Cegah Anyang Anyang Dengan Ekstrak Cranberry Uri-Cran

Anyang anyangan dysuria atau sakit buang air kecil dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak atau orang dewasa, pria atau wanita. Hal ini berkaitan dengan ketidaknyamanan saat buang air kecil. Penyebab sakit saat buang air kecil dapat ditandai sebagai gejala infeksi saluran kemih yakni infeksi di bagian mana saja dari sistem kemih seperti ginjal, saluran kemih, kandung kemih dan uretra.

Infeksi Saluran Kemih paling banyak diderita oleh wanita. Biasa disebut dengan anyang-anyangan merupakan infeksi bakteria yang mengenai bagian saluran kemih. Ada dua jenis infeksi saluran kemih yakni infeksi saluran kemih atau sistitis (infeksi kandung kemih) dan infeksi saluran kemih bawah atau pieolonefritis  (infeksi ginjal).

Salah satu penyebab anyang-anyangan yang paling sering terjadi adalah kebiasaan membilas dari belakang ke depan yang menyebabkan bakteri dari usus besar seperti e.coli dapat keluar dari anus dan masuk ke saluran kencing yang kemudian menginfeksi kandung kemih yang dapat berakibat pada infeksi pada ginjal karena pendeknya jarak anus dan kemaluan pada wanita. Selain itu, kurangnya kebersihan pada celana dalam juga asupan air putih dapat menimbulkan anyang-anyangan apalagi jika disertai dengan aktivitas fisik yang berat seperti berolahraga dan aktivitas lain yang menguras banyak tenaga.

Penyebab Anyang Anyangan

Gejala Anyang Anyangan – Fakta dan Penyebabnya

Gejala anyang-anyangan tidak selalu timbul secara spesifik namun beberapa kondisi umum di bawah ini dapat menjadi pertanda anyang-anyangan :

  1. Hasrat berlebihan untuk kencing.
  2. Sering buang air kecil hanya saja selalu keluarnya sedikit.
  3. Nyeri di bagian panggul khususnya anyang-anyangan pada wanita
  4. Gejala nyeri di anus jika terjadi pada pria
  5. Rasa perih saat buang air kecil
  6. Bau urin menyengat, warnanya lebih pekat dan terkadang bercampur dengan darah
  7. Cepat merasa lelah dan tubuh kurang sehat
  8. Demam

Infeksi ini dibagi berdasarkan bagian sistem kemih yang terinfeksi sehingga mengakibatkan gejala yang berbeda, seperti:

  1. Ginjal (pielonefritis akut): nyeri bagian pinggang belakang atas, mual, demam tinggi, dan ingin muntah.
  2. Kandung kemih (sistitis): rasa tidak nyaman pada bagian perut bawah, tekanan pada panggul, buang air kecil berulang-ulang dan terasa nyeri, serta ada darah pada urin.
  3. Saluran kencing (urethritis): kemaluan akanterasa perih ketika buang air kecil, disebabkan oleh penyebaran bakteri sistem gastrointestinal melalui anus ke saluran kemih.

Cara Mengatasi dan Mengobati Anyang Anyangan

Cara mengatasi dan mengobati anyang-anyangan dapat dimulai dengan melakukan tindakan pencegahan terlebih dahulu dengan

  1. Menjaga kebersihan di sekitar organ intim dan saluran kemih secara optimal
  2. Untuk wanita, biasakan membasuh organ intim dari arah depan ke belakang
  3. Gunakan pembersih organ intim yang memiliki pH seimbang
  4. Rutin mengganti celana dalam
  5. Jangan terlalu lama menahan jika merasa ingin buang air kecil
  6. Buang air kecil ketika bangun tidur untuk membersihkan berbagai macam bakteri dari dalam tubuh
  7. Rutin minum air putih

Selanjutnya, kita dapat mengatasi susah buang air kecil sebagai gejala umum sebagai suatu upaya atau cara mengatasi anyang-anyangan dengan mengonsumsi buah yang kaya akan air seperti semangka, nanas, melon, dan jambu juga memanfaatkan produk Uri-Cran yang mengandung ekstrak Cranberry.

Uri-cran Cranberry Ekstrak hadir sebagai solusi anyang-anyangan yang mengintai dan mengikuti setiap wanita. Kandungan antioksidannya dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Sifat anti-adhesi yang dimiliki membuat bakteri tidak akan menempel pada saluran kemih sehingga mencegah penularannya.

Gondongan

Gondongan merupakan penyakit dimana orang sekarang tidak banyak yang mengetahui penyakit ini, namun seharusnya orang tua kita sangat mengenal mengenai penyakit tersebut. Gondongan merupakan keadaan dimana kelenjar parrotis (kelenjar yang memproduksi air liur) mengalami pembengkakan sehingga terasa sangat sakit apabila kita membuka mulut dan apalagi bila kita mengunyah makanan. Pembengkakan ini disebabkan oleh virus.

Biasanya penyakit gondongan ini menyerang anak-anak, namun tidak sedikit juga banyak orang dewasa yang terkena oleh virus ini. Penyebaran virus ini sangat mudah, seperti kita menghirup udara dari penderita gondongan ataupun melakukan jabat tangan maupun menyentuh barang yang sudah terkena oleh virus tersebut, maka kemungkinan besar saya akan bisa tertular, namun sekali lagi faktor daya tahan tubuh sangat berpengaruh. Kondisi badan yang kurang sehat dapat membuat kita rentan untuk tertular.

Penularan Gondongan

Gondongan

Apabila ada teman kita yang mengidap penyakit gondongan, maka kita tidak akan tahu apakah kita langsung tertular atau tidak, masa inkubasi dari virus tersebut membutuhkan waktu setidaknya dua sampai tiga minggu. Setelah virus ini berinkubasi di dalam tubuh pasien, maka akan gejala seperti demam, nyeri sendi, lelah dan hilang nafsu makan. Hilangnya nafsu makan juga mungkin juga dapat disebabkan karena sakit ketika mengunyah yang diakibatkan adanya pembengkakan kelenjar parotis yang juga akan terlihat pada sisi wajah kita.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, penularan gondongan sangatlah cepat, hanya membutuhkan hitungan 2-4 minggu dimana rekan sekantor saya terkena penyakit gondongan, dan bahkan jumlah nya mencapai 7 orang dan tidak masuk disaat yang bersamaan.

Pada dasarnya penyakit gondongan bukanlah merupakan penyakit yang serius dan berbahaya, namu ternyata ketika saya menanyakan kedokter mengenai hal tersebut. Gondongan dapat menyebabkan nyeri pada buah zakar (biasanya membengkak dan berubah warna menjadi warna merah), yang mana bila hal tersebut terjadi maka bisa dibilang sudah dalam tahap yang parah dan dapat berujung pada kemandulan. Beruntungnya saya tidak mengalami hal tersebut, saya masih dapat berlari mengejar kereta .

Pengobatan Gondongan

Obat Alami Gondongan

Gondongan tidak memiliki obat khusus untuk disembuhkan, biasanya penderita gondongan akan dapat sembuh dengan sendirinya apabila kondisi tubuhnya sudah kembali fit (daya tahan tubuh sudah kembali normal), tetapi ketika saya ke dokter saya diberikan sebuah obat yang bernama Isopronosine berbentuk tablet. Menurut dokter obat tersebut berfungsi sebagai antivirus (sudah seperti komputer bila terserang virus), selain itu dokter juga memberikan vitamin, yang mana nantinya akan membantu daya tahan tubuh kita untuk memerangi virus tersebut.

Mitos Mengenai Gondongan

Namun banyak mitos mengenai penyakit gondongan ini, yang paling populer adalah menggunakan “Blau Tjuji” yang bisa didapatkan di warung-warung kelontong. Blau/Blao merupakan bubuk berwarna biru yang biasa digunakan oleh orang jaman dulu untuk memutihkan baju, dan dicampur dengan cuka kemudian dioleskan kebagian wajah yang mengalami pembengkakan dan terasa sakit. Segala hal saya lakukan untuk dapat menghilangkan gondongan, termasuk cara tersebut.

Karena saya terlalu banyak menggunakan obat tradisional maupun obat kedokteran dalam waktu kurang lebih 2 minggu, sehingga saya tidak dapat meyakinkan obat mana yang lebih manjur, tetapi saya sarankan untuk tetap pergi ke dokter.

Pencegahan Gondongan

Penyakit gondongan dapat dicegah sedini mungkin, adanya imunisasi MMR yang dapat diberikan kepada anak berusia kurang lebih 12 – 18 bulan dan nantinya bisa dilakukan imunisasi ulang ketika sudah menginjak 6 tahun. Namun dengan melakukan imunisasi ini tidak menutup kemungkinan juga kita dapat 100% terhindar dari penyakit gondongan.

Dikarenakan rasa penasaran yang cukup besar ditambah dengan rasa sakit ketika mengunyah, saya bertanya kepada dokter apakah ada manfaatnya apabila saya melakukan imunisasi MMR ketika sudah dewasa? Namun jawabannya adalah tidak bermanfaat. Hal tersebut dikarenakan ketika saya sudah terkena gondongan, maka virus tersebut akan terus berada dibadan saya namun tidak aktif. Dan sangat kecil kemungkinan saya bisa terkena gondongan untuk yang kedua kalinya. Namun disarankan untuk tetap menjaga daya tahan tubuh dengan melakukan olahraga secara rutin dan memakan makanan yang bergizi.

Diare

Diare menurut WHO adalah kondisi dimana buang air besar dengan konsistensi cair sebanyak 3 kali atau lebih dalam sehari. Kondisi dimana tinja cair namun tidak sampai 3 kali sehari atau 3 kali sehari namun konsistensi tinja padat maka tidak bisa dikatakan diare. Pada kebanyakan kasus diare hanya bertahan selama beberapa hari namun ketika mencapai seminggu lebih bisa menjadi pertanda gangguan serius seperti infeksi persisten, Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau Irritable Bowel Syndrome (IBS).

Pada ummnya diare bukanlah kondisi yang gawat namun apabila tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan kematian. Pada anak-anak diare merupakan penyebab kematian kedua setelah pneumonia. Ada 9 juta anak usia di bawah 5 tahun yang meninggal akibat diare setiap tahunnya. Hal ini karena dehidrasi berat.

Tanda dan Gejala diare

Gejala Diare

Diare yang diderita kebanyakan memiliki ciri-ciri yang gampang dikenali, seperti :

  • Tinja lembek dan cair
  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Mual muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Haus terus menerus
  • Keinginan untuk buang air besar
  • Sakit kepala

Gejala lebih serius pada diare biasa disertai dengan :

  • Demam
  • Penurunan berat badan
  • Darah atau mukus di tinja
  • Dehidrasi

Diare dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani. Tanda dehidrasi pada orang dewasa biasanya mereka akan merasakan haus yang berlebihan dan bahkan sulit untuk buang air kecil dikarenakan urinnya sedikit dan cenderung berwarna gelap, mulut dan kulit juga menjadi kering serta cepat merasakan kelelahan meskipun tidak bekerja keras dan kepala menjadi pusing.

Diare pada anak-anak juga memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan orang dewasa dimana mereka juga pasti lebih sering haus dari biasanya dan mulut serta mata mereka menjadi lebih kering. urin gelap dan tidak dapat buang air kecil 6-8 jam atau bahkan lebih. Saat menangis tidak ada air mata yang keluar dan sering merasa pusing saat berdiri ataupun duduk, bahkan mata menjadi cekung.

Penanganan Serius Pasien Diare 

Diare pada orang dewasa yang terus menerus lebih dari 2 hari yang disertai dengan dehidrasi dan demam tinggi dengan suhu diatas 38 derajat celcius lebih dari 24 jam harus segera ditangani oleh dokter ahli. Apalagi diare diikuti dengan nyeri perut atau nyeri anus berat dan tinja yang dikeluarkan berwarna hitam. Ciri-ciri ini tentu akan menyebabkan penurunan berat badan dan kondisi fisik yang membutuhkan penanganan serius.

Penyebab Diare

  • Virus Rotavirus merupakan penyebab paling sering diare yang diakibatkan oleh virus. Hepatitis juga dapat menyebabkan diare.
  • Bakteri dan parasit, dimana mereka dapat masuk melalui makanna yang terkontaminasi. Contoh parasit yang mampu menyebabkan ialah Giardia lamblia dan Cryptosporidium. Sedangkan bakteri yang mampu menyebabkan adalah Campylobacter, Salmonella, Shigella, dan Escherichia coli.
  • Obat-obatan, contohnya obat ialah antibiotik. Antibiotik akan membunuh bakteri baik dan buruk yang akan mengganggu keseimbangan bakteri pada usus. Obat lain yang mamu menyebabkan ialah obat kanker dan antasida dengan magnesium.
  • Intolerensi laktosa akan mengakibatkan diare apabila memakan susu atau produk susu lainnya. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya enzim yang mencerna laktosa. Laktosa adalah gula yang ditemukan pada susu dan produk susu lainnya.
  • Intoleransi fruktosa merupakan kelainan tidak memiliki enzim yang mencerna fruktosa bisa mengakibatkan diare. Fruktosa merupakan gula yang ditemukan pada buah-buahan.
  • Gangguan pencernaan lainnya yang menyebabkan diare adalah Crohn’s disease, Ulcerative Colitis, Celiac disease, microscopic colitis, IBD, dan IBS

Penyebab Diare

Faktor Risiko Diare

Faktor risiko diare kebanyakan adalah pola hidup tidak bersih dan sehat seperti anak-anak ataupun orang dewasa yang jarang mencuci tangannya setelah pergi ke toilet. Selain itu juga sumber air di rumah tidak bersih ataupun penyimpanan bahan makanan yang tidak steril dan bersih juga bisa menimbulkan diare. Manusia yang malas mencuci tangan dengan sabun juga bisa meningkatkan resiko bakteri tetap berada di tangan meskipun telah dicuci dengan air.

Pengobatan Diare

Pengobatan diare tergantung dari penyebab diare. Apabila penyebab hanya virus yang paling penting ialah rehidrasi karena biasanya virus akan sembuh sendiri. Sedangkan apabila disebabkan oleh bakteri maka antibiotik diperlukan. Antibiotik harus melalui resep dokter. Pada anak umumnya akan berhenti pada 5-7 hari apabila diakibatkan oleh virus. Sedangkan pada orang dewasa 2-4 hari. Oleh karena itu apabila pemberian cairan tidak membuat gejala membaik segera ke dokter.

Pemberian Cairan Saat Diare

Banyak minum cairan akan mencegah terjadinya dehidrasi. Pada orang dewasa idealnya bisa minum air dengan gula atau garam (oralit). Banyak minum ini efeknya bisa dicek pada urin, apabila urin menjadi lebih terang dan sering buang air kecil maka pemberian cairan sudah efektif, namun apabila buang air masih kurang atau tidak ada dan urin menjadi lebih gelap maka sebaiknya menemui dokter.

Pada anak-anak usahakan minum diberikan sedikit demi sedikit dan sering. Hal ini lebih baik dibandingkan banyak tapi jarang minum. Sedangkan pada bayi apabila masih menyusui pemberian ASI dilanjutkan.

Pemberian Makan Yang Tepat Saat Diare

Pemberian makanan lunak akan lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan yang sedang mengalami diare dan hindari makan makanan berlemak dan pedas karena akan menambah beban sistem pencernaan. Contoh makanan yang bisa diberikan ialah kentang, nasi, sup, dan sayuran rebus. Jika nafsu makan berkurang jangan dipaksanakan namun tetap pemberian cairan tetap dilakukan sampai nafsu makan naik dan segera makan apabila nafsu makan kembali.

Obat anti diare

Obat anti diare dapat membantu mengurangi dan memperpendek durasi diare, namun biasanya obat tidak diperlukan. Contoh obat yang sering digunakan ialah loperamide. Loperamide mampu mengurangi gerakan usus dan akan membuat penyerapan air lebih banyak sehingga tinja lebih padat dan buang air besar menjadi lebih jarang.

Pencegahan Diare

Pencegahan Diare

Pencegahan diare dapat dilakukan dengan cara berikut :

  • Cuci tangan lebih sering
  • Akses minum bersih
  • Penyimpanan dan penyajian makanan bersih
  • Gunakan sabun untuk mencuci tangan
  • Gunakan pembersih tangan saat tidak ada air dan sabun
  • Sanitasi yang baik
  • Pada bayi, terapkan ASI ekslusif selama 6 bulan
  • Vaksinasi rotavirus
  • Hindari makanan yang mengandung laktosa pada penderita intoleransi laktosa, fruktosa pada penderita intoleransi fruktosa, dan gluten pada penderita celiac disease