Seks Bisa Meningkatkan Kemampuan Otak

Frekuensi berhubungan seks yg ideal bagi tiap pasangan tentu berbeda. Akan tetapi para peneliti dan ahli menyebutkan bahwa sebaiknya pasangan menikah melakukan hubungan seks setidaknya dua kali dalam seminggu.

Bahkan baru-baru ini sebuah penelitian yg dilakukan oleh Universitas Oxford menyatakan bahwa tingginya frekuensi seks bisa membantu meningkatkan kemampuan otak Anda. Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa orang- orang yg sering dan melakukan hubungan seks dengan pasangan mereka secara teratur, memiliki nilai skor yg lebih tinggi dalam serangkaian tes mental. Selain itu kefasihan verbal mereka juga lebih baik. Tak hanya itu, bahkan kemampuan mereka dalam melihat objek secara visual juga meningkat.

Seks Bisa Meningkatkan Kemampuan Otak

Penelitian yg diadakan tahun lalu tersebut, menunjukkan fakta bahwa orang dewasa yg lebih aktif dalam berhubungan seksual pada umumnya akan mendapatkan skor lebih tinggi dalam tes kognitif.

Di tempat berbeda, sebuah studi yg dirilis oleh Oregon State University juga menemukan bahwa para karyawan yg melakukan hubungan seks lebih banyak juga memiliki semangat kerja yg lebih tinggi. Mereka juga dinilai memiliki kepuasan kerja lebih besar ketimbang mereka yg jarang atau tidak rutin melakukan hubungan seks.

Hasil studi ini membuktikan bahwa sensasi kepuasaan atau yg biasa disebut afterglow seksual yg dihasilkan oleh hormon seks, dopamin dan oksitoksin, bertahan hingga 24 jam. Sensasi kepuasaan seksual ini berperang dalam mempengaruhi persepsi dan kinerja para karyawan yg menjadi responden dalam penelitian tersebut.  Uniknya, studi ini melibatkan 73 orang karyawan yg berusia 50 tahun hingga 83 tahun. Usia ini dikategorikan usia lanjut, baik pria atau pun wanita.

Penelitian Membuktikan Seks Bermanfaat Bagi Otak

Studi ini mencoba mencari tau seberapa sering para responden tersebut melakukan hubungan seksual selama 12 bulan terakhir dan nanti dikategorikan pada rentang waktu dari yang tidak sama sekali hingga satu kali dalam seminggu. Para peneliti juga mencatat rincian kesehatan dan gaya hidup keseharian mereka.

Responden terbagi atas 28 orang pria dan 45 wanita. Dalam peneltian ini mereka diberikan tes yg biasa digunakan untuk mengukur pola fungsi otak pada orang-orang berusia lanjut. Dengan tes tersebut, mereka akan dinilai mengenai perhatian, ingatan, kefasihan berbicara, bahasa dan juga kemampuan ruang.

Dari test tersebut didapatkan hasil bahwa para responden dengan tingkat aktivitas seksual paling tinggi atau lbeih dari satu kali dalam satu minggu, mendapatkan nilai terbaik. Dari serangkaian tes tersebut disebutkan bahwa perbedaan paling menonjol dari hasil tes tersebut adalah kemampuan verbal mereka.

Akan tetapi ternyata frekuensi berhubungan seks tidak meningkatkan rasa perhatian mereka. Tinggi atau tidaknya frekuensi seks mereka tidak memiliki pengaruh pada memori dan kosa kata. Akan tetapi menghasilkan kemampuan visual yg lebih tinggi.

Peneltian ini membuktikan bahwa berhubungan seks sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sudah cukup banyak penelitian yg dilakukan terkait hal ini. Bukan hanya meningkatkan kemampuan otak, berhubungan seks secara rutin juga diyakini bisa meningkatkan kesehatan jantung dan bahkan memperpanjang umur seseorang dan membuat kita tampak lebih awet muda.

Tak hanya itu, berhubungan seks secara rutin dengan pasangan juga dipercaya bisa membuat lebih gembira dan rileks. Bahkan bisa membantu Anda mendapatkan tubuh ideal. Soalnya, berhubungan seks membantu Anda membakar kalori, sama halnya seperti saat sedang berolahraga.

 

Memilih Saat Paling Tepat Untuk Bercinta

Bercinta lebih sering membuat umur lebih panjang. Banyak kalangan perpendapat demikian. Bahkan para ahli menyarankan agar pasangan melakukan hubungan seksual setidaknya dua kali seminggu. Walau pada dasarnya frekuensi bercinta ideal tiap pasangan tidaklah sama.

Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini menyebutkan bahwa lebih sering berhubungan seks bisa meningkatkan kesehatan tubuh. Menurut mereka, seks bisa mencegah penyakit jantung.

Bercinta lebih sering membuat umur lebih panjang. Banyak kalangan perpendapat demikian. Bahkan para ahli menyarankan agar pasangan melakukan hubungan seksual setidaknya dua kali seminggu. Walau pada dasarnya frekuensi bercinta ideal tiap pasangan tidaklah sama. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini menyebutkan bahwa lebih sering berhubungan seks bisa meningkatkan kesehatan tubuh. Menurut mereka, seks bisa mencegah penyakit jantung. Dalam penelitian tersebut, para peneliti bertanya ppada 2.267 orang mengentai berapa sering mereka melakukan hubungan seks. Kemudian para peneliti ini mengambil sampel darah para responden untuk kemudian menjalankan serangkain tes. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa pasangan yg jarang melakukan seks, atau kurang dari satu kali sebulan, memiliki tingkat kimiawi yang lebih tinggi atau biasa disebut homosistein, dibandingkan dengan mereka yg melakukan hubungan seks dalam frekuensi lebih sering atau setidaknya dua kali dalam seminggu. Kadar asam amino homosistein yg tinggi dikaitkan dengan peningkatkan resiko penyakit jatung. Keungkinan karena asam amino tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Senyawa ini juga disebutkan dapat meningkatkan pembentukan plak lemak pada arteri jantung dan meningkatkan pembekuan darah. Dua hal ini terbukti dapat membuat seseorang beresiko terkena serangan jantung. Uniknya, hubungan antara frekuensi seks dan makin rendahnya resiko penyakit jantung ini hanya ditemukan pada para responden pria saja. Walau belum dibuktikan lebih lanjut secara ilmiah, para peneliti ini beranggapan bahwa kemungkinan hal tersebut terjadi lantara rangsangan seksual pada wanita tak bergantung pada aliran darah sehat, seperti pada kaum pria. Pada pria, aliran darah yg lancar akan membuat ereksi lebih keras dan bisa dipertahankan dalam waktu lebih lama. Akan tetapi, karena penelitian ini hanya bersifat observasional, maka belum bisa dipastikan secara pasti bahwa sering berhubungan seks bisa mempengaruhi penurunan kadar homosistein. Walau para ilmuwan ini belum bisa membuktikan sebab dan akibatnya, yg pasti tak ada sisi negatif bila kita mempersering frekuensi bercinta dengan pasangan. Sesuaikan Kondisi Hormon Dengan Pasangan Sudah diketahui oleh umum bahwa kondisi hormonal memiliki pengaruh yg besar pada kehidupan seksualitas seseorang. Pada saat-saat tertentu, di mana hormon tertentun meningkat, kita menjadi lebih bergairah. Namun ada kalanya juga keinginan tersebut menurun. Lantaran produksi hormon dalam tubuh yg naik dan turun sepanjang hari, maka menyesuaikan kondisi tersebut dengan pasangan bisa membuat kita lebih menikmati hubungan seksual ketimbang sebelumnya.  Nah, tentu yang jadi pertanyaannya adalah, kapan waktu paling baik untuk bercinta menurut kondisi hormonal. Seorang peneliti hormon menyebutkan bahwa pukul 3 sore adalah waktu yang tepat untuk bercinta dengan pasangan Anda. Kira-kira begini penjelasannya. Bagi kaum perempuan, pukul 3 sore adalah saat di mana hormon kortisol mereka mencapai puncaknya, sehingga mereka akan memiliki tenaga dan semangat. Pada saat bersamaan, pria memiliki hormon estrogen dalam kadar tinggi yang membuat mereka secara emosional lebih siap untuk bercinta. Selain itu waktu yang juga sama baiknya untuk bercinta adalah di pagi hari hingga menjelang siang hari, saat hormon testosteron pria yang mereka produksi saat tidur, mencapai puncak. Kaum pria umumnya akan lbeih bergairah pada waktu-waktu tersebut dan mereka pun lebih mampu merespon ajakan untuk bercinta. Namun tentu kita juga perlu memahami bahwa kondisi hormonal hanya salah satu dari begitu banyak faktor yg mempengaruhi kesiapan seseorang untuk bercinta. Berbagai kondisi dan situasi pun bisa mempengaruhi hal ini. Dengan kata lain, bila di luar waktu tersebut ada dorongan yg muncul, maka setiap waktu adalah waktu yg baik bagi Anda dan pasangan untuk bercinta. Tak ada salahnya menambah frekuensi bercinta bukan. Terutama bila bisa membuat Anda lebih sehat dan memperpanjang usia.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti bertanya ppada 2.267 orang mengentai berapa sering mereka melakukan hubungan seks. Kemudian para peneliti ini mengambil sampel darah para responden untuk kemudian menjalankan serangkain tes.

Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa pasangan yg jarang melakukan seks, atau kurang dari satu kali sebulan, memiliki tingkat kimiawi yang lebih tinggi atau biasa disebut homosistein, dibandingkan dengan mereka yg melakukan hubungan seks dalam frekuensi lebih sering atau setidaknya dua kali dalam seminggu.

Kadar asam amino homosistein yg tinggi dikaitkan dengan peningkatkan resiko penyakit jatung. Keungkinan karena asam amino tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Senyawa ini juga disebutkan dapat meningkatkan pembentukan plak lemak pada arteri jantung dan meningkatkan pembekuan darah. Dua hal ini terbukti dapat membuat seseorang beresiko terkena serangan jantung.

Uniknya, hubungan antara frekuensi seks dan makin rendahnya resiko penyakit jantung ini hanya ditemukan pada para responden pria saja. Walau belum dibuktikan lebih lanjut secara ilmiah, para peneliti ini beranggapan bahwa kemungkinan hal tersebut terjadi lantara rangsangan seksual pada wanita tak bergantung pada aliran darah sehat, seperti pada kaum pria. Pada pria, aliran darah yg lancar akan membuat ereksi lebih keras dan bisa dipertahankan dalam waktu lebih lama.

Akan tetapi, karena penelitian ini hanya bersifat observasional, maka belum bisa dipastikan secara pasti bahwa sering berhubungan seks bisa mempengaruhi penurunan kadar homosistein. Walau para ilmuwan ini belum bisa membuktikan sebab dan akibatnya, yg pasti tak ada sisi negatif bila kita mempersering frekuensi bercinta dengan pasangan.

Sesuaikan Kondisi Hormon Dengan Pasangan

Sudah diketahui oleh umum bahwa kondisi hormonal memiliki pengaruh yg besar pada kehidupan seksualitas seseorang. Pada saat-saat tertentu, di mana hormon tertentun meningkat, kita menjadi lebih bergairah. Namun ada kalanya juga keinginan tersebut menurun.

Lantaran produksi hormon dalam tubuh yg naik dan turun sepanjang hari, maka menyesuaikan kondisi tersebut dengan pasangan bisa membuat kita lebih menikmati hubungan seksual ketimbang sebelumnya.

Nah, tentu yang jadi pertanyaannya adalah, kapan waktu paling baik untuk bercinta menurut kondisi hormonal. Seorang peneliti hormon menyebutkan bahwa pukul 3 sore adalah waktu yang tepat untuk bercinta dengan pasangan Anda.

Kira-kira begini penjelasannya. Bagi kaum perempuan, pukul 3 sore adalah saat di mana hormon kortisol mereka mencapai puncaknya, sehingga mereka akan memiliki tenaga dan semangat. Pada saat bersamaan, pria memiliki hormon estrogen dalam kadar tinggi yang membuat mereka secara emosional lebih siap untuk bercinta.

Selain itu waktu yang juga sama baiknya untuk bercinta adalah di pagi hari hingga menjelang siang hari, saat hormon testosteron pria yang mereka produksi saat tidur, mencapai puncak. Kaum pria umumnya akan lebih bergairah pada waktu-waktu tersebut dan mereka pun lebih mampu merespon ajakan untuk bercinta.

Namun tentu kita juga perlu memahami bahwa kondisi hormonal hanya salah satu dari begitu banyak faktor yg mempengaruhi kesiapan seseorang untuk bercinta. Berbagai kondisi dan situasi pun bisa mempengaruhi hal ini.

Dengan kata lain, bila di luar waktu tersebut ada dorongan yg muncul, maka setiap waktu adalah waktu yg baik bagi Anda dan pasangan untuk bercinta. Tak ada salahnya menambah frekuensi bercinta bukan. Terutama bila bisa membuat Anda lebih sehat dan memperpanjang usia.

 

Khasiat Kacang Hijau Bagi Kecantikan

Khasiat Kacang hijau bagi kecantikan sudah tidak perlu diragukan lagi. Biji kecil berwarna hijau yang termasuk palawija dan memiliki nama latin Vigna Radiata ini memiliki harga murah dan mudah ditemukan dimana saja ternyata punya bejibun manfaat bagi kecantikan. Kacang hijau adalha jenis biji yang mudah tumbuh dimana saja sehingga masyarakat asia kuno sering menggunakanya sebagai kosmetik atau bahan kecantikan. Namun sayangnya, banyak orang belum mengetahui lebih dalam mengenai manfaat kacang hijau ini. Berikut ini adalah beberapa manfaat kacang hijau bagi kecantikan yang wajib untuk kamu ketahui.

Khasiat Kacang Hijau

Khasiat Kacang Hijau Menghaluskan Kulit Wajah

Masyarakat pada umumnya memasak kacang hijau untuk dijadikan beberapa jenis santapan yang lezat seperti bubur kacang hijau, sari kacang hijau, pia, dll. Uniknya, makanan lezat tersebut memiliki harga yang sangat murah. Karena itu bagi kamu yang memiliki masalah kulit wajah yang kasar dan kusam sangat disarankan untuk mengkonsumsi kacang hijau. Kacang hijau sangat kaya dengan vitamin E yang mampu mengangkat sel kulit mati sehingga bisa menjadikan kulit wajah lebih halus dan bersinar. Jadi, tidak perlu menggunakan produk-produk mahal, deh!

Khasiat Kacang Hijau Mengatasi Komedo dan Jerawat

Bagi anda yang memiliki masalah jerawat dan komedo yang tak kunjung sembuh, coba konsumsi kacang hijau secara rutin. Selain kaya dengan vitamin E, Kacang hijau juga menjadi sumber vitamin C yang baik. Vitamin C pada kacang hijau dapat meregenerasi sel-sel kulit sehingga komedo dan jerawat dapat pergi. Kamu juga bisa menjadikan kacang hijau sebagai masker wajah.

Khasiat Kacang Hijau Mengatasi Minyak Berlebih Wajah

Kacang hijau dapat mengontrol produksi minyak berlebih pada wajah. Pasalnya, kacang hijau mengandung banyak antioksidan yang membantu mengontrol kelenjar minyak dan melindungi dari radikal bebas. Sehingga dengan konsumsi atau penggunaan kacang hijau secara rutin dapat membantu mengatasi minyak berlebih pada wajah.

Khasiat Kacang Hijau Menyuburkan Rambut

Sebagai sumber makanan yang kaya dengan zink, kalsium, dan protein maka bagi kamu yang memiliki masalah pada rambut terutama pemilik rambut tipis tidak perlu khawatir lagi. Kacang hijau terbukti mampu membantu menyuburkan rambut sehingga rambut akan menjadi tidak mudah rontok, tebal, dan selalu berkilau.

Khasiat Kacang Hijau Menghilangkan Flek dan Noda Hitam Kulit

Selain melembutkan, kacang hijau juga mampu menghilangkan flek dan noda pada wajah. Kandungan tokoferol dan vitamin c nya yang banyak mampu mengangkat sel-sel kulit yang rusak dan menggantikanya dengan kulit baru dengan segera. Jadi, tidak usah khawatir lagi dengan noda hitam pada wajah!

Nah, itulah beberapa manfaat dari kacang hijau yang bisa kamu gunakan untuk mempercantik kulitmu. Gunakan secara rutin agar hasil yang diperoleh dapat maksimal. Semoga bermanfaat.

Kebiasaan Orang-Orang Sukses di Dunia Ini Cukup Unik dan Bisa Anda Tiru

Terkadang banyak orang yang penasaran apa saja kebiasaan orang-orang sukses di dunia yang dapat menunjang kesuksesannya. Seperti orang lain pada umumnya, orang-orang sukses memiliki kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan sehari harinya. Bahkan terkadang beberapa orang-orang sukses di dunia ini memiliki kebiasaan yang cukup unik. Anda juga bisa meniru kebiasaan-kebiasaan tersebut yang mungkin saja dapat membantu anda meraih kesuksesan. Nah, berikut ini beberapa kebiasaan unik yang dimiliki orang-orang sukses di dunia yang dapat anda terapkan dalam kehidupan sehari hari anda.

Kebiasaan Orang-Orang Sukses

Yoshiro Nakamatsu, Orang Sukses Asal Jepang dengan Kebiasaan Menenggelamkan Diri

Kebiasaan penemu asal Jepang ini memang cukup aneh dan unik, Yoshiro Nakamatsu emngatakan jika dirinya akan mudah mendapatkan ide-ide mengenai penelitian jka menenggelamkan diri di dalam air. Dengan memaksakan otaknya mengalami kekurangan oksigen, akan mudah menyebabkan dirinya menemukan berbagai ide kreatif. Bahkan Nakamatsu akan langsung muncul ke permukaan setelah mendapatkan ide tersebut dan mencatatnya.

Luciano Baietti, Orang Sukses yang Selalu Membaca Setiap Jam 3 Pagi

Ingin cepat sukses? Anda bisa mencoba untuk bangun lebih pagi daripada biasanya. Kebiasaan baik tersebut jika terus diterapkan akan membantu anda meraih impian yang anda inginkan. Hal ini lah yang dilakukan Luciano Baietti yang memiliki kebiasaan memulai membaca buku saat jam 3 pagi. Meskipun kebiasaan ini cukup aneh, namun hal ini lah yang membuatnya bisa meraih 15 gelar sarjana dari berbagai universitas di Italia. Saat ini pria yang berusia 70 tahun ini akan mendapat gelar sarjana ke-16. Bahkan hal ini sudah tercatat di Guinnes Book of Records di tahun 2002.

Arriana Huffington dan Bill Gates, Orang Sukses yang Terbiasa Menghindari Gadget Saat Akan Tidur

Arriana Huffington, pemilik dari The Huffington Post memiliki kebiasaan memanfaatkan waktu sebelum tidur untuk membaca buku. Arriana menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk membaca buku sebelum akan beranjak tidur. Hal ini pula lah yang dilakukan oleh Bill Gates, bos Microsoft yang menerapkan kebiasaan membaca buku mulai dari kecil. Sehingga membuat wawasan yang dimilikinya makin luas dan beragam.

Sering Bertemu Dengan Baru Menjadi Salah Satu Kebiasaan Orang Sukses, CEO Donde Mode

Dengan bertemu orang-orang baru akan membuat anda beradaptasi untuk bisa mengenal satu sama lainnya. Meskipun begitu, hal ini harus anda lewati agar bisa mendapatkan tambahan wawasan sebanyak mungkin. Selain itu relasi yang luas juga akan bermanfaat kedepannya. Hal ini lah yang selalu dilakukan oleh Liat Zakay, pendiri sekaligus CEO Donde Mode yang slelau mendatangi setiap undangan acara yang ada agar bisa mendapatkan banyak kenalan yang mana akan bermanfaat untuk relasi kedepannya.

Orang Sukses Juga Membutuhkan Olahraga Pagi

Olahraga di pagi hari tak hanya dapat membuat tubuh terasa segar dan bugar namun juga bisa membuat pikiran anda bisa terhindari dari gejala stress atau depresi yang berkepanjangan. Hal ini pula lah yang dilakukan oleh Barrack Obama, mantan Presiden Amerika Serikat. Menjadi presiden di sebuah negara maju yang besar membuat pikirannya terasa penuh dan terkadang membuat moodnya menjadi naik turun. Sehingga agar segala pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik, Obama selalu melakukan olahraga yang ringan setiap harinya.

Nah, itu tadi beberapa kebiasaan orang-orang sukses di dunia ini. anda juga bisa meniru kebiasaan baik tersebut, mungkin saja dengan melakukannya anda bisa meraih kesuksesan dengan mudah.