Fakta Penting Tentang Keringat

Fakta Penting Tentang Keringat

Beberapa orang merasa sangat kesal dengan keberadaan keringat. Keringat kerap membuat baju menjadi lembab dan berujung membuat kulit jamuran. Apalagi dalam cuaca yg cenderung panas. Belum lagi bau tak sedap yg muncul saat kita berkeringat setelah menjalani aktivitas yg cukup padat atau setelah berolahraga.

Namun taukah Anda bahwa saat Anda masih berkeringat maka tandanya tubuh masih normal dan bekerja dengan baik. Pada saat cuaca terlalu panas, pusat suhu tubuh di otak, terutama di hipotalamus, mengirimkan sinyal ke dalam kelenjar untuk menghasilkan keringat.

Penguapan cairan asin di kulit ini membuat suhu tubuh perlahan turun. Intinya, keringat berfungsi sebagai unit pendingin tubuh dan membuat kita tak kepanasan. Berikut ada beberapa fakta menarik mengenai keringat yg layak untuk diketahui.

Kebanyakan Keringat Tidak Berbau

Banyak orang yg membenci keberadaan keringat karena dianggap bau. Namun faktanya sebagian besar keringat sama sekali tidak berbau. Keringa yg diproduksi oleh kelenjar sebagian besar terdiri dari air dan elektrolit, yg memang tidak berbau sama sekali.

Namun beberapa jenis kain sintetis diketahui bisa mengikat panas tubuh dan menganggu penguapan keringatdan menghasilan bau. Sementara itu keringat yg berbau berasal dari kelenjar keringat apokrin, yg hanya diaktifkan saat kita tengah merasa stres, cemas, takut atau tengah terangsang. Jenis keringat ni biasanya memang kental dan berminyak dan mjuga mengikat bakteri pada kulit sehingga menimbulkan bau yg tak sedap.

Jumlah Keringat Bervariasi, dan Dipengaruhi Berbagai Faktor

Bagian belakang punggung kita atau punggung diketahui menghasilkan keringat secara otomatis agar suhu tubuh tidak terlalu panas. Namun jumlah keringat setiap orang berbeda tergantung pada berbagai macam faktor yg mepengaruhinya.

Jumlah keringat eccrine atau yg lebih banyak berisi air dan garam, yg dihasilkan biasanya tergantung pada banyak faktor, termasuk cuaca dan jumlah kelenjar keringat yg dimiliki oleh seseorang. Saat seseorang terbiasa tinggal di iklim yg cenderung panas maka tubuhnya akan menyesuaikan dengan berkeringat secara lebih efisien.

Akan tetapi saat tubuh terbiasa tinggal di iklim yg sejuk maka bisa jadi Anda akan menghaislkan lebih banyak keringat saat berada di udara panas. Intinya tubuh kita memiliki pengaturan yg sangat mengagumkan, termasuk mengenai keringat ini.

Bebas Dari Keringat Bisa Beresiko

Beberapa orang memang dengan sengaja mendapatkan suntikan botox atau perawatan khusus untuk mengurangi jumlah keringat yg dihasilkan oleh tubuh. Akan tetapi ternyata berbagai terapi yg bertujuan untuk mengendalikan keringat harus diwaspadai lantaran bisa membahayakan kesehatan.

Walau kebanyakan jenis perawatan ini disetujui oleh FDA, akan tetapi tetap bisa menyebabkan efek samping berupa rasa terbakar, gatal, bengkak dan juga memar yg bisa berlangsung selama berminggu- minggu.

Bukan ide yg bagus untuk menentang kehendak alam atau segala sesuatu yg memang sudah seharusnya terjadi, walau Anda beralasan untuk melakukannya demi kesehatan. Hal ini boleh dilakukan bila manfaatnya lebih besar ketimbang resiko yg ditimbulkan.

 

Akan tetapi bila tidak siap untuk berkeringat, berikut ada beberapa tips untuk menjaga tubuh tetap kering.

  1. Gunakan pakaian berbahan katun. Saat kita menggunakan pakaan dengan bahan sintentis maka keringat akan terhalang. Sementara itu katun menyerap keringat dan juga cenderung cepat kering. Karena itu katun adalah lapisan pakaian yg sangat ideal.
  2. Berusahalah untuk tetap santai. Bila Anda merasa lebih khawatir pada bau badan ketimbang keringatnya,maka sebaiknya lakukan sesuatu yg bisa membantu Anda rileks. Stress diketahui bisa memberitahu kelenjar apokrin untuk mengeluarkan air dan lipid, yg merupakan penyebab dari bau.
  3. Sebaknya hindari kelebihan kafein. Sebagai informasi, kafein adalah stimulan, karena itu saat Anda terlalu banyak maka bisa menyebabkan kelenjar apokrin jadi di luar kendali.