Cara Mengembalikan Gairah Cinta Yang Sudah Memudar

Cara Mengembalikan Gairah Cinta Yang Sudah Memudar

Cukup banyak pasangan yg mengeluhkan bahwa hubungan mereka menjadi hambar seiring dengan waktu. Bila hal tersebut. Hal ini sebenarnya cukup wajar terjadi. Kebanyakan pasangan yg sudah menjalin hubungan cukup lama bisa dengan mudah terjebak dalam rutinitas dan hubungan mereka pun tak lagi menggairahkan.

Mungkin Anda masih saling mencintai, akan tetapi kemesraan dan kesenangan yg dirasakan sudah tak menggebu- gebu lagi seperti saat masa pacaran. Nah ada beberapa hal yg bisa Anda lakukan utnuk mengembalikan kemesraan tersebut dan mengembalikan gairah bersama pasangan.

Ada banyak hal yg bisa Anda lakukan untuk mengembalikan kemesraan. Namun intinya adalah berusaha untuk keluar dari rutinitas harian Anda agar hubungan Anda kembali bergairah. Walau hal ini membutuhkan usaha, hal ini akan lebih mudah dan akan membuat kemesraan tahan lebih lama.

Jangan Berhenti Berkencan

Sebagian besar pasangan menganggap bahwa kencan harusnya hanya dilakukan pada saat awal hubungan, akan tetapi nyatanya hal tersebut juga perlu terus dilakukan. Sebuah kencan tak selalu berarti Anda harus keluar tiap hari. Kencan juga bisa dilakukan dengan mengubah atau menciptakan suasana di rumah agar bisa dinikmati berdua.

Anda bisa membuat makan malam romantis di rumah, atau memasak berdua dan mengubah meja makan Anda jadi lebih romantis dengan tambahan lilin. Dengan kata lain, untuk berkencan Anda tak perlu pergi ke tempat mahal. Anda juga bisa berkencan dengan hanya sekedar berjalan- jalan di taman atau pergi ke pantai dan bergandengan tangan dengan pasangan Anda.

Pelajarilah Keterampilan Baru

Dengan tak berhenti mengembangkan keterampilan di bidang baru. Anda bisa menunjukkan pada pasangan Anda bahwa masih ada hal- hal baru dalam diri Anda. Ada dua hal yg dibutuhkan dalam hubungan jangka panjang untuk bertahan dan berkembang, yaitu adalah chinta dan gairah.

Berikan Ruang Satu Sama Lain

Dengan ara ini Anda bisa memberikan kesempatan pada pasangan Anda untuk merindukan Anda. Dengan menghabiskan waktu secara terpisah, maka Anda bisa memikirkan seberapa besar Anda mencintai pasangan Anda. Begitu juga sebaliknya.

Saat Anda menghabiskan waktu terpisah dengan pasangan, seringkali Anda akan merasa rindu dan kehilangna, lalu Anda akan sadar betapa indahnya waktu yg Anda habiskan bersama. Dengan memberikan kesempatan pada pasangan untuk bersenang- senang, maka Anda memiliki banyak hal yg dibicarakan mengenai kebarsamaan.

Cobalah Hal Baru Di Ranjang

Ada banyak pria yg ingin menjadi yg terhebat di ranjang. Akan tetapi kebanyakan mereka juga tak merasa percaya diri untuk mengungkapkan gairah mereka. Sebaiknya cobalah beberapa hal baru dalam seks. Tentu terlebih dahulu Anda harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan pasangan apakah ia setuju atau tidak dengan ide Anda tersebut. Perlu Anda ingat bahwa seks adalah sesuatu yg indah selama dilakukan suka sama suka dan tanpa paksaan.

Letakkan Ponsel Anda

Saat Anda tengah berada dengna pasangan Anda, maka sebaiknya letakkan handphone Anda. Bila Anda ingin pasangan Anda benar- benar merasa memiliki Anda, maka jangan terus- terusan melihat handphone saat berada di hadapannya. Fokuslah satu sama lain dan hal ini akan membantu mempertahankan semangan dalam hubungan Anda.

Penghasilan Istri Dan Hubungannya Dengan Kesehatan Suami

Penghasilan Istri Dan Hubungannya Dengan Kesehatan Suami

Percaya atau tidak, ternyata terdapat hubungan antara besarnya jumlah rekening tabungan istri dengan status kesehatan yg buruk pada pria. Berdasarkan sebuah studi terbaru ditemukan fakta bahwa pria yg menghasilkan uang lebih sedikit daripada istrinya kemungkinan besar memiliki masalah kesehatan.

Penelitian ini menjuelaskan bahwa bila pada suatu awal hubungan pernikahan, wanita adalah pencari nafkah utama, dan keadaan ini berlanjut, maka suami akan menghadapi resiko terkena penyakit jantung, maaf dan bahkan penyakit paru- paru kronis, dibandingkan dengan para pria yg memiliki penghasilan lebih tinggi ketimbang istri mereka.

Pada penelitian yg dilakukan pada tahun 1930 lalu, ditemukan bahwa pada pria yg mengalami transisi pada usia 50 tahunan hingga 60 tahunan juga memiliki sedikit peningkatan resiko tekanan darah tinggi dan cenderung mengalami penurunan dalam mood mereka.

Lantas sebenaranya apa hubungan antara kesehatan seorang pria dengan gaji istri mereka? Hal ini berkaitan erat dengan ego seorang pria. Saat seorang pria merasa bahwa mereka kehilangan perasaan dominasi atau pengaruh sosial sebagai pencari nafkah utama, maka sistem kekebalan dan pembuluh darah serta jantung mereka akan menurun.

Apalagi cukup sering kita temui, para pria yg merasa terancam ini mencari kompensasi dengan melakukan perilaku yg identik dengan kesan tangguh dan kasar, seperti merokok, terlalu banyak konsumsi alkohol dan memakan apa pun yg mereka inginkan. Mereka juga cenderung malas memeriksakan kesehatan pada dokter. Pada akhirnya kombinasi semua hal tersebut tentu bisa memberikan dampak sangat buruk bagi kesehatan. Namun perlu diingat penelitian ini dilakukan pada tahun 1930 di mana norma gender sangat berbeda dengan saat ini.

Pergeseran Norma Gender Membuat Pengaruh Gaji Istri Pada Suami Berubah

Namun merujuk pada statistik terbaru, sekitar 37 persen istri mendapatkan penghasilan yg lebih besar dari pada suami mereka. Studi yg dilakukan pada tahun 2014 menyebutkan bahwa pria yg menghasilkan lebih banyak uang dari pada istri mereka sebenarnya mengalami kesehatan fisik dan mental yg buruk.

Pada zaman sekarang, tampaknya beberapa pria mungkin merasa lebih lega dan rileks saat istri mereka mulai mengambil lebih banyak tanggung jawab finansial. Hal ini pun bisa mengraungi stress yg memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Tak bisa dipungkiri bahwa uang adalah salah satu penyebab ketegangan dalam hubungan pernikahan. Karena itu pria di era modern merasa bahwa pasangan yg dapat membantu keuangan keluarga bisa sedikit banyaknya mengurangi beban.

Akan tetapi hal tersebut juga tergantung pada perasaan seorang pria terhadap karir yg ia jalani. Bila sang suami termasuk pada pekerja yg merasa tak bahagia dengan pekerjaannya, maka memilih pasangan dengan penghasilan lebih besar mungkin akan sedikit melegakan perasaan. Paling tidak dalam keadaan ini Anda tak merasa dituntut untuk bekerja lebih panjang dan itu berarti lebih menderita menghadapi pekerjaan yg membuat Anda merasa stress. Manfaat lain yg bisa didapatkan pria saat penghasilan istrinya baik adalah mengurangi resiko depresi saat kehilangna pekerjaan secara mendadak.

Kenapa Duda Lebih Menarik Di Mata Wanita?

Kenapa Duda Lebih Menarik Di Mata Wanita?

Pada dasarnya banyak wanita yg menyadari bahwa memiliki hubungan dengan duda akan lebih rumit ketimbang berhubungan dengan pria lajang. Namun entak kenapa duda memilik daya tarik tersendiri di mata wanita yg membuat duda kian populer.

Lantas kenapa wanita tertarik pada duda? Salah satu alasannya adalah karena wanita menilai bahwa duda adalah sosok yg lebih matang dan siap untuk diajak menikah. Apalagi wanita pada dasarnya lebih cepat dewasa ketimbang pria, sehingga mereka akan mencari pria yg mereka anggap tak akan mengulangi kesalahannya dua kali. Selain itu, beberapa hal di bawah ini mungkin jadi daya tarik duda.

Memiliki Pengalaman Dalam Komitmen

Rata- rata perceraian terjadi setelah usia pernikahan melewati usia 8 tahun. Karena itu seorang pria yg pernah menjalani pernikahan selama delapan tahun menunjukkan paling tidak ia memiliki komitmen untuk bertahan. Bagi banyak wanita, hal ini bisa diartikan bahwa pria tersebut layak mendapatkan kesempatan kedua.

Duda Dinilai Lebih Pintar Berkomunikasi

Pria yg sudah pernah mengakhiri pernikahannya mungkin lebih baik dalam berkomunikasi. Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa sebagian besar pria atau wanita yg pernah bercerai dan menikah kembali, cenderung lebih mudah untuk mengungkapkan perasaan mereka, di samping memiliki empati yg lebih besar pada pasangan mereka.

Sudah Terbiasa Menghadapi Konflik

Dalam sebuah studi disebutkan bahwa pasangan yg pernah bercerai pada umumnya akan memiliki hubungan yg lebih kuat pada hubungan keduanya. Mereka menyadari bahwa konflik adalah hal yg normal dan punya pilihan bahwa stiap konflik bisa diselesaikan dengan berbagai cara tanpa menuruti emosi. Kecerdasan emosional seperti itulah yg diingkan oleh semua wanita.

Duda Lebih Merawat Tubuhnya

Setelah seorang pria menikah, biasanya berat badannya akan cenderung naik. Sementara setelah bercerai berat badan mereka akan turun. Pria yg bercerai juga diketahui memiliki motivasi lebih tinggi untuk tetap bugar dan menjaga penampilannya agar bisa menemukan pasangan baru.

Duda Mungkin Lebih Dewasa

Kedewasaan adalah salah satu faktor utama yg diingkan oleh wanita saat mereka mencari pasangan. Sejak tahun 2012, tingkat perceraian tertinggi berada di antara usia 25 hingga 29 tahun dan 30 hingga 34 tahun. Hal tesebut menunjukkan bahwa mereka telah melewati krisis paruh baya dan usia tersebut bisa dikatakan cukup matang bagi seorang laki- laki.

Beberapa studi juga mengatakan bahwa pria- pria yg berada pada usia tersebut memiliki lebih banyak sumber keuangan dan cenderung tak mengubah hidup mereka secara drastis sehingga kehidupan mereka pun terkesan lebih stabil.

Dinilai Mampu Merawat Anak-Anaknya

Seorang duda seringkali sudah memiliki anak dan hal ni bisa menunjukkan bahwa ia adalah pria yg subur. Semua orang, baik pria atau wanita biasanya mencari pasangan yg subur. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa wanita tertarik pada pria dengan testosteron tinggi dalma jangka pendek dan pria dengan kemampuan merawat anak untuk menjalni hubungan jangka panjang.

Tak Mempercayai Konsep The One

Para duda biasanya tak lagi percaya pada konsep pasangan jiwa atau the one. Fondasi untuk pernikahan yg kuat adalah mencari  pasangan yg tepat dan kit apun harus menjadi orang yg tepat. Terkadang dibutuhkan trial dan error untuk menemukannya. Akan tetapi kebanyakan pria yg pernah gagal dalam pernikahannya biasanya akan berhenti mencar The oNe dan lebih cenderung menginvestasikan waktu mereka untuk mencari wanita yg bisa membuatnya bahagia dan berbagi minat yg sama.

Kapan Wanita Rentan Berselingkuh?

Kapan Wanita Rentan Berselingkuh?

Penelitian menemukan fakta bahwa wanita dengan usia pernikahan 6 hingga 10 tahun lebih rentan terhadap perselingkuhan dibandingkan dengan mereka yg baru menikah atau sudah menjalani pernikahan dalam waktu yg sangat lama. Hal ini sangat berbeda pada pria yg biasanya rentan melakukan perselingkuhan seiring dengan makin bertambahnya usia pernikahan mereka.

Setelah melakukan survei pada 423 orang para peneliti menemukan fakta bahwa wanita yg usia pernikahannya baru enam hingga 10 tahun lebih besar kemungkinannya untuk melakukan perselingkuhan. Sementara pria akan makin nakal setelah usia pernikahan makin lama. Penelitian ini menemukan fakta bahwa pria yg usia pernikahannya 11 tahun atau lebih memiliki keinginan yg lebih besar untuk berpetualang mencari pasangan lain.

Lantas kenapa wanita lebih rentan melakukan perselingkuhan di usia pernikahan antara 6 hingga 10 tahun? Alasannya cukup sederhana. Karena pada masa itu, pernikahan masih terbilang muda, anak- anak pun masih terlalu kecil sehingga sebagian besar waktu dan perhatian tercurah pada anak dan keluarga.

Saat anak sudah lebih besar, secara evolusi manusia memiliki kecenderungan untuk mencari padangan. Hal tersebutlah yg menyebabkan usia pernikahan di atas 6 tahun menjadi masa- masa yg cenderung kritis bagi para wanita.

Sementara itu saat usia pernikahan sudah makin lama, selain faktor menopouse yg mempengaruhi keinginan untuk selingkuh, para wanita pun biasanya kebanyakan ingin lebih fokus untuk memperbaiki kualitas hidup mereka ketimbang mencari pasangan baru.

Beberapa waktu lalu seorang ahli menyebutkan bahwa salah satu alasan wanita untuk berselingkuh saat usia pernikahannya sudah cukup lama adalah karena selain faktor umur yg semakin tua, mereka juga biasanya sudah mulai merenungkan mengenai hal- hal yg telah atau belum pernah mereka capai dalam hidup mereka.

Sementara itu kecenderungan berselingkuh pada pria biasnya makin bertambah seiring dnegan bertambahnya usia pernikahan. Biasanya hal ini terkait dengan rasa bosan, kondisi fisik pasangan yg menurut mereka tak lagi menarik serta kepemilikan materi atau kekuasaan yg lebih besar sehingga mereka merasa sanggup untuk melakukan perselingkuhan.

Jadilah Teman Dan Pendengar Yang Baik Bagi Istri

Bagaimana caranya agar perselingkuhan ini tak terjadi di dalam kehidupan rumah tangga Anda? Apabila Anda adalah seorang pria maka sebaiknya jadilah orang yg selalu jadi bagian dari hidup istri Anda. Dengan begitu kemungkinan istri Anda untuk berselingkuh pun jadi makin kecil. Jadilah teman setiap yg selalu siap untuk mendengarkan ceritanya serta keluh kesahnya. Hal- hal seperti ini akan menunjukkan bahwa hal- hal terbaik dengna Anda akan terus selalu ada dalam kebersamaan Anda.

Bila Anda adalah seorang istri yg tak ingin suami Anda selingkuh, sebaiknya Anda pun harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan suami Anda. Selalulah berusaha untuk tampil menarik dan menyenangkan di hadapannya. Dari pada hanya selalu berkeluh kesah dan mengeluh, buatlah hubungan Anda menjadi menyenangkan, dengan begitu kemungkinan untuk berselingkuh pun akan berkurang.

Belakangan berita perselingkuhan memang sangat sering kita dengar terjadi di sekitar kita. Fenomena ini ternyata memiliki kaitan erat dengan keberadaan media sosial yg sudah tak bisa dipisahkan dari sebagian besar masyarakat kita.

Berkenalan dengan orang baru di media sosial atau pertemuan kembali dengan teman atau bahkan cinta lama lewat media sosial bisa membuat hubungna Anda dengan pasangan menjadi sedikit goyah. Bila dituruti bahkan hal ini bisa berujung pada perselingkuhan.

Karena itu sebaiknya waspadalah menggunakan media sosial. Walau pada dasarnya akun media sosial pasangan Anda adalah privasinya, sebaiknya Anda dan pasangan menyepakati untuk selalu terbuka dalam segala hal termasuk kegiatannya di media sosial.

Fakta Dibalik Propaganda Nikah Muda

Fakta Dibalik Propaganda Nikah Muda

Menikah pada dasarnya bukanlah suatu perkara mudah. Butuh persiapan, kematangan dan berbagai hal lainnya agar pernikahan bisa berjalan dengan baik dan langgeng. Namun belakangan di media sosial Tanah Air muncul ajakan untuk menikah muda. Ada banyak akun yg mengajak para anak- anak muda dan remaja untuk segera menikah. Bahasan ini pun cukup viral dan menarik perhatian banyak orang, baik yg pro atau pun yg kontra.

Mereka yg pro pada nikah muda menyebut bahwa bila seseorang nikah muda maka mereka tak perlu melewati masa pacaran dan menghindari perbuatan yg dilarang oleh norma- norma yg berlaku. Hal ini memang benar, akan tetapi apakah alasan nikah muda ini cukup sebanding dengan resiko yg terjadi karenanya?

Mendorong seseorang untuk menikah di bawah usia 18 tahun sama saja layaknya menyuruh anak- anak menikah. Hal ini tentu menjadi ironi tersendiri. Di satu sisi, pemerintah sedang sangat giat mengampanyekan kekerasan seksual pada anak. Namun dengan pernikahan dini, maka seolah hubungan seksual di usia dini diperbolehkan.

Namun bukan berarti pernikahan muda salah sepenuhnya. Pada dasarnya setiap orang tentu memiliki kematangan yg berbeda. Namun yg jadi masalah bila pernikahan ini direncanakan tidak secara matang dan tidka mempertimbangkan berbagai faktor mengenai pernikahan, termasuk bagaimana kualitas hidup pasangan yg menikah muda setelah mereka menikah.

Ajakan nikah muda ini yg tengah viral saat ini menggambarkan bahwa nikah muda adalah sesuatu yg mudah, manis dan indah. Padahal pernikahan bukan sekedar mengikat janji, tinggal serumah dan lainnya. Namun jauh lebih besar dari itu.

Saat seseorang memutuskan untuk menikah maka tentu ia harus mempertimbangkan berbagai macam masalah seperti kesehatan reproduksi, mengurus rumah tangga hingga mengasuh anak. Hal ini akan berlangsung selama pernikahan masih berlangsung. Namun para orang yg menggagas nikah muda ini tak memperhitungkan masalah tersebut.

Menikah Muda Tak Salah, Namun Ada Banyak Resiko Yang Menanti

Belum lagi resiko melahirkan di usia muda. Saat seorang wanita melahirkan di bawah usia 20 tahun, maka resiko kematian ibu bisa 5 hingga 7 kali lebih besar lantaran ketidaksiapan organ reproduksinya. Sementara itu dalam hal tanggung jawab terhadap anak pun, mereka biasanya belum siap secara pekerjaan dan penghasilan lantaran biasanya baru lulus sekolah. Hal ini bisa berbuntut panjang karena beresiko terjadinya kesulita ekonomi yg juga akan berdampak pada buruknya pengasuhan dan nutrisi anak.

Faktanya kebanyakan kampanye nikah muda memang lebih banyak menawarkan sisi romantis dalam pernikahan dan sisi- sisi indah saja tanpa mempertimbangkan realita pernikahan lainnya. Karena itu resiko perceraian pun meningkat.

Berdasarkan data dari Kementrian Agama RI pada tahun 2014 lalu, 70 persen perceraian diajukan oleh perempuan. Kondisi ini menunjukkan bahwa memang ada tekanan yg dialami olehn para perempuan dalam rumah tangga. Biasanya saat pernikahan dilakukan di usia muda mereka lebih tidak siap dalam menjadi ibu rumah tangga dan istri sehingga terjadi masalah.

Karena itu sebelum mengkampanyekan nikah muda di kalangan remaja dengan menggambarkan betapa indah dan romantisnya bisa hidup bersama dengan orang tercinta, sebaiknya berikan pula gambaran mengenai apa yg sebenarnya akan mereka hadapi dalam kehidupan pernikahan. Ada banyak faktor untuk menentukan apakah seseorang siap menikah atau tidak. Baik kematangan cara berpikirnya hingga kematangan secara finansial.

Pastikan Kematangan Anda Dan Pasangan Sebelum Nikah Muda

Pastikan Kematangan Anda Dan Pasangan Sebelum Nikah Muda

Pernikahan yg dilakukan oleh pasangan berusia di bawah 20 tahun bisa dianggap sebagai nikah muda. Dan belakangan pernikahan muda seolah sedang jadi tren di kalangan masyarakat Indonesia. Padahal para pakar tak  menganjurkan seseorang untuk menikah di usia yg terlalu muda.

Beberapa riset membuktikan bahwa saat seseorang menikah di bawah usia 20 tahun maka akan rentan terjadi konflik terkait kematangan emosional. Bahkan para pakar menemukan fakta bahwa pasangan yg menikah mud alebih rentan bercerai ketimbang mereka yg menikah di usia lebih matang.

Karena itu sebaiknya sebelum memutuskan untuk menikah, caritaulah kematangan pasangan Anda terlebih dahulu. Seseorang yg ingin menikah seharusnya secara psikologis harus sudah independen atau mandiri. Tingkat kemandirian pertama terkait dengan emosional.

Kemandirian tipe ini diperlukan agar pasangan tak lagi bergantung pada orang tua. Jadi pasangan harusnya sudah bisa memutuskan jalan hidup mereka sendiri tanpa ikut campur orang tua dan mandiri terhadap kehidupan mereka. Sementara itu tipe kemandirian kedua adalah kemandirian secara finansial. Hal ini sangat penting lantaran berkaitan dengan kesejahteraan dalam rumah tangga di masa depan.

Akan tetapi sepertinya nikah muda belakangan seolah tengah menjadi tren. Bahkan ajakan untuk nikah muda sangat tengah viral di media sosial. Ada banyak akun yg khusus dibuat dengan tujuan mengajak para anak muda untuk tidak ragu menikah di usia muda dan menyampaikan berbagai macam manfaat apa saja yg diperoleh bila mereka menikah muda.

Akan tetapi respon yg diberikan oleh masyarakat mengenai nikah muda cukup beragam. Ada yg menyetujui, ada yg tidak dan bahkan ada yg menentang tindakan nikah muda. Bahkan belakangan muncul tagar #stopnikahmuda yg dikampanyekan oleh duta Generasi Berencana atau GenRe 2016 dan juga mahasiswa Fakultas Kesehatan.

Memang nikah muda memiliki pro dan kontra. Ada banyak manfaat dan juga banyak resiko. Salah satu resiko nyata dari nikah muda adalah dari sisi kesehatan dan juga kematangan mental dan juga finansial. Biasanya orang yg menikah di usia muda akan mendapati berbagai macam tantangan terkait dengan pengelolaan keuangan.

Kematangan Finansial Berpengaruh Penting Pada Kelangsungan Rumah Tangga

Agar seseorang bisa dan sanggup mengelola keuangan maka sangat diperlukan kematangan dalam pola pikir. Seseorang yg telah dewasa dengan seseorang yg masih muda sudah pasti akan sangat berbeda dalam cara pengaturan keuangannya.

Hal ini bukan hanya terkait pada pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan pribadi namun juga berhubungan dengan kematangan cara berpikir seseorang. Apalagi biasanya di usia muda seseorang masih akan dipenuhi oleh gejolak juga tingkat konsumsi yg cenderung tinggi.

Namun banyak orang yg percaya bahwa saat sudah menikah rezeki akan datang dengan sendirinya. Hal ini memang benar adanya, akan tetapi logika ini tak bisa dijadikan acuan dan motif menikah muda. Justru sebaiknya pasangan yg sudah menikah seharusnya lebih realistis dalam merencakan pernikahan dan niat membina rumah tangga. Termasuk mengenai masalah pengelolaan keuangan.

Tak sedikit rumah tangga yg bermasalah lantaran pengelolaan keuangan yg salah. Karena itu sebaiknya sebelum memutuskan untuk nikah muda, pastikan dulu bahwa Anda dan pasangan telah memiliki pekerjaan yg menghasilkan. Selain itu juga sangat penting untuk mengetahui kemampuan calon pasangan dalam menghasilkan uang dan bagaimana cara ia memanfaatkannya.

Memiliki Suami Tak Ganteng Buat Wanita Lebih Bahagia

Memiliki Suami Tak Ganteng Buat Wanita Lebih Bahagia

Memiliki pasangan yg ganteng tentu adalah idaman hampir semua wanita. Tak hanya enak dipandang, memiliki pasangan berwajah tampan tentu juga bisa jadi kebanggaan sendiri bagi seorang wanita. Namun tau kah Anda bahwa ternyata perempuan akan lebih bahagia saat ia memiliki pasangan yg tak lebih menarik dari dirinya?

Baru- baru ini dilakukan sebuah penelitian yg melibatkan 113 orang pasangan yg baru saja menikah di usia 20 tahunan. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mencari tau, apakah penampilan menarik seseorang adalah salah satu faktor penentu kebahagiaan dalam hubungan rumah tangga.

Penelitian di bidang ini sendiri bukan merupakan hal baru. Soalnya pada tahun 2011 lalu sempat diadakan penelitian yg menyimpulkan bahwa pria berwajah biasa dengan istri cantik umumnya akan memiliki pernikahan yg lebih langgeng dan bahagia. Penemuan baru ini pun mendukung hal tersebut, di mana ditemukan fakta bahwa banyak perempuan yg ternyata memang lebih bahagia dengan pria yg tak terlalu tampan.

Dalam penelitian ini, para peneliti memberikan serangkaian pertanyaan pada para partisipan dengan maksud mencari tau sejauh mana keinginan mereka untuk menjadi seksi dan usaha apa saja yg mereka lakukan agar tampil menarik.

Pada akhir study ini ditemukan fakta bahwa para perempuan yg memiliki suami menarik dan tampan lebih sering merasa khawatir mengenai penampilan mereka hingga membuat mereka melakukan banyak usaha seperti diet dan menjaga penampilan. Pada umumnya mereka juga mengalami rasa takut bahwa suami mereka akan direbut orang lain atau melakukan perselingkuhan.

Di sisi lain, para wanita dengan suami berwajah standar justru tak terlalu memaksa diri mereka untuk tampil menarik. Mereka juga merasa tak harus bersaing dengan perempuan lain untuk tampil lebih cantik soalnya. Karena itu mereka bisa menikmati hidup tanpa kekhawatiran dan hal tersebut membuat mereka merasa lebih bahagia.

Suami Terlalu Ganteng Membuat Istri Alami Gangguan Pola Makan

Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa memiliki suami ganteng dan menarik mungkin bisa memberikan dampak buruk bagi para istri, terutama bila mereka tak semenarik pasangannya. Karena itu banyak wanita yg tak bahagia karena hal ini. Riset juga menunjukkan fakta bawha wanita yg memiliki suami ganteng berpotensi tinggi menderita gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia.

Biasanya para wanita dengan suami ganteng cenderung berani untuk menjalani diet ekstrem demi menurunkan berat badan mereka secara drastis. Biasanya hal tersebut terjadi lantaran mereka ingin memotivasi diri sendiri bahwa penampilan mereka bisa lebih baik atau setidaknya mengimbangi suami tampan mereka. Di sisi lain ternyata para suami dengan istri berpenampilan cantik dan menarik justru tak menunjukkan kebiasaan dan sindrom yg sama.

Riset ini bisa dijadikan salah satu sumber kunci untuk menemukan masalah pada wanita yg mengalami gangguan pola makan. Selain itu hasil penelitian ini juga berguna untuk menguatkan hubungan antara suami dan istri.

Nah tentu berita ini jadi kabar baik bagi para pria dengan wajah tak terlalu tampan. Walau Anda tak semenarik bintang film, bukan berarti Anda tak bisa mendapatkan istri seorang wanita cantik. Apalagi bila wajah tak tampan Anda ini bisa membuatnya jadi istri yg lebih bahagia.

Alasan Yang Membuat Suami Istri Jadi Jauh

Alasan Yang Membuat Suami Istri Jadi Jauh

Banyak pasangan suami istri yg mengeluhkan bahwa hubungan mereka menjadi makin jauh. Hal ini memang sering terjadi dan bahkan kadang tanpa disadari karena terjadi secara perlahan seiring dengan waktu. Bila hal ini terjadi, maka hubungan pernikahan jadi tak hangat lagi. Mungkin Anda dan pasangan masih saling mencintai, akan tetapi entah kenapa hubungan dengan pasangan tak lagi sama seperti dulu seperti saat Anda baru menikah.

Beberapa pasangan bahkan mengaku mereka tak punya keberanian lagi untuk mengucapkan rasa cinta seperti dulu. Bahkan merasa risih saat bermesraan dengan pasangan. Bila hal ini sudah terjadi, sebaiknya Anda sudah mulai waspada terhadap hubungan pernikahan Anda.

Ada banyak faktor yg diketahui bisa menyebabkan menjauhnya hubungan suami istri. Sebisa mungkin sebaiknya hindari hal ini. Karena saat Anda dan pasangan sudah terlanjur menjauh satu sama lain, maka akan sulit untuk mendapatkan keharmonisan seperti sedia kala.

Melupakan Untuk Bersenang-Senang

Faktanya, pasangan yg bisa menikmat hubungan masing- masing akan mudah lebih dekat satu sama lain. Habiskanlah waktu untuk tertawa dan bersendagurau dengan pasangan. Tertawa mungkin tak selalu bisa jadi obat terbaik, akan tetapi tertawa bisa membantu proses penyembuhan, begitu juga dengan hubungan dengan pasangan.

Rasa senang juga bisa didapatkan dari pertemanan. Karena itu walau sudah menikah, tetaplah “pacaran” dengan pasangan Anda. Mempertahankan rasa ini akan membuat Anda lebih mungkin untuk melepaskan kekhawatiran satu sama lain.

Sementara itu bila Anda ingin menciptakan koneksi dan jarak yg lebih dekat dalam perkawinan, sebaiknya berkencanlah dengan pasangan Anda sesering mungkin. Hal ini memang kadang sangat sering terlupakan, lantaran padatnya kesibukan, atau karena perhatian hanya terfokus pada anak. Akan tetapi pasangan harus menikmati waktu berdua. Walau hanya sekedar bercerita dengan santai dan menyenangkan.

Kesalahan yg terjadi pada fase ini adalah, pasangan justru lebih sering membicarakna masalah mereka pada saat kencan. Sehingga kencan tak lagi santai, padahal seharusnya saat kencan Anda harusnya bersenang- senang.

Tak Terkoneksi Satu Sama Lain

Pasangan sejati juga harus menjadi teman terbaik Anda. Karena itu kembangkanlah persahabatan dengan pasangan Anda, dengan tulus. Bagikan padanya rahasia yg Anda miliki, rasa takut yang Anda simpan, keinginan yg belum tercapai hingga impian masa depan, dan semua hal yg Anda rasakan. Fokuslah pada kemitraan dengan pasangan. Ingatlah bahwa tak ada yg lebih penting daripada berbagi bersama pasangan. Karena itu ciptakanlah koneksi dengan pasangan Anda agar hubungan tetap dekat satu sama lain.

Tidak Memahami Satu Sama Lain

Tentu akan jauh lebih mudah bila suami dan istri saling memahami dalam pekerjaan mereka. Bila hal ini terjadi maka kehidupan pun akan jauh lebih mudah. Untuk itu, perbaikilah dialog dengan pasangan Anda sehingga Anda bisa memahami satu sama lain.

Temukanlah waktu yg tepat untuk saling bicara, dan fokuslah pada apa yg Anda katakan pada pasangan dan sebaliknya dengarkan dia dengan sepenuh hati. Cobalah saling memahami satu sama lain.

Bila Anda bisa membentuk ikatan persahabatan dengan pasangan, maka hubungan perkawinan akan jadi lebih kuat. Karena itu, tetaplah berusaha untuk menjaga agar kehidupan pernikah Anda tetap jadi prioritas utama, dan jadikan pasangan Anda sebagai org yang akan Anda ajak berbagi saat- saat indah bersama.

Ingatlah selalu, bahwa cinta saja tak cukup bagi pernikahan yg langgeng. Untuk mendapatkan pernikahan yg langgeng dan harmonis, pasangan tentu harus mengusahakannya. Bukan hanya satu orang, namun kedua belah pihak yg terlibat dalam pernikahan.