta bahwa ternyata anak- anak juga bisa menderita hipertensi. Sebuah jurnal yg diterbitkan beberapa waktu lalu memperkirakan bahwa setidaknya 3,5 persen anak- anak  dan remaja sekarang memiliki hipertensi, jumlah ini meningkat dari perkiraan sebelumnya.

Bahkan jurnal ini menyebutkan bahwa belakangan hipertensi sudah menempati urutan teratas dari lima penyakit kronis bagi remaja dan anak- anak. Penemuan ini mendorong para dokter dan juga orang tua untuk lebih waspapda terhadap tanda- tanda atau gejala hipertensi pada anak dan remaja. Faktanya sekitar 75 pesen dari dokter dan orang tua justru sering melewatkan tanda- tanda tersebut.

Salah seorang ahli yg meneliti masalah ini menyebutkan bawha mereka sudah melihat peningkatan tekanan darah pada anak- anak selama satu dekade terakhir. Menurutnya hal ini memiliki kaitan erat dengan epidemi obesitas pada anak- anak yg disebabkan oleh penerapan gaya hidup sehari- hari.

Karena itu sebaiknya orang tua mulai memahami dan mengetahui lebih detil mengenai gejala hipertensi terlihat ada anak. Di bawah ini ada sebuah contoh kasus hipertensi yg menimpa anak- anak dan remaja. Dengan mempelajari kasus ini, mudah- mudahan Anda bisa sedikit lebih memahami mengenai gejala hipertensi pada anak dan remaja.

Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun merasa sangat tak enak badan. Ia mengeluh merasa pusing, jantungnya berdetak kencan dan tubuhnya terasa lemas. Remaja ini pun menjelaskan ia tak tau bagaimana menjelaskan apa yg dirasakannya pada orang tuanya. Ia hanya bisa mendeskripsikan bahwa seolah ada sebuah mobil yg duduk di dada dan punggungnya dan ia merasa sangat menderita.

Setelah orang tuanya membawanya melakukan tes di dokter, maka ditemukan bahwa sang remaja menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tentu hal ini cukup mengejutkan bagi mereka lantaran hipertensi adalah kondisi yg kerap dikaitkan dengan orang tua.

Fakta mengejutkan lainnya adalah bahwa remaja ini adalah seorang remaja yg sangat sehat sebelum ia mengalami hipertensi. Ia juga cukup aktif dalam berolahraga. Namun keadaannya membuatnya tak lagi bisa menikmati momen- momen indah di sekolah bersama teman- teman baiknya.

Tak bisa dipungkiri bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah silent killer yg sudah memakan banyak korban dari waktu ke waktu. Namun untuk memastikan kondisi seseorang apakah ia terkena hipertensi atau tidak, maka sebaiknya jangan hanya menebak- nebak gejala. Segera periksakan tekanan darah Anda saat mengalami keluhan.

Tekanan darah tinggi yg tak terkontrol bisa menyebabkan masalah serius di kemudian hari termasuk peningkatan resiko masalah jantung. Karena itu sangat penting bagi para orang tua dan dokter untuk memperhatikan gejala bahkan untuk anak yg berusia sangat muda.

Diketahui juga bahwa anak- anak yg mengalami berat badan berlebih hingga obesitas memiliki kemungkinan cukup tinggi untuk menderita hipertensi. Namun demikian, bukan berarti anak- anak dengan berat badan normal tak mungkin mengalaminya. Karena itu gaya hidup tetap harus dijaga.

Pada remaja dalam contoh kasus di atas, disebutkan bahwa ia memiliki berat badan 90 kg. Dengan angka tersebut, sudah pasti ia mengalami kelebihan berat badan. Namun setelah ia berhasil menyingkirkan 30 kilogram berat badannya dengan menjaga pola maka, kondisinya makin membaik. Bahkan ia mengaku gejala yg selama ini ia alami menghilang begitu saja.