Microsft Tak Jadi Singkirkan Paint

Microsft Tak Jadi Singkirkan Paint

Bila Anda terbiasa menggunakan sistem operasi Windows di PC atau Laptop Anda, tentu Anda tak akan asing dengan software Paint. Taukah Anda, beberapa waktu yg lalu, Microsoft sudah memutuskan untuk menghapus software yg sudah berusia 31 tahun tersebut dalam pembaruan Windows 10 Fall Creators Update.

Walau banyak yg terkejut dengan keputusan tersebut, Microsoft menjelaskan bahwa Paint adalah depreciated feature atau fitur yg sudah tidak lagi sesuai dengan zaman. Dengan kata lain, pada pembaruan windows 10 yg akan dirilis pada tahun ini, tak akan ada pengembangan untuk Paint.

Aplikasi Paint ini sudah ada sejak era Windows 1.0 yg dirilis pada bulan November tahun 1985 lalu. Sejak saat itu, Microsoft terus memperbaharunya dan cara penggunaan untuk memakainya pun terus berkembang dari waktu ke waktu.

Sebenarnya fitur yg ditawarkan oleh Paint memang sangat terbatas, bahkan tak bisa dibandingkan dengan aplikasi sejenis yg banyak beredar di pasaran belakangan ini, terutama aplikasi populer sepeprti Adobe Photoshop dan juga Corel Photo Paint.

Namun begitu Paint tetap adalah aplikasi yg dinilai penting lantaran digunakan oleh banyak orang sebagai alat pembuat gambar pertamanya di komputer. Di samping itu beberapa orang juga sudah terbiasan untuk menggunakan aplikasi ini untuk keperluan editing secara cepat dan sederhana lantaran selalu ada di Wndows.

Microsoft sendiri sekarang telah memiliki Paint 3D. Karena itu keputusan mereka untuk berhenti mengembangkan Paint orisinal dinilai wajar. Microsoft kemungkinan akan fokus pada penerusnya tersebut, atau Paint 3D.

Paint Dipindahkan Ke Windows Store

Akan tetapi tampaknya jeritan kekecewaan para pengguna Windows yg tak ingin Paint disingkirkan sangat dahsyat sehingga Microsoft pun akhirnya merubah rencana mereka untuk menyingkirkan Paint orisinil ini.

Tak lama setelah mengumumkan Paint tak akan lagi ada, Microsoft memberikan konfirmasi terbaru dan mengumumkan bahwa Paint akan tetap menyapa para pengguna Windows, namun dai sebuah tempat baru.

Disebutkan bahwa Microsoft Paint akan tetap ada, namun akan ditempatkan di Windows Store di mana ia akan bisa diunduh secara gratis. Dengan kat alain, Paint memang tak akan lagi terpasang secara default pada update Windows berikutnya. Akan tetapi pengguna masih bisa memasang aplikasi ini dengan cara mengunduhnya di Windows Store.

Namun hingga saat ini pun masih belum disebutkan secara rinci oleh Microsoft, kapan tepatnya Paint akan berpindah rumah ke Windows Store. Akan tetapi yg pasti, Paint 3D, aplikasi konten 3D baru dari Microsoft akan tetap ada dan terus memperoleh update di masa mendatang. Dalam 31 tahun terakhir, Microsoft memang terus menerus memberikan pengembangan pada aplikasi ini, seperti menambah dukungan format JPEG, TIFF dan juga lainnya.

Memang aplikasi ini tetap ketinggalan dibandingkan aplikasi sejenis. Akan tetapi pesonanya tetap saja masih sama bagi para pengguna sistem operasi Windows. Karena itu keputusan Windows untuk tak menyingkirkannya sama sekali tentu saja disambut baik oleh para pengguna Windows, terutama mereka yg terbiasa mengguakan Paint.

Virus Ransomware | Decrypt Ransomware

Virus Ransomware merupakan jenis malware terbaru dimana dapat menerobos masuk ke system komputer kita dan memblokir semua akses ke komputer tersebut dengan melakukan enkripsi ke seluruh file didalamnya.

Pihak pembuat ransomware setelah berhasil akan meminta tebusan kepada pihak dirugikan untuk melepaskan dan membersihkan semua file terinveksi decrypt ransomware. Berbagai variasi dari Wannacry mulai menjadi tren dan sorotan publik sejak semalam merupakan hasil pengembangan dari NSA (National Security Agency) tetapi berhasil didapatkan oleh para hacker dengan nama Shadow Brokers, kemudian mulai beredar melalui github.

Virus ransomware pertama kali menyerang British National Health Service (NHS) dimana semua system komputer mereka otomatis menolak seluruh pasien, membatalkan jadwal operasi dan bahkan melakukan janji temu ulang seluruh pasien mereka.

Virus Ransomware Wannacry
Virus Ransomware Wannacry

Virus Ransomware Menyerang RS Dharmais & Harapan Kita

Virus Ransomware dikonfirmasi telah masuk di Indonesia dimana RS Dharmais di Jakarta melaporkan sistem antrian mereka telah dihack dan tidak berfungsi karena adanya infeksi dari wannacry ransomware. Semua file telah terkena decrypt ransomware.

Sistem sudah terinfeksi. Posisinya hari kerja, sangat fatal dan berbahaya karena antrian bisa langsung membludak akibat antrian nomor menjadi rusak.

Wanna Decryptor sendiri meminta tebusan senilai Rp. 4 juta agar semua komputer dapat berjalan dengan normal kembali. Herannya tebusan tersebut ditulis dengan bahasa Indonesia baik dan benar.

Program telah disupport dengan 25 bahasa dunia membuat Wanna Decryptor bisa menyerang berbagai negara di dunia. Ransomware Wanna Decryptor berhasil mengenkripsi seluruh komputer rumah sakit Dharmais.

Permintaan tebusan juga harus dibayar dengan mata uang Bitcoin ke account pembuat virus decrypt ransomware. Bitcoin sendiri merupakan mata uang dunia maya, biasa dikenal dengan cryptocurrency dimana transaksinya tidak akan bisa dilacak sehingga saat ini bitcoin sangat populer digunakan para hacker dan kalangan dunia hitam, termasuk para pelaku serangan cyber seperti pembuat virus ransomware.

Rumah sakit lainnya telah terkena dampak serangan dari decrypt ransomware adalah RS Harapan Kita. Saat ini mereka juga tengah kebingungan akibat dari pengaruh serangan virus ransomware.

Cara Kerja Virus Ransomware

Cara kerja virus ransomware biasanya mereka memanfaatkan berbagai teknik termasuk social media dengan cara menipu pengguna untuk melakukan download virus tersebut. Direktur Vaksincom Alfons Tanujaya sendiri telah menjelaskan virus ransomware kebanyakan beredar melalui e-mail menipu (phising) dimana script untuk mengunduh file virus decrypt ransomware dari server milik penjahat cyber akan langsung dijalankan saat kita mengklik link tautan tersebut.

Biasanya untuk lebih meyakinkan pengguna, e-mail phising dikirim pembuat virus ransomware biasanya disamarkan atau bahkan dibuat seolah-olah datang dari pihak resmi seperti bank maupun rekan kolega kita atau penyedia kartu kredit. Bisa juga menggunakan cara lama dengan iming-iming penipuan bahwa penerima memenangkan hadiah undian.

Cara lain penyebaran virus ransomware dengan Cryptolocker dimana didistribusikan memanfaatkan jaringan peer-to-peer file-sharing, biasanya virus menyamar menjadi activation keys perangkat lunak terutama aplikasi populer seperti Adobe Photoshop maupun Microsoft Office.

Pada saat komputer positif terinfeksi, Cryptolocker mulai mencari berbagai type file di komputer dan mulai melakukan enkripsi. Setelah enkripsi selesai, Cryptolocker kemudian langsung menampilkan pesan singkat, isinya kita ketahui bersama meminta kita mentransfer sejumlah uang bitcoin untuk mendekripsi & mendapatkan semua file kita kembali.

Akibat Virus Decrypt Ransomware Jika Tidak Membayar Tebusan

Virus ransomware akan memberikan batas waktu bagi pemilik PC untuk membayar permintaan tebusan mereka. Jika hingga saat waktu ditentukan tidak juga diperoleh bayaran atas tebusan tersebut maka mereka akan menghapus seluruh file di komputer yang terinveksi virus decrypt ransomware sehingga akibatnya kita akan kehilangan akses selamanya atas file tersebut.

Kebanyakan single user pasti akan langsung melakukan bayaran atas tebusan tersebut untuk mendapatkan kembali file mereka karena tidak mempunyai backup. Berbeda dengan corporate company biasanya mereka tidak perduli dengan ancaman tersebut karena masih mempunyai backup dan akses di tempat lain.

Dengan melakukan pembayaran berarti kita akan semakin memberi semangat para pelaku kejahatan virus ransomware dalam melakukan operasinya. Jadi ada baiknya berpikir serta bertindak lebih bijaksana sebelum mengambil keputusan.

Anti Virus Bisa Membasmi Virus Decrypt Ransomware ?

Untuk kasus sederhana beberapa anti virus bisa membantu kita untuk kembali mendapatkan file yang telah di encrypt virus decrypt ransomware. Tetapi jika mereka menggunakan cryptolocker maka tentunya kita akan lebih kesulitan untuk mendapatkan kunci untuk mengembalikan semua file kita seperti sedia kala.