7-Eleven Hilang di Pasaran

7-Eleven mungkin banyak orang yang mengenal nama tersebut. Sebuah toko yang bisa dibilang juga sebagai mini market yang menawarkan konsep berbeda dengan mini market pada umumnya. Pertama kali muncul di Jakarta sekitar 4-5 tahun yang lalu, kemunculannya langsung menunjukkan perbedaan diantara mini market yang lain. Bagaimana tidak, konsep mini market yang pada umumnya hanya menjual makanan, kita sendiri yang mengambil makanan, minuman, maupun keperluan sehari-hari lalu dibawa ke kasir.

7-Eleven menawarkan sesuatu yang berbeda, mereka menjual minuman ataupun yang bisa langsung disantap di tempat. Sebut saja seperti kopi, mie instant, makanan beku maupun hotdog, dimana hanya perlu memanaskannya saja dalam microwave maupun diseduh dengan air panas. Varian rasa yang dijual untuk minuman terbilang cukup banyak seperti contohnya Nescafe Black, Milo, Capucinno, Chococinno dan masih ada beberapa yang lainnya, dengan harga dan ukuran juga yang bervariasi, seperti disediakannya ukuran small, medium maupun large dengan harga yang berkisar antara Rp 7 ribu – Rp 9 ribu.

Selain itu keunikan yang ditawarkan juga dijualnya minuman soda berwarna yang bernama Slurpee, dimana minuman tersebut dapat dibeli dengan harga kisaran Rp 15 ribu. Tidak sedikit promo yang ditawarkan oleh 7-Eleven, dimana apabila kita membeli paket misalnya Slurpee dan hotdog maka harga yang akan kita dapatkan akan jauh lebih murah dibandingkan dengan apabila kita membelinya secara terpisah.

7-Eleven juga bekerja sama dengan beberapa operator telepon maupun dengan aplikasi jejaring sosial, dimana kita bisa menukarkan kupon yang diberikan untuk mendapatkan harga yang lebih murah maupun bisa mendapatkannya secara cuma-cuma.

Produk 7-Eleven

7-Eleven Memberikan Free Wi-fi

7-Eleven di beberapa gerai bahkan menawarkan free wifi yang pada saat itu, kehadiran wifi dianggap sebagai sebuah kebutuhan primer dikalangan masyarakat, terutama dikalangan anak muda. Tidak heran banyak anak-anak muda yang rela duduk berjam-jam, bahkan dari pagi sampai malam di gerai 7-Eleven, ditambah pihak mengelola biasanya menyediakan tempat duduk baik itu didalam gerai maupun diluar agar lebih nyaman apabila ingin ngopi sambil merokok.

Namun sadarkah anda bahwa gerai-gerai 7-Eleven sekarang ini banyak yang sudah tutup, bahkan hanya tersisa beberapa gerai saja. Persaingain bisnis memang sangat lah ketat, sekarang ini banyak mini market sejenis yang juga sudah menawarkan model seperti itu, bahkan ada beberapa yang sampai dibuat dua tingkat agar lebih nyaman dan luas, namun banyak orang yang berpikir apakah berbisnis waralaba tersebut dapat memberikan keuntungan ketika banyak orang yang datang hanya untuk menikmati wifi gratis sementara jumlah makanan yang dibeli hanya kopi saja.

Akuisisi 7-Eleven Oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk

Mulai hilangnya 7-Eleven bukan dikarenakan oleh kalahnya persaingan bisnis dengan merk dagang serupa, namun dikarenakan sedang terjadi proses akuisi untuk merk dagang 7-Eleven. Pada mulanya waralaba 7-Eleven dimiliki oleh PT Modern Internasional Tbk (MDRN) namun dijual kepada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan nilai akuisisi mencapai Rp 1 triliun, dan akusisi tersebut akan direncanakan rampung pada Juni 2017 mendatang.

Kegiatan usaha CPIN meliputi industri makanan ternak, pembibitan dan budidaya ayam ras serta pengolahannya, industri pengolahan makanan, pengawetan daging ayam dan sapi termasuk unit-unit cold storage dimana merk dagang yang paling biasa kita dengar adalah Fiesta dan Champ. Dengan akuisisi tersebut diharapkan pendistribusian untuk jenis makanan olahan milik CPIN akan lebih baik lagi untuk masa yang akan datang.

Kita hanya bisa menunggu sampai proses akuisis tersebut rampung, dan nantinya kita baru dapat menikmati gerai 7-Eleven yang baru dan mungkin akan tampil dengan suasana yang baru.