Geng Motor Jagakarsa Dibekuk Polres Jaktim

Geng Motor Jagakarsa akhir-akhir ini semakin banyak di kawasan Jakarta Timur. Mereka biasanya berjalan bergerombolan dengan membawa senjata tajam yang beraneka ragam dan menyeretnya di aspal sambil berjalan. Bukan hanya itu, mereka akan menyerang pengendara sepeda motor lainnya yang dianggap pas sebagai korban mereka.

Polres Jakarta Selatan akhirnya menangkap seorang pengendara geng motor di kawasan Jagakarsa. Pria dengan nama PH tersebut tertangkap tangan membawa senjata tajam. Mereka melintar bersama 10 motor dan berboncengan melewati Jagakarsa menuju Kelapa Hijau. Golok dan samurai terselip di bagian punggung dan beberapa membawa bambu.

Petugas yang melihat langsung membuntuti pelaku dan mencegat geng motor tersebut. Pelaku dengan senjata samurai langsung diamankan petugas lebih dahulu.

Kasat Reskrim AKBP Budi Hermanto mengaku geram dengan geng motor jagakarsa yang akhir-akhir ini membuat khawatir masyarakat. Beberapa masyarakat telah memasukkan laporannya untuk menindak pelaku onar perusak ketenangan masyarakat setempat.

Modusnya sama, mereka ngumpul beramai-ramai lalu membawa sajam diseret di aspal. Kalo ada pengendara lain langsung dibabat. Aksi ini membuat ketakutan di masyarakat. Kita tindak biar tidak ada pelaku lainnya yang berani berbuat hal yang sama.

Tersangka bisa kita kenakan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana hukuman penjara hingga 10 tahun.

Anggota Geng Motor Jagakarsa Ditangkap

Polres Jaktim Tangkap 6 Geng Motor Minggu Ini

Geng motor jagakarsa bukan merupakan satu-satunya kelompok yang meresahkan Jakarta saat ini. Di wilayah Jakarta Timur sendiri dalam sepekan telah menangkap 6 kelompok anggota geng motor. Ada yang ditangkap di Cakung, Jatinegara dan wilayah Duren Sawit.

Kapolres Jakarta Timur Andry Wibowo sendiri mengatakan geng motor memiliki nama yang berbeda-beda, ada yang bernama Jepang (Jembatan Mampang), Kampung Baru All Stars, AFZ, Anak Merdeka Kalisari (Amerika) dan Jati Waringin All Stars. Usianya juga masih tergolong muda, masih belasan tahun.

Korban Geng Motor

Geng motor Jakarta Timur kebanyakan beraksi pada malam hari dan menjelang subuh. Penggunaan senjata tajam dan air keras yang disiramkan ke korbannya bisa membuat kondisi korban kritis dan bahkan meninggal dunia.

Geng motor juga sering sekali melakukan tindakan kriminal pembegalan, perampokan dan pencurian dengan kekerasan. Mereka tidak segan-segan melukai sang korban dan bahkan merekam kejadian tersebut untuk dipamerkan di sosial media.

Author: Fen

Indeprndent Blogger