Makanan Ini Bisa Jadi Booster Asi

Makanan Ini Bisa Jadi Booster Asi

Setiap ibu tentu ingin memberikan yg terbaik bagi buah hatinya. Termasuk keinginan besar untuk memberikan sang buah hati ASI yang mencukupi dan penuh nutrisi. Namun sayangnya tak semua ibu ditakdirkan memiliki ASI melimpah. Faktanya ada beberapa ibu baru yg mengeluhkan ASI mereka terlalu sedikit bahkan tak keluar sama sekali.

Bila hal ini terjadi pada Anda, jangan panik. Panik hanya akan memperburuk keadaan dan membuat ASI akan semakin berkurang. Cari tau penyebab kurangnya ASI dan aturlah asupan makanan Anda agar ASI semakin banyak.

Saat ini sudah cukup banyak suplemen penambah ASI yg dijual bebas di pasaran dan cenderung aman digunakan. Akan tetapi bila Anda tak ingin menggunakan suplemen seperti ini, Anda bisa meningkatkan produksi Anda dengan beberapa bahan makanan di bawah ini.

Daun Bangun-Bangun

Di masyarakat kita, daun katuk adalah jenis tumbuhan yg paling populer sebagia salah satu tanaman penambah ASI. Namun ternyata daun bangun- bangun juga memilki manfaat yg sama. Daun bangun- bangun biasanya dikonsumsi oleh masyarakat yg tinggal di wilayah Sumatera Utara. Tanaman ini bisa membantu Anda melancarkan produksi ASI. Karena itu bila Anda menemukannya segeralah konsumsi. Anda bisa mengolahnya jadi makanan yg enak dengan berbagai macam resep yg bisa Anda temukan dengan mudah.

Pepaya Muda

Buah pepaya memang sangat kaya akan serat dan mengandung vitamin A yg sangat baik untuk tubuh. Biasanya pepaya dikonsumsi bila sudah matang lantaran rasanya yg manis. Akan tetapi ternyata cukup banyak yg menggemari pepaya muda atau yg belum matang.

Beberapa orang bisa menikmati pepaya muda begitu saja. Ada yg dengan sengaja membuatnya menjadi jus. Namun ada juga yg mengolahnya jadi makanan tertentu seperti sup atau makanan lainnya. Buah pepaya muda sendiri dipercaya bisa membantu Anda melancarkan ASI dan membuat produksi ASI jadi kian berlimpah.

Jus Kurma

Buah kurma yg telah matang memiliki kandungan gula hingga mencapai 80 %. Sementara itu sisanya adalah protein, serat dan berbagai macam nutrisi penting lainnya yg potensial dan baik untuk tubuh. Bagi ibu menyusui, mengkonsumsi buah kurma sangat baik untuk masa pemuliha pasca melahirkan dan juga untuk mencegah anemia. Manfaat ekstranya adalah buah kurma bisa membuat ASI menjadi kian deras dan stamina tetap fit.

Anda bisa mengkonsumsi kurma matang langsung. Namun bila terasa membosankan, tak ada salahnya mengolah kurma jadi minuman yg menyegarkan dengan penambahan susu atau berbagai macam bahan bermanfaat lainnya.

Susu Kacang Almond

Kacang almond memiliki bentuk yg lebih besar ketimbang jenis kacang- kacangan lainnya. Kacang ini sendiri diketahui sangat baik bagi kesehatan dan juga sering digunakan untuk kecantikan lantaran berbagai manfaat yg terkandung di dalamnya. Biasanya kacang almond dicampur dalam cokelat atau kue supaya lebih nikmat.

Kancang almond pun ternyata bisa sangat bermanfaat untuk para ibu menyusui. Apalagi susu almond konon sangat baik untuk melancarkan ASI dan memberikan nutrisi pada ASI selain bisa menambah energi para ibu yg baru melahirkan.

Susu Jagung

Jagung adalah salah satu sumber karbohidrat yg ternyata memiliki khasiat yg sangat baik untuk para ibu menyusui. Soalnya kandungan di dalam jagug bisa menyuplai energi yg cukup. Banyak olahan yg bisa Anda buat dengan menggunakan bahan dasar jagung. Salah satunya adalah dengan membuat susu jagung. Namun  bila Anda tak terlalu menyukainya Anda juga bisa menyantap jagung langsung.

Waspadai Bahaya Memberikan Susu Tinggi Kalori Pada Anak

Waspadai Bahaya Memberikan Susu Tinggi Kalori Pada Anak

Tak sedikit orang tua yg mengaku merasa resah saat anaknya terlihat memiliki tubuh yg kurus. Karena itu tak jarang para orang tua ini menambah asupan makanan pada anak agar berat badannya bertambah. Tak jarang juga di antara mereka yg memberikan susu formula tinggi kalori sebagai salah satu cara menambah berat badan buah hati.

Bahkan ada salah satu susu formula tinggi kalori yg memiliki 100 kkal per 100 cc, dan semuanya beredar secara bebas di pasaran. Padahal seharusnya susu tinggi kalori dibeli dan dikonsumsi berdasarkan resep serta anjuran dokter. Penggunaan yg tidak tepat bisa membuat buah hati Anda menerima asupan kalori berlebih.

Kelebihan kalori sendiri bisa berdampak pada obesitas yg juga bisa menjadi pemicu berbagai macam penyakit lain seperti diabetes hingga gangguan pankreas. Karena itu bila Anda ingin memberikan susu tinggi kalori pada anak sebaiknya konsulitasikan terlebih dulu pada dokter. Meminum susu tinggi kalori dengan takaran tidak tepat dan tak mendapat pengawasan ahli maka bisa jadi anak tak mau makan sama sekali.

Padahal sebenarnya guna makanan bukan hanya untuk menambah kalori ke dalam tubuh, akan tetapi juga melatih anak untuk bisa mengunyah dan menelan. Pada anak- anak hal tersebut bukan hal yg gampang. Untuk bisa mencapai kemampuan seperti kita, maka ia butuh latihan.

Saat Anak seharusnya dilatih mengunyah makanan, Anda justru memberikannya susu dengan tujuan membuat tubuhnya jadi gemuk. Tapi biasanya yg terjadi malah anak menjadi kenyang dan tak mau makan sama sekali. Bila hal ini dilanjutkan dan dibiarkan maka kemampuan mengunyah anak akan menurun.

Pada beberapa kasus serupa, anak bahkan tidak bisa mengunyah makanan setelah mencapai usia tiga tahun lantaran orang tuanya memberikannya susu tinggi kalori. Jangankan mengunyah makanan padat, anak ini bahkan tak bisa mengunyah bubur.

Bila hal ini sudah terjadi, maka biasanya dokter akan menyarankan untuk menghentikan pemberian susu tinggi kalori dan anak pun harus mendapatkan terapi untuk latihan makan. Tentu cara ini akan menyita cukup banyak biaya dan waktu di samping kesulitan anak untuk beradaptasi.

Orangtua Harus Cermat Terhadap Asupan Nutrisi Anak

Namun bila Anda merasa berat badan anak Anda kurang dan ia sudah tak lagi mendapatkan eksklusif, maka yg harus diperbaiki adalah komposisi makanan si anak. Jangan langsung menambahkan suplemen atau susu tinggi kalori hanya demi menaikkan berat badan anak.

Dengan memperhatikan secara cermat makanan pendamping ASI atau MPASI anak maka akan sangat berpengaruh pada perbaikan berat badan serta gizi anak. Perbaikan ini tak hanya mencakup pada makanan tinggi kalori saja namun juga pada buah hingga susu serta nutrisi lainnya yg dibutuhkan oleh anak.

Anda juga harus memahami kecukupan kalori Anak. Biasanya saat anak berusia 6 hingga 12 bulan maka rata-rata akan membutuhkan 100 hingga 120 kalori per kilogram berat badannya. Itu artinya, bila berat badan Anak berada di angka 7 kg, maka ia butuh sekitar 700 hingga 840 kalori per 24 jam,

Jangan Beri Madu Pada Anak Di Bawah 1 Tahun

Jangan Beri Madu Pada Anak Di Bawah 1 Tahun

Tentu Anda tau bahwa madu memiliki begitu banyak khasiat bagi tubuh kita. Disebut sebagai obat berbagai macam penyakit madu memang terbukti bisa mengatasi gangguan pencernaan di samping manfaatnya untuk meningkatkan sistem kekebalan dan daya tahan tubuh. Selain itu madu juga memiliki manfaat yg sangat baik bagi kesehatan. Mengatasi jerawat, melembabkan bibir, hingga membuat rambut berkilau.

Akan tetapi taukah Anda, dibalik khasiatnya luar biasa tersebut, ternyata madu justru berbahaya bila diberikan pada anak yg berusia di bawah 1 tahun. Sayangnya banyak yg tak mengetahui hal ini.

Cukup banyak orang yg hingga saat ini percaya bahwa madu juga memiliki khasiat yg sama bagusnya untuk bayi mereka. Bahkan tak sedikit orang yg langsung memberikan madu pada bayinya yg baru lahir. Karena itu sebaiknya Anda mulai meluruskan pemahaman yg salah mengenai madu yg selama ini sudah dipercaya selama turun temurun.

Lantas kenapa efek madu yg sangat baik tersebut bisa berubah saat diberikan pada bayi di bawah satu tahun? Hal tersebut terjadi karena ada sejenis kuman yg sangat menyukai madu. Kuman ini bernama Clostridium botulinum.

Bakteri tersebut bisa memproduksi racun botulin yg menyebabkan terjadinya botulisme yaitu penyakit yg bisa menyebabkan terjadinya kekakuan otot yg kadang bisa bersifat sangat fatal. Karena alasan inilah madu sangat dilarang bagi bayi yg berusia di bawah satu tahun. Apalagi bila pelumpuhan otot ini terjadi pada pernapasan bayi, maka akibatnya bisa sangat fatal. Lantaran resiko yg terlalu tinggi inilah maka sebaiknya Anda tak memberikan madu pada anak di bawah usia 1 tahun.

Bila bakteri tersebut masuk dalam tubuh anak, maka ia akan tumbuh di dalam usus dan melepaskan neurotoxin yg bisa mengakibatkan kelumpuhan otot- otot sehingga anak bisa mengalami diare atau bahkan tak bisa buang air besar.

Tunda Beri Madu Pada Anak Untuk Mengurangi Resiko

Karena itu para pakar medis tak menyarankan untuk memberikan madu pada bayi di bawah 12 bulan, baik dalam bentuk asli atau pun yg sudah dicampurkan ke dalam makanan atau minuman mereka.  Walau begitu, efek buruk madu ini memang tak akan selalu terjadi. Bila Anda memiliki madu berkualitas baik, biasanya tak akan ada bakteri Clostridium botulinum di dalamnya. Namun sebaiknya kita tak mengambil resiko dengan memberikan anak madu sebelum waktunya.

Namun berbeda ceritanya saat anak sudah melewati usia satu tahun. Madu bisa jadi salah satu nutrisi yg baik yg bisa Anda berikan padanya. Kandungan antioksidan yg terdapat pada madu bisa meningkatkan kekebalan tubuh anak dan membuatnya lebih tahan dari berbagai macam penyakit. Selain itu madu juga adalah sumber energi yg baik bagi anak yg sedang aktif bergerak.

Anda bisa mencampur madu dengan air hangat, bisa mencapurnya dengan perasan jeruk atau memberikannya begitu saja pada anak. Selain itu tak ada salahnya juga mengganti selai dengan madu sehingga anak bisa mendapatkan manfaat baik madu.

Perhatikan juga bagaimana cara Anda menyimpan madu agar cairan yg dihasilkan lebah ini tetap memiliki kandungan bermanfaat bagi tubuh dan kita bisa mendapatkan semua khasiat baiknya.

Jangan Pernah Berbohong Pada Anak

Jangan Pernah Berbohong Pada Anak

Tanpa disadari orang tua terkadang telah berbohong pada anak- anak mereka setiap hari. Mungkin Anda tak bermaksud dan menganggap tindakan Anda pada anak sebagai suatu kebohongan, melainkan menganggapnya sebuah trik untuk memberi pengertian atau menenangkan anak. Namun tau kah Anda, bila Anda melakuka ini terus menerus, maka secara tidak langsung Anda akan mengajarkan anak untuk berbohong.

Lambat laun, saat anak mulai beranjak besar, ia akan mulai mengerti dan menyimpulkan bahwa tidak apa- apa berbohong karena ayah dan ibu juga melakukannya. Karena itu sebaiknya mulai lah hilangkan kebiasaan berbohong Anda pada anak agar anak- anak tak jadi pendusta di kemudian hari.

Membesarkan anak memang tidak mudah, dan terkadang mengatakan sesuatu dengan jujur pada anak membuat segala sesuatunya jadi rumit pada awalnya, akan tetapi bersikap jujur memang adalah suatu keharusan yg dicontohkan oleh orang tua pada para buah hati mereka. Karena itu sebaiknya hindari beberapa kata bohong yg sering kali Anda ucapkan tanpa sadar ini.

“Ayah dan ibu takkan membiarkan hal buruk terjadi pada kamu.”

Setiap orang tua tentu ingin melindungi anaknya dari berbagai macam bahaya yg ada di luar sana. Hal ini sangat wajar. Akan tetapi sangat tidak mungkin bagi orang tua untuk mampu melindungi anak- anak mereka 100 persen setiap waktu. Karena itu daripada memberikan iming- iming Anda akan melindungi dan menjaganya setiap waktu, katakanlah kebenaran.

Yakinkan anak agar ia merasa terlindung, namun juga beritahu padanya bahwa bahaya memang ada di mana pun. Ajarkan pula ia bagaimana cara melindungi diri dan menghadapi situasi yg tak nyaman hingga berbahaya bagi dirinya. Sebagian orang tua menganggap cara ini seolah menakuti anak, akan tetapi ini memang fakta yg harus diketahui oleh anak. Sangat penting bagi Anda untuk memilih kata dengan sangat seksama agar anak- anak tidak mengalami kecemasan. Dengan begitu, anak akan lebih berhati- hati pada orang asing di tempat umum.

“Arena bermain sudah tutup”

Bagi sebagian orang tua, kata- kata ini jadi andalan saat mereka tak mau membawa anak ke arena bermain lantaran memiliki terlalu banyak pekerjaan. Padahal faktanya arena bermain buka. Dari pada berbohong pada anak demi menghindari kerepotan untuk memberi pemahaman, maka sebaiknya katakan saja faktanya. Memang akan merepotkan saat Anda harus memberikan fakta pada anak dan memberikan pemahaman padanya. Anak pun tak akan selalu mengerti kerepotan Anda sehingga mungkin ia akan terus merengek dan mengeluh. Namun hal ini wajar dan normal.

Dengan memberi tau fakta pada anak, mereka akan belajar bahwa mereka tak selalu memiliki semua yg mereka inginkan sepanjang waktu. Mengatakan kebenaran juga membuat Anda menjadi orang tua yg jujur dan memberikan contoh serta teladan yg baik bagi anak dikemudian hari.

“Berbohong untuk kebaikan itu diperbolehkan.”

Terkadang orang tua sengaja berbohong untuk membujuk anak untuk melakukan sesuatu. Misalnya saja saat Anda pertama kali membawa anak ke dokter untuk disuntik. Biasanya Anda akan meyakinkan anak bahwa disuntik sama sekali tak akan sakit. Namun anak akan tau setelah disuntik bahwa ternyata disuntik itu sakit dan mereka pun menjadi kesal lantaran menyadari orangtuanya telah berbohong.

Dari pada berbohong pada anak, lebih baik katakan pada mereka bahwa suntikan akan sedikit sakit, akan tetapi nanti akan berakhir dan tak sakit lagi. Jelaskan kenapa mereka membutuhkan suntikan tersebut dan kenapa mereka harus melakukannya. Bila Anda berdusta, anak akan mengira Anda berbuat jahat padanya.

Menjaga Agar Anak Perempuan Tetap Santu

Menjaga Agar Anak Perempuan Tetap Santu

Apakah Anda pernah mendengar orang tua mengeluh bahwa anak zaman sekarang tak sama seperti anak zaman dulu? Atau jangan- jangan Anda sudah merasakan sendiri perbedaan antara anak- anak yg tumbuh di era ini dan pada masa lalu? Terutama bila Anda memperhatikan para anak perempuan.

Pada zaman dahulu, tutur kata seorang anak wanita sangat terjaga. Jangankan menggunakan kata- kata yg tak pantas, meninggikan nada suara saja, ia akan dicap sebagiai seoran perempuan yg kasar dan tidak beretika. Namun bagaimana dengan anak perempuan zaman sekarang?

Memang zaman sudah berubah. Sekarang perempuan bukan lagi makhluk yg harus membatasi ekspresi mereka dan tak bisa menyuarakan pendapat seperti lelaki. Sekarang perempuan memiliki hak yg sama dengan pria dalam hal menyampaikan pendapat atau menyuarakan perasaan mereka. Tapi, tetap saja, seorang perempuan harusnya memiliki tutur kata yg lembut dan baik, apalagi bila bicara pada orang tua.

Cara bicara perempuan bisa menggambarkan karakternya dan menjadi salah satu penilaian penting bagi orang yg berhadapan dengannya. Lantas bagaimana agar anak perempuan kita senantiasa memiliki tutur kata yg lembut dan baik? Hal ini harus dilatih sejak mereka masih berusia dini.

Pada usia balita, anak- anak biasanya memang belum mengetahui cara berkomunikasi dengan baik sehingga terkadang mereka bicara kasar, bersuara keras atau terkesan menghardik. Hal ini wajar, karena tentu mereka belum tentu yg mana yg baik dan mana yg salah, dan hanya mencontoh apa yg mereka lihat dari lingkungan sekitar mereka.

Akan tetapi bila orang tua bersikap acuh tak auh dan membiarkan anak tetap dengan kebiasaannya, maka kebiasaan bicara kasar ini akan bertahan hingga mereka tumbuh dewasa. Karena itu sangat penting bagi orang tua untuk mengarahkan anaknya agar tak menjadi sosok yg kasar. Orang tua juga harus mencontohkan agar anak memiliki panutan.

Jadilah Role Model dan Jelaskan Perilaku Hormat Pada Anak

Langkah pertama dan yg paling dasar dalam mengarahkan anak untuk tidak bicara kasar adalah dengan mengajarkan padanya rasa hormat. Anak- anak biasanya belajar dari orang yg mereka teladani. Karena itu penting bagi ibu dan ayahnya untuk berperilaku hormat sehingga anak tau bagaimana cara berperilaku yg benar. Akan sangat sulit untuk mengajarkan anak bersikap dan bicara dengan santun tanpa memberikan contoh nyata.

Berikan Jeda Waktu Pada Anak

Mungkin anak- anak akan mengalami masalah dalam mengelola kepribadian dan hormon mereka. Kadang mereka menunjukkan sikap kasar lantaran rasa marah atau frustasi yg mereka rasakan. Karena itu saat anak terlihat sedang marah, berikan ia waktu sebentar hingga ia tenang. Setelah itu berikan penjelasan padanya, tanpa menghakimi atau mengintimidasi.

Tawarkan Reward And Punishmen Pada Anak

Anak harus paham bahwa orang tua pantas dan harus dihormati. Karena itu orang tua bisa menggunakan haknya untuk memberikan sanksi tegas pada anak, dan juga bisa memberikan hadiah pada anak atas kelakuan baiknya.

Saat anak perempuan Anda kurang ajar, berikan ia sanksi, seperti melarangnya menggunakan gadget atau melarangnya berkumpul bersama teman- temannya. Namun saat ia melakukan hal yg baik, Anda bisa memberikannya hadiah, seperti tambahan uang saku.

Orangtua Harus Konsisten Dan Sabar

Tiap orang tua mungkin akan menggunakan metode dan pendekatan yg berbeda untuk mengajari anak tetap santun. Namun apa pun metode dan pendekatannya orang tua harus konsisten. Saat Anda mulai membiarkan segalanya menjadi terlalu longgar, maka akan sulit untuk menerapkan kedisiplinan agar anak santu. Lakukan secara konsisten dan penuh kesabaran.

Tanamkan Kejujuran Sejak Dini Agar Anak Terhindar Dari Korupsi

Tanamkan Kejujuran Sejak Dini Agar Anak Terhindar Dari Korupsi

Anak- anak bagaikan kertas putih bersih yg bisa kita tulisi dengan apa pun. Orang tua lah yg berperan penting untuk mengisi lembaran putih ini. Mereka wajib untuk memberikan edukasi penting bagi anak yg berguna untuk masa depannya kelak.

Layaknya sponge, anak menyerap semua hal yg ada di sekitarnya. Karena itu mereka bisa menyerap segala hal di sekitarnya, baik positif atau pun negatif. Karena itu orang tua harus memastikan bahwa sejak dini anak sudah diberikan hal- hal positif sehingga terbawa hingga saat ia dewasa.

Salah satu nilai baik yg harus diajarkan oleh orang tua pada para anak- anak adalah kejujuran. Jika sejak awal anak sudah mengenal dan memahami pentingnya kejujuran maka otomatis mereka akan terhindari dari tindakan korupsi di masa mendatang.

Kejujuran harus ditanamkan pada anak sejak usia dini. Bila anak terlihat berperilaku tak jujur maka sebaiknya orang tua segera menegur anak dan mengarahkannya serta memberi pemahaman mengenai pentingnya untuk selalu jujur.

Tindakan korupsi diketahui berawal dari ketidakjujuran. Misalnya saja saat anak melakukan tindakan plagiasi. Apa pun bentuknya, anak harus memahami bahwa plagiasi bukan tindakan yg benar. Orang tua harus menegurnya dan memberikan pemahaman yg benar pada anak bahwa tindakannya bisa membuat orang lain menginterpretasikannya secara berbeda.

Para pakar pun sepakat bahwa pencegahan korupsi bisa diajarkan pada anak saat masih berada pada usia balita. Hal ini dimulai dengan mengajarkannya kejujurannya di rumah. Orang tua bisa melakukan beberapa tes sederhana untuk menguji kejujuran anak. Saat anak ternyata tak bersikap jujur, maka orang tua bisa menegurnya dengan baik tanpa menghakiminya.

Akan tetapi yg paling penting dalam hal ini adalah memberikan contoh dan teladan yg baik pada anak. Tak ada gunanya mengajarkan anak kejujuran bila nyatanya orang tua sendiri tak bisa menjadi contoh dan teladan yg baik.

Salah satu agenda prioritas Pemerintah saat ini adalah pemberatasan korupsi di Indonesia. Korupsi memang adalah bahaya laten yg harus ditanggulangi bersama. Bahkan korupsi di Indonesia sudah berada dalam tahap yg sangat memprihatinkan hingga pemberantasan korupsi harus dilakukan tidak hanya pada tatanan pendindakan saja, akan tetap juga harus dimulai dari sisi pencegahan.

Implementasi yg sudah dilakukan saat ini untuk program pencegahan korupsi adalah dengan pencegahan korupsi berbasis keluarga. Berikut adalah hal yg bisa dilakukan oleh orang tua untuk menghindarkan anak pada korupsi.

Menjadi Contoh Yang Baik

Anak- anak akan meniru apa yg dilakukan oleh orang tua mereka. Karena itu bila Anda tak bisa jadi contoh yg baik, maka jangan harapkan anak menjadi seperti apa yg Anda inginkan. Karena menyuruh anak melakukan sesuatu tanpa memberikan teladan dan mencotohkan tindakan, maka anak tak akan menanamkannya dalam pikiran mereka. Saat Anda selalu bersikap jujur, maka anak-anak pun akan mencontohnya dan melakukan hal yg sama pada Anda dan juga orang lain.

Jangan Langsung Melabeli Anak Sebagai Pembohong

Saat anak ketahuan tidak jujur, jangan langsung melabeli dan mempermalukan anak dengan mencapnya sebagia seorang pembohong. Hal ini justru akan membuat anak kehilangan rasa percaya dirinya dan membuatnya kehilangan rasa percaya pada Anda. Bila suatu waktu Anda mendapatinya berbohong, maka jangan segera melabeli dan menghakiminya. Jelaskanlah padanya dengan halus dan katakan kenapa ia harus jujur tanpa menyalahkan atau menghakiminya.

Jangan Tekan Anak Dengan Ekspektasi Anda

Saat Anak tau bahwa Anda memiliki ekspektasi besar padanya, justru mereka cenderung akan membuat Anda kecewa. Namun Anda perlu menekankan padanya bahwa jujur adalah suatu kewajiban dan harus dilakukan semua orang tanpa kecuali. Katakan hal ini pada anak dengan tegas dan langsung sehingga mereka tahu apa yg seharusnya mereka lakukan.

Jangan Langsung Menyalahkan Anak

Ketika anak melakukan kesalahan, maka jangan langsung menyalahkan dan menghukum anak. Sebaiknya Anda menanyakan terlebih dahulu, apakah ia merasa berbuat kesalahan atau tidak. Dengan begitu Anda akan bisa lebih tau apakah mereka berbohong atau jujur. Tanyakan juga alasan kenapa ia melakukannya sehingga anak akan merasa dipahami.

Waspadai Intimidasi Sosial Media Pada Anak

Waspadai Intimidasi Sosial Media Pada Anak

Teknologi memang membawa begitu banyak manfaat untuk kehidupan kita. Namun di samping manfaatnya yg memberikan begitu banyak kemudahan, kecanggihan teknlogi juga bisa sangat berbahaya bagi keamanan fisik dan emosional anak- anak.

Dengan bebasnya anak menggunakan aplikasi sosial media seperti Instagram, Twitter, Facebook, Snapchat dan lainnya, tindakan cyber bullying dan sextin menjadi makin populer. Bahkan hal ini dianggap sebagai hal yg biasa dan lumrah.

Karena itu sudah sepatutnya para orang tua lebih waspada pada bahaya fenomena baru ini. Memang, memberi privasi pada anak adalah hal yg dianjurkan, akan tetapi tak ada salahnya bila sesekali Anda memberiksa sosial medianya agar hal- hal yg berbahaya tak menghampirinya. Berikut adalah empat pesan teks yg harus diwaspadai oleh orang tua dan anak perempuan.

“Kalau kamu tak melakukannya, maka aku akan…”

Sadarkah Anda bahwa pemerasan secara online sudah jadi hal yg terlalu umum? Dengan mudahnya seseorang bisa mengancam orang lain dengan berbagai hal lewat internet. Mulai dari ancaman akan memposting foto atau membeberkan rahasia. Sayangnya, banyak anak perempuan yg dengan mudah menyerah pada ancaman seperti itu.

Karena itu hal yg paling bijaksana yg bisa dilakukan oleh orang tua adalah mengajarkan para anak perempuan mereka untuk bertindak dengan penuh kasih dan harga diri. Ajarkan mereka untuk bijaksana dalam memilah apa yg akan mereka bagikan di internet. Tekankan pada mereka untuk tak membagikan sesuatu yg tak ingin dilihat orang lain. Baik gambar, bahkan walau hanya sekedar status yg berisi curhatan yg akan mereka sesali di kemudian hari.

“Send Me Nudes”

Mungkin Anda tidak sadar, kalimat singkat ini dengan mudah meluncur baik dari pacar, teman sekelas hingga orang asing yg dikenal oleh anak Anda. Kebanyakan anak perempuan nyatanya menyadari bahwa mengirim foto dengan konten eksplisit adalah hal yg tak pantas untuk dilakukan. Akan tetapi sayangnya mereka menyerah dan melakukan hal tersebut lantaran berada di bawah tekanan.

Karena itu pastikan putri Anda tau bahwa ia tak seharusnya mengirimkan sesuatu yg tak ia inginkan. Di samping itu, bila ia mendapatkan kiriman gambar serupa tanpa diminta, ajarilah ia untuk tidak menanggapinya dan mengabaikan orang yg mengirimkannya.

“Ayo bertemu di tempat pribadi.”

Pesan ini bisa sangat berbahaya, terutama bila anak perempuan Anda dan juga Anda tidak mengenal dekat si pengirim pesan. Memang dalam beberapa kasus, tak ada masalah dengan pesan seperti ini. Walau begitu, akan jauh lebih baik bila Anda memastikan putri Anda berada di sisi yg aman daripada menantang situasi yg berbahaya.

Bila Anda tau anak Anda berpacaran, beritahu ia bahwa jenis teks ini tidak wajar dan mungkin akan membawanya dalam situasi yg tak nyaman bahkan berbahaya. Tekankan padanya utnuk bertemu dengan teman prianya di tempat umum, terutama bila mereka baru berkenalan dan dekat.

“Balas dendam pornografi”

Belakangan balas dendam pornografi telah jadi tren yg meningkat. Banyak orang yg memposting fofo eksplisit mantan kekasih mereka, mantan teman atau bahkan kenalan mereka, tanpa sepengetahuan subjek yg berada dalam foto. Bahkan ada situs pornografi yg benar- benar didedikasikan untuk tren yg sangat mengerikan ini.

 

Memang ada begitu banyak bahaya yg mengancam anak lewat gadgetnya. Namun bukan berarti orang tua harus langsung menghentikan semua hal yg berhubungan dengan teknologi demi menjaga keselamatan anak mereka. Sebaiknya beritakan batasan yg jelas pada anak, dan jelaskan pada mereka alasan Anda memberikan batasan dan aturan- aturan.

Dengan begitu anak akan bisa memahami maksud baik dari peraturan yg Anda terapkan tanpa merasa dirinya dikekang. Tak ada salahnya membiarkan anak berhubungan dengan teman dan rekannya lewat sosial media. Namun pastikan bahwa Anda memberikan pemahaman pada anak mengenai apa yg boleh dan tidak boleh mereka lakukan dengan gadget mereka.

Jangan Paksa Anak Mencium Dan Memeluk Orang Lain

Jangan Paksa Anak Mencium Dan Memeluk Orang Lain

Dalam budaya kita, mencium atau memeluk anak kecil yg merupakan anak dari teman atau kerabat memang adalah hal yg lumrah. Semua orang dewasa selalu ingin menunjukkan perhatiannya dan juga kasih sayang pada para anak- anak kecil dengan pelukan dan ciuman.

Biasanya hal ini dianggap wajar. Malah, anak akan disebut tak sopan saat ia terlihat enggan membalas pelukan atau ciuman orang lain. Apa yg harus orang tua lakukan bila hal ini terjadi? Kebanyakan orang tua akan berusaha agar anaknya terlihat sopan dan memaksanya bersikap ramah pada keadaan ini. Padahal hal tersebut adalah tindakan yg salah dan bahkan bisa memberikan pengaruh buruk pada anak.

Seorang penulis baru- baru ini menulis sebuah buku berjudul Do Not Own MY Child’s Body. Penulis bernama Katia Hetter tersebut menegaskan bahwa saat orang tua memaksa anak untuk menyebtuh ornag- orang saat mereka tidak menginginkannya, maka orang tua pun membentuk anak jadi rentan terhadap pelaku seksual. Memang, kebanyakan pelaku pelecehan seksual pada anak adalah orang- orang yg dikenal dan dianggap dekat dengan anak.

Banyak orang yg menilai anggapan ini berlebihan. Apalagi saat nenek atau kakek mereka dihubungkan dengan pelecehan seksual. Namun hal tersebut sebenarnya sangat bisa diterima oleh logika.  Padahal faktanya, saat kita memaksa anak untuk mencium anggota keluarga lainnya, orang tua sudah melanggar zona nyaman anak.

Katia Hetter juga menulis dalam bukunya bahwa sebaiknya orang tua mengajari anak untuk menghormati tubuhnya sendiri dan tak memaksanya untuk menerima perlakuan orang yg membuatnya merasa tak nyaman tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa orang tua harus mengajarkan pada anak untuk mendengarkan perasaannya sendiri. Anak seharusnya bisa mengatakan pada orang tua mereka kapan mereka merasa tak nyaman dengan seseorang. Pelukan dan ciuman tesebut adalah miliknya, dan tidak diwajibkan baginya untuk memberikannya pada siapa pun bila ia tak menginginkannya.

Tak Mau Menerima Pelukan Dan Ciuman Bukan Berarti Tak Sopan

Dengan memaksa ana untuk memeluk dan mencium saat mereka tak menginginkannya, maka dapat juga mempengaruhi hubungan seksual mereka saat dewasa. Secara tidak langsung anak mendapatkan kesan bahwa mereka harus menggunakan tubuh mereka untuk menyenangkan anggota keluar lainnya dan juga orang lain yg tak dikenalnya.

Kadang, anak- anak terutama balita memang bersikap membangkang dan tak menyenangkan. Akan tetapi saat mereka menolak untuk mencium atau berpelukan dengan orang asing, Anda tak perlu menghakiminya telah berperilaku buruk.

Kattia Hetter juga menegaskan bahwa anak- anak seharusnya bisa bersikap sopan dan hormat sambil tetap mempertahankan batasan pribadi mereka sendiri. Orang tua memiliki peran besar dalam hal ini. Orang tua harus bisa membantu agar keluarga atau kerabat tak salah memahami sikap anak tersebut.

Orang tau harus menjelaskannya pada para kerabat agar mereka bisa menghormati keputusan sang anak. Dengan begitu anak tidak akan dihakimi atau dicap tidak sopan atau tidak ramah bila ia menolak pelukan atau ciuman.

Sebaiknya ajari anak untuk menyapa dengan benar namun tak terlalu intim. Dengan begitu anak akan merasa tetap nyaman dalam tahap awal perkenalannya dengan orang baru, atau orang yg tak dikenalnya terlalu dekat.

Ketimbang memeluk atau mencium anak, Anda bisa mengajari anak untuk berjabat tangan atau melakukan hi 5 dengan orang- orang tesebut. Selain anak akan tetap terlihat sopan, alternatif ini juga dapat memperkuat hubungan keluarga dengan anak- anak.