Waspadai Diare Pada Anak!

Waspadai Diare Pada Anak!

Diare memang adalah penyakit umum yg sering menyerang orang dewasa hingga anak- anak. Karena cukup lazim terjadi, banyak yg menyepelekan penyakit yg satu ini. Padahal diare bisa berakibat fatal bila tak ditangani dengan benar. Apalagi bila diare menyerang anak- anak.

Banyak orang tua menganggap remeh penyakit yg satu ini lantaran dianggap biasa dan wajar. Padahal faktanya, data dari Riset Kesehatan Dasar menyebutkan bahwa diare adalah penyebab kematian pada anak nomor 2 tertinggi di Indonesia. Data ini juga menyebutkan bahwa setidaknya 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2 hingga 6 kali setahun.

Diare sendiri adalah kondisi penderita yg mengalami buang air besar atau BAB lebih dari 2 hingga 3 kali dalam 24 jam dengan kondisi feses yg lembek atau cair. Kondisi ini tentu membuat penderitanya menjadi lemas dan dehidrasi. Bila dibiarkan berlarut- larut tentu bisa berakibat sangat fatal.

Penyebab diare sendiri sebenarnya cukup beragam. Bisa disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Beberapa orang yg menderita alergi juga bisa mengalami diare. Namun penyebab terbanyak diare adalah rotavirus, di mana jonjot usus rusak sehingga mengakibatkan produksi enzim laktase jadi berkurang. Keadaan ini membuat lakotasa tidak tercerna dengan baik dan tidak dapat diserap sehingga diare makin parah, perut terasa kembung dan tinja berbau asam. Kondisi ini biasanya juga disebut dengan intoleransi laktosa.

Karena itu orang tua harus sangat sigap dan cermat saat Anda mereka terkena diare dan segera memberikan penanganan yg tepat. Pastikan agar anak anda tetap terhidrasai dan kekurangan gizi pada saat ia tengah mengalami diare. Salah satu efek jangka panjang dari diare yg terlalu sering pada anak adalah anak beresiko lebih pendek sekitar 3 cm saat usia menginjak 7 tahun dan bahkan membuat anak memiliki IQ yg lebih rendah.

Memastikan anak tetap terhidrasi adalah hal yg sangat penting. Bila anak tak mau minum, orang tua perlu berusaha agar anak mendapatkan asupan nutrisi yg mudah diterima. Hal ini bertujuan agar anak tetap berenergi dan membantunya untuk mempercepat pemulihan usus normal.

Saat Anak Diare, Pastikan Ia Tetap Terhidrasi

Bila keadaan anak memburuk, sebaiknya segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Bila anak Anda masih mendapatkan ASI, pastikan untuk meneruskan pemberian ASI pada anak karena ASI adalah asupan yg terbaik yg bisa didaptakan anak. Selain itu berikan larutan oralit untuk mencegah dehidrasi pada anak. Saat anak sudah dehidrasi tak jarang harus berakhir dengan rawat inap di rumah sakit. Karena itu menjaga anak terhidrasi adalah bagian paling penting dari pemulihan diare.

Untuk mencegah diare datang kembali, sebaiknya selalu jaga kebersihan makanan dan lingkungan anak. Untuk anak yg sudah tidak lagi mendaptakan ASI, sebaiknya berikan nutrisi bebas laktosa berdasarkan rekomendasi dokter.

Para orang tua juga perlu menambah pengetahuan mereka mengenai penyebab dan pemicu diare serta bagaimana penanganannya sehingga bisa memberikan pengobatan yg tepat pada anak saat diare melanda. Dengan begitu, kondisi anak tidak akan makin memburuk dan diare bisa diatasi sedini mungkin.

Bolehkan Langsung Mandi Setelah Makan

Bolehkan Langsung Mandi Setelah Makan

Banyak orang yg percaya bahwa langsung mandi setelah makan adalah tindakan yg berbahaya bagi tubuh lantaran bisa menghambat saluran pencernaan. Namun sejauh ini hal tersebut hanya dipercaya sebagai mitos belaka dan masih banyak orang yg melakukannya lantaran sudah jadi kebiasaan.

Mandi sendiri adalah salah satu aktivitas rutin yg dilakukan sehari- hari. Mandi berhubungan langsung dengan kondisi fisik luar tubuh dan pada dasarnya tak memiliki efek samping atau komplikasi yg membahayakan bagi diri Anda. Bahkan mandi memilki sangat banyak manfaat bagi kesehatan lantaran bisa menjaga tubuh tetap bersih dan segar sehingga terhindar dari berbagai macam bakteri jahat.

Sementara itu makan adalah aktivitas harian yg berhubungan langsung dengan fungsi- fungsi organ- organ dalam tubuh seseorang. Karena itu bisa dikatakan bahwa mandi dan makan sebenarnya sama sekali tak berhubungan.Soalnya makanan yg Anda konsumsi akan langsung masuk ke dalam saluran cerna, sementara mandi hanya akna membersihkan kulit dari kotoran dan debu sehingga membuat tubuh jadi lebih segar.

Nah dengan begitu, Anda tak perlu lagi mempercayai mitos mengenai makan dan mandi ini. Karena faktanya makan dan mandi tak berhubungan dan mandi setelah makan tak akan memberikan dampak pada tubuh Anda. Mandi setelah makan tak akan membahayakan tubuh dalam cara apa pun.

Namun begitu halnya dengan mitos yg menyebutkan bahwa berenang setelah makan bisa berbahaya bagi tubuh seseorang. Pernyataan ini juga hanya mitos belaka dan terbukti tak membahayakan tubuh. Boleh saja  berenang setelah makan, namun bila dilakukan dengan tak benar, bisa membuat kram.

Perut kram setelah makan pasca olahraga tak hanya terjadi saat olahraga renang saja. Hal ini juga bisa terjadi saat Anda lari atau melakukan olahraga lainnya. Namun pada saat Anda berenang, ada kemungkinan perut kram jadi sangat berbahaya lantaran bisa membuat Anda tenggelam.

Perurt bisa kram selama berenang bila Anda baru saja selesai makan dan perut masih kenyang. Soalnya sebagian aliran darah akan terfokus ke organ pencernaan. Nah sementara itu, saat kita olahraga baik berlari atau pun perenang, otot juga membutuhkan peningkatan aliran darah.

Kompetisi antara dua sistem tubuh inilah yg bisa membuat Anda menjadi kram. Namun kram ini tak terjadi lantaran tubuh terkena air setelah makan, baik saat mandi atua pun bereang. Selain itu kram saat berenang pun juga adalah hal yg umum dan bisa dicegah dengan mudah dan bisa ditangani sebelum terlembat.

Namun faktanya ada beberapa hal yg memang sebaiknya tak Anda lakukan setelah makan. Sejauh ini ada begitu banyak mitos mengenai apa yg sebaiknya Anda lakukan dan hindari setelah makan. Berikut adalah beberapa hal yg memang sebaiknya tidak Anda lakukan setelah makan besar.

Langsung Tidur

Ada cukup banyak orang yg memiliki kebiasaan makan larut malam dan langsung tidur setelahnya. Hal ini dapat mengakibatkan makanan yg masih dicerna di lambung untuk naik lagi ke kerongkongan. Hal ini makin buruk bila dilakukan oleh mereka yg kerap mengeluhkan naiknya asam lambung. Tidur pun tentu akan jadi tak nyaman lantaran perut kadang akan terasa seolah terbabakar.

Merokok Setelah Makan

Para perokok mengaku bahwa merokok setelah makan sangat nikmat. Namun ternyata hal ini sangat buruk bagi kesehatan. Terlepas dari melakukannya setelah makan, merokok diketahui sangat buruk bagi kesehatan. Akan tetapi efeknya ternyata bisa berlipat ganda bila Anda menerita gastritis, kolitis dan irritable bowel syndrome. Karena itu sebaiknya hentikan kebiasaan merokok sesegera mungkin untuk menghindari segala resiko kesehatan yg mungkin ditimbulkannya di kemudian hari.

Waspadai Penyebab Migrain Yg Bisa Jadi Tanda Bahaya

Waspadai Penyebab Migrain Yg Bisa Jadi Tanda Bahaya

Migrain adalah masalah yg sangat umum dialami oleh banyak orang. Ada banyak alasan dan penyebab seseorang bisa terkena migrain. Namun pada kondisi tertentu, migrain bisa bersifat tiba- tiba (akut) dan bahkan persisten (kronik). Bila hal ini terjadi maka bisa jadi ini adalah suatu pertanda masalah kesehatan serius.

Karena itu bila Anda mengalami migrain terus menerus maka sebaiknya Anda mulai mewaspadai masalah- masalah kesehatan yg bisa menghampiri Anda. Berikut adalah bebrapa kemungkinan terparah yg bisa menyebabkan migrain.

Depresi

Faktanya ada hubungan yg cukup erat antara migrain dan penyakit psikologis, seperti depresi. Hubungan antara migrain dan depresi ibaratnya sama dengan pertanyaan mana yg lebih dulu telur dan ayam. Dengan kata lain, seseorang bisa mengalami migrain karena depresi atau depresi karena terus menerus mengalami migrain.

Biasanya orang dengan penyakit psikiatrik sering mengalami migrain. Di samping itu saat seseroang mengalmai migrain, maka kualitas hidupnya juga akan menurun dan hal ini juga bisa memicu terjadinya depresi pada seseorang. Berdasarkan hasil survei, wanita di usia pertengahan 40 tahun biasanya akan lebih mudah mengalami depresi saat mereka terserang migrain.

Penyakit Kardiovaskular

Taukah Anda, bahwa hampir sepertiga orang dengan keluhan migrain juga mengalami “aura” yan ditandai dengan gangguan visual seperti kelebatan cahaya dan kehilangan penglihatan untuk sementara waktu. Beberapa penelitian tentang migrain menunjukkan bahwa orang yg menderita migrain dengan aura juga cenderung memiliki resiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

Para peneliti mengemukakan bahwa pelepasan kimia pro inflamasi yg terjadi selama migrain dapat merusak dinding pembuluh darah yg bisa menyebabkannya terblok. Hal ini kemudian bisa menyebabkan stroke dan serangan jantung pada seseorang.

Obesitas

Dalam beberapa kasus disebutkan bahwa orang yg mengalami migrain biasanya menderita obesitas. Bahkan migrain juga bisa menjadi makin sering dengan terjadinya penambahan berat badan pada seseorang. Diperkirakan bahwa pemicu dari hal ini adalah peradangan atau inflamasi yg menyebabkan kondisi obesitas dan migrain tersebut.

Epilepsi

Sama seperti halnya dengan migrain, epilepsi juga dicirikan dengan gangguan otak. Faktanya tak semua serangan epilepsi selalu berbentuk migrain dan migrain juga belum tentu adalah pertanda dari epilepsi. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan tiga orang atau lebih di anggota keluarga mereka yg mengalami epilepsi dengan gejala gangguan yg sama, dua kali lipat untuk mengalami migrain dengan aura.

 

Memang, migrain tak selalu berbahya dan biasa terjadi lantaran hal-hal sepele yg terjadi dalam aktivitas kita sehari-hari. Beberapa wanita yg mendekati masa datang bulan mereka, biasanya akan mengeluhkan migrain. Saat mata terlalu lelah, kadang Anda juga bisa merasakan migrain. Dengan kata lain, migrain tak jauh berbeda dengan sakit kepala biasa, yg bisa menyerang seseorang dengan mudah. Namun sebaiknya bila Anda mengalaminya terus menerus sehingga membuat kualitas hidup jadi menurun, segera periksakan diri Anda pada dokter untuk mengetahui alasan dibalik migrain tersebut.

Waspadai Penyakit Ascariasis Karena Cacing Gelang

Ascariasis mungkin tidak terlalu familiar di kalangan banyak orang. Dibandingkan ascariasis orang lebih mengenal penyakit cacingan. Ascariasis ini disebabkan karena adanya cacing gelang yang menjadi parasit karena hidup di tubuh mausia dan berkembang biak disana. Ascariasis menjadi salah satu penyakit cacingan yang sering di derita banyak orang. Penderitanya umumnya adalah anak-anak yang berada di daerah tropis maupun subtropis, terutama di lingkungan yang kurang menjaga kebersihan.

Ascariasis

Penyebab Ascariasis

Ascariasis tidak bisa menular dengan mudah dari manusia ke manusia. Diperlukan kontak langsung dengan tanah yang sebelumnya sudah terkontaminasi karena fases yang mengandung telur cacing. Itulah sebabnya penderita paling banyak adalah anak-anak. Karena anak-anak suka bermain dengan tanah dan tanpa sadar memasukkannya ke dalam mulut atau pun menyentuh makanan sebelum mencuci tangan seusai bermain. Selain itu, buah-buahan dan sayuran yang ditanam di tanah yang telah terkontaminasi dengan telur cacing juga perlu diwaspadai. Buah dan sayur harus selalu dicuci bersih sebelum dikonsumsi.

Faktor Risiko Ascariasis

Inilah beberapa faktor yang bisa mempertinggi risiko terkena ascariasis:

Usia

Penderita ascariasis umumnya adalah anak-anak berusia 10 tahun ke bawah. Di masa itu anak-anak lebih suka bermain dengan tanah sehingga rentan terinfeksi. Sebenarnya bermain dan berkotor-kotor adalah hal yang wajar dilakukan anak-anak, tapi agar terhindar dari telur cacing tetap perlu diawasi. Pastikan mereka untuk segera membersihkan diri setelah bermain.

Iklim Hangat

Penyebaran ascariasis lebih banyak terjadi di daerah yang beriklim hangat. Telur cacing lebih mudah dijumpai di tanah daerah tropis seperti Indonesia.

Sanitasi yang Buruk

Sanitasi yang buruk meningkatkan risiko terkena ascariasis. Negara berkembang menjadi tempat yang lebih tinggi ditemukannya telur cacing gelang pada kawasannya dan banyak penderita ascariasis. Pola pikir masyarakat mempengaruhi penyebaran dari cacing gelang. Ketika warga masih belum dapat tertib untuk melakukan kegiatan BAB di tempat pembuangan yang layak, maka fases yang mengandung telur cacing dan bercampur dengan tanah bisa dengan mudah ditularkan pada manusia.

 Gejala Ascariasis

Ascariasis umumnya tidak menunjukkan gejala karena jumlah cacing gelang yang hanya sedikit di dalam tubuh penderita. Namun, jika cacing gelang telah berjumlah ratusan barulah ascariasis akan menampakkan gejala dan dapat menimbulkan penyakit komplikasi di tubuh. Berikut ini bagian-bagian tubuh yang dapat terserang oleh cacing gelang:

Ascariasis Pada Paru-Paru

Ketika telah tertelan, telur cacing gelang akan menetas di dalam usus kecil, kemudian melalui aliran darah larva akan bermigrasi ke organ paru-paru. Apabila hal ini terjadi, penderita akan merasakan gejala, seperti: sesak napas, batuk yang terus-menerus, dan lain-lain. Setelah lebih dari satu minggu, sebagian larva tersebut dapat berpindah menuju tenggorokan.

Ascariasis Pada Usus

Umumnya cacing gelang akan hidup di usus dan berkembang biak disana. Ketika cacing gelang sudah terlalu banyak, penderita juga bisa merasakan gejala, seperti: nyeri pada perut, mual, muntah, penurunan berat badan, mudah lelah, terdapat cacing pada fases, diare, dan lain-lain. Cacing gelang dapat hidup selama 1-2 tahun di dalam perut dan akan terus berkembang biak selama tidak diobati.

Demikianlah penjelasan mengenai ascariasis yang perlu diwaspadai penyebarannya. Jangan lupa ya untuk selalu menjaga kebersihan tempat tinggal dan kehigienisan makanan. Selalu pastikan untuk mencuci tangan sebelum menyentuh makanan untuk menghindari ascarisasis. Untuk anak-anak yang terbiasa bermain dengan tanah, pencegahan perlu dilakukan dengan minum obat cacing setiap 6 bulan sekali. Semoga informasi ini bermanfaat.

Efek Buruk Tidur di Dekat Ponsel Menyala

Tidur di dekat ponsel seperti sudah bukan lagi hal yang aneh di masa modern ini. Kebiasaan orang-orang yang tidak bisa lepas dari ponsel akhirnya membuat sebagian dari kita tetap tak berjauhan dari ponsel meski di saat tidur. Padahal tahukah anda? Jika hal yang dirasa sepele tersebut justru membahayakan kesehatan. Lalu apa sih bahayanya jika tidur di dekat ponsel yang tetap menyala? Berikut inilah beberapa penyakit yang mengancam ketika seseorang tetap membawa ponselnya di saat tidur:

Tidur di Dekat Ponsel

Tidur di Dekat Ponsel Menyebabkan Tumor Otak

Disadari atau pun tidak alat elektronik, termasuk ponsel memancarkan radiasi yang dapat mempengaruhi regenarasi sel tak normal dan memicu tumor otak. Biasanya tumor otak di derita oleh orang dewasa, namun kini tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia anak-anak. Karena itu, jauhkan ponsel dari keluarga anda di saat sedang terlelap tidur.

Tidur di Dekat Ponsel Menyebabkan Kanker

Hampir sama dengan tumor otak, radiasi juga mempengaruhi terjadinya pembelahan sel yang tidak normal di dalam tubuh. Sel-sel yang tidak terkendali tersebut akan menyerang jaringan yang terbiasa berada di dekat ponsel, seperti: telinga,  kulit, dan organ lain.

Tidur di Dekat Ponsel Menyebabkan Sakit Kepala

Lagi-lagi radiasi dari ponsel adalah penyebab seseorang mengalami gangguan kesehatan apabila berada di dekat ponsel terus-menerus sepanjang hari dan malam. Pada taraf ringan, kebiasaan tersebut akan menyebabkan sakit kepala, bahkan bisa juga mengalami mual dan muntah.

Tidur di Dekat Ponsel Menyebabkan Terganggunya Kualitas Tidur

Apabila anda tidur di dekat ponsel, keinginan untuk mengecek ponsel akan selalu ada terutama jika anda belum mengantuk. Kegiatan tersebut tentunya akan mengganggu waktu tidur anda. Ketika anda sudah terpapar cahaya dari ponsel, akan sulit untuk anda memejamkan mata dan beranjak tidur.

Tidur di Dekat Ponsel Menyebabkan Alzheimer

Penyakit alzheimer umumnya diderita orang lanjut usia. Penurunan daya ingat yang dirasakan oleh penderita alzheimer akan membawa dampak psikologis seperti kehilangan minat akan sesuatu, perubahan karakter, dan lainnya. Alzheimer bisa semakin parah jika penderitanya tidur dengan ponsel yang membawa radiasi dan berakibat buruk untuk otak. Untuk orang yang terbiasa tidur di dekat ponsel menyala, risiko terkena alzheimer juga akan meningkat.

Tidur di Dekat Ponsel Menyebabkan Terganggunya Pendengaran

Kebiasaan tidur tetap membawa ponsel yang diletakkan tak jauh dari telinga bisa mengganggu pendengaran. Radiasi elektromagnetik yang dihasilkan ponsel dapat merusak jaringan halus yang terletak di bagian dalam telinga. Kebiasaan lama bertelepon sampai telinga terasa berdengung juga bisa merusak pendengaran apabila dibiarkan.

Tidur di Dekat Ponsel Menyebabkan Kelelahan

Tidur di dekat ponsel bisa membuat anda terbayang-bayang akan aktivitas mengirim pesan atau pun mencari informasi dengan smartphone anda. Hal tersebut akan membuat otak bekerja dan tidak bisa beristirahat dengan tenang. Akhirnya anda akan tetap merasa lelah meskipun sudah beristirahat cukup.

Tidur di Dekat Ponsel Menyebabkan Stress

Sebuah penelitian yang telah dipublikasikan BMC Public Health tahun 2011 mengungkapkan bahwa penggunaan ponsel ternyata berhubungan dengan tingkat stress yang dialami seseorang. Berlebihan dalam menggunakan ponsel memicu stress dan depresi pada orang dewasa. Ketika seseorang sudah ketergantungan pada ponsel maka ia akan cenderung untuk memeriksa ponselnya setiap beberapa menit dan akan merasa tak tenang saat meninggalkan ponselnya. Hal tersebut tentu tidak baik untuk kesehatan mental.

Demikianlah efek buruk yang ditimbulkan apabila tidur di dekat ponsel. Meskipun kebiasaan sepele, ternyata dampaknya mencengangkan bukan? Mulai sekarang letakkan ponsel di tempat yang agak jauh selama anda tidur ya.

Bakteri yang Bisa Ada Pada Makanan dan Minuman

Tahukah anda bahwa terdapat bakteri pada makanan dan minuman kita sehari-hari? Semua jenis air yang ada sebenarnya mengandung bakteri dan protozoa. Sama halnya pada air minum yang kita konsumsi setiap hari. Begitu pun pada makanan,  Bakteri tersebut tidaklah berbahaya jika jumlahnya masih dibawah ambang batas normal. Meski begitu, kita perlu waspada karena bakteri-bakteri ini bisa saja mengganggu kesehatan ketika sistem imunitas tubuh sedang melemah dan tak bisa bekerja dengan baik. Nah, Berikut penjelasan tentang beberapa bakteri yang bisa ada pada makanan dan minuman kita sehari-hari.

Bakteri

Bakteri Salmonella

Bakteri Salmonella biasanya terdapat pada produk makanan mentah, seperti: daging, relur, susu, makanan laut, dan sebagainya. Untuk menghindarinya, masak makanan sampai matang supaya bakteri tak bertahan hidup dalam makanan sehingga aman dikonsumsi.

Bakteri Chaetomium Sp

Bakteri Chaetomium sp ini masih tergolong dari spora yang tidak berbahaya, meskipun begitu dalam beberapa kasus mereka juga dapat menyebabkan infeksi yang biasa dikenal sebagai phaeohyphomycosis. Bakteri ini juga dapat menimbulkan bahaya bagi setiap orang yang alergi terhadap spora.

Bakteri Legionella pneumophila

Bakteri Legionella pneumophila termasuk dalam bakteri gram negatif, bakteri ini berbentuk batang, tidak mereduksi nitrat menjadi nitrit. Biasanya koloni bakteri Legionella pneumophila ini hidup subur menempel di pipa karet dan plastik yang berlumut dan tahan akan kaporit serta dengan konsentrasi klorin sebesar 26mg/l. Bakteri ini dapat hidup pada suhu antara 5,7 derajat celcius sampai dengan suhu 63 derajat celcius dan dapat hidup dengan subur pada suhu 30 derajat celcius sampai 45 derajat celcius.

 

Bakteri Norovirus

Makanan yang terkontaminasi oleh bakteri Norovirus, akibat terburuknya akan mengalami muntah dan diare. Gejalanya akan dirasakan setelah 60 jam. Untuk menghindarinya, biasakan mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi.

Bakteri E.Coli

Sebenarnya bakteri E.Coli tidak menimbulkan efek buruk pada manusia. Bakteri ini biasanya ada pada saluran pencernaan. Namun, ada pula E.Coli yang dapat mengganggu kesehatan ketika tertelan. E.Coli bisa bermasalah dan membuat seseorang mengalami diare, muntah atau pun kram perut. Bakteri E.Coli ini bisa ada pada daging sapi, karena itu perhatikan kematangan daging ketika memasaknya ya.

Bakteri Listeria

Bakteri Listeria dapat ditemukan pada makanan laut, susu, dan lainnya. Pada ibu hamil bakteri ini berbahaya karena dapat menyebabkan keguguran. Sedangkan pada orang dengan kekebalan tubuh yang sedang mengalami penurunan, dapat pula terinfeksi dengan gejala terasa kaku pada leher, hilang keseimbangan, dan kejang.

Bakteri Staph

Bakteri Staph biasa hinggap pada kulit. Namun, jika sampai tertelan bisa juga lho membahayakan. Untuk menghindarinya, selalu cuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh makanan. Karena makanan yang telah terkontaminasi bakteri Staph ini bisa menyebabkan keracunan.

Bakteri Bacillus cereus

Bakteri ini ada pada manakan bisa disebabkan karena terlalu lama menyimpannya. Usahakan untuk tak terlalu lama membiarkan masakan  begitu saja dan tak dimakan. Bakteri ini akan menyebabkan muntah dan diare bila sampai tertelan dan hidup di dalam tubuh. Biasanya rasa sakit di perut akan hilang dengan sendirinya setelah maksimal satu minggu. Untuk menghindarinya, sebaiknya sisa masakan disimpan di lemari pendingin agar lebih awet dan tak terkontaminasi.

Nah, itulah tadi penjelasan tentang bakteri yang bisa saja ada pada makanan dan minuman kita sehari-sehari. Karena itu, sebaiknya berhatilah dengan kurangi mengkonsumsi makanan mentah dan menjaga kebersihan makanan serta tempat makan. Jangan lupa juga untuk selalu cuci tangan sebelum makan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Bakteri Anaerob dan Efeknya Bagi Kesehatan

Sebenarnya apa sih bakteri anaerob itu? Bakteri anaerob merupakan bakteri yang bisa berkembang biak dalam tubuh manusia. Bakteri ini tidak membutuhkan oksigen untuk tetap hidup. Bakteri anaerob bisa ada di makanan dan minuman. Dalam tubuh hewan juga dapat ditemukan adanya bakteri ini.

Bakteri Anaerob

Manfaat dan Bahaya Bakteri Anaerob

Bakteri anaerob dapat menguntungkan dan juga bisa membahayakan jika ada dalam tubuh manusia. Bakteri anaerob yang menguntungkan salah satunya genus Bacteroides. Ketika berada di saluran pencernaan, bakteri ini akan menguntungkan karena membantu proses pencernaan makanan. Namun, akan berbahaya jika ada di bagian lain tubuh, bakteri ini bisa menyebabkan pneumonia, meningitis, dan lainnya.

Jenis Bakteri Anaerob

Bakteri anaerob dibagi menjadi 3 kategori, yakni: fakultatif, obligat, dan aerotoleran. Yuk, kita akan bahas satu-persatu.

Anaerob fakultatif merupakan bakteri yang apabila berada di tempat tanpa oksigen akan menggunakan fermentasi, namun apabila berada di tempat dengan oksigen akan melakukan respirasi untuk menghasilkan energi.

Anaerob obligat memerlukan tempat yang tidak memiliki oksigen untuk berahan hidup. Bakteri ini akan mati jika terpapar oksigen. Salah satu bakteri anaerob obligat yakni Porphyromonas gingivalis yang bisa ditemukan pada rongga mulut.

Anaerob aerotoleran bisa hidup di lingkungan yang memiliki oksigen, tapi sebenarnya bakteri ini pun mampu bertahan hidup sekalipun tak ada oksigen. Contoh dari bakteri anaerob jenis ini adalah Propionibacterium acnes yang bisa menyebabkan jerawat pada kulit wajah.

Bentuk dari Bakteri Anaerob

Seperti jenisnya yang beragam, bakteri anaerob juga memiliki beragam bentuk. Seperti bakteri anaerob Actinomyces yang memiliki bentuk batang. Ada yang lurus, melengkung, dan bercabang. Sedangkan Propionibacterium memiliki variasi bentuk batang, oval dan bercabang.

Bakteri Anaerob Menginfeksi Tubuh

Bakteri anaerob dapat menetap di tubuh dan menginfeksinya. Apabila ada luka terbuka di tubuh, bakteri anaerob bisa berkumpul disana. Pada penderita diabetes, bakteri ini senang berada dibagian kaki yang luka. Apabila bakteri anaerob telah bergabung dengan bakteri lain untuk menginfeksi luka, butuh penanganan lebih untuk mengobatinya.

Selain berada di luka karena sebuah penyakit, gigitan, maupun kecelakan, bakteri anaerob juga bisa menginfeksi daerah sekita mulut. Bakteri anaerob genus Actinomyces dapat menginfeksi gigi dan mulut. Untuk mencegahnya, anda bisa berkumur menggunakan hidrogen peroksida sehingga mulut akan lebih segar. Pelepasan oksigen di mulut akan membantu menyingkirkan bakteri-bakteri tersebut.

Gejala Apabila Terinfeksi Bakteri Anaerob

Apabila telah terinfeksi bakteri anaerob, maka gejalanya pun beragam. Tergantung dari lokasi bakteri ini berada. Apabila infeksi terjadi di gigi dan gusi, penderita akan mengalami rasa nyeri, pendarahan gusi, bengkak dan tak jarang pula menyebabkan bau mulut. Jika terinfeksi pada bagian tenggorokan, penderitanya akan merasa sakit di tenggorokan, serasa tersedak, bahkan demam. Apabila infeksi terjadi pada organ paru-paru, penderita mengalami sesak napas, nyeri dada, dan batuk. Infeksi yang berbahaya jika yang terinfeksi adalah aliran darah karena bisa menyebakab demam tinggi dan menggigil, jika tak segera ditangani akan membahayakan nyawa.

Faktor Risiko Terinfeksi Bakteri Anaerob

Bakteri anaerob akan berisiko tinggi pada orang yang lemah kekebalan tubuhnya karena akan mudah sekali terinfeksi. Selain itu, risiko tinggi juga patut diwaspadai oleh seseorang yang sedang memiliki luka terbuka atau pun baru saja menjalani operasi. Penderita diabetes, kanker, dan tumor juga rentan terinfeksi bakteri anaerob.

Demikianlah penjelasan mengenai bakteri anaerob dan efeknya jika ada dalam tubuh. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat.

Penyebab Penyakit Polip dan Cara Mengatasinya

Penyebab penyakit polip hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. Penyakit polip merupakan hasil dari inflamasi pada jaringan saluran hidung atau sinus. Oleh karena itu, peradangan inilah yang menyebabkan terkumpulnya sel-sel berisi cairan yang terdapat pada dinding saluran pernapasan hingga akhirnya terbentuk polip. Tetapi penyebab terjadinya inflamasi ini pun masih belum jelas. Biasanya peradangan ini disebabkan oleh alergi, infeksi bakteri , virus , atau pun jamur.

Kelainan dalam sistem kekebalan tubuh yang lantas menyerang jaringan hidung juga dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan. Selain itu , faktor keturunan pun memiliki pengaruh atas munculnya polip di hidung. Seseorang akan beresiko tinggi terkena polip apabila ada riwayat keluarga yang terkena penyakit tersebut. Ketika orang tua terkena polip maka anak pun lebih berisiko terkena penyakit tersebut. Selain faktor keturunan, inflamasi di hidung juga dapat terjadi karena gangguan pada saraf hidung juga mengganggu cairan untuk mengalir keluar.

Polip hidung dapat terjadi pada rentang usia manapun, tetapi penderitanya lebih sering ditemukan direntang usia remaja hingga dewasa. Area polip yang paling sering terjadi ada di sekitar mata , hidung dan tulang pipi. Berikut ini beberapa faktor atau penyebab polip hidung.

Penyebab Penyakit Polip

Penyebab Penyakit Polip, Alergi Rhinitis

Alergi rhinitis gejalanya tak beda jauh dengan pilek biasa. Biasanya alergi ini terjadi karena debu dan bulu binatang.

Penyebab Penyakit Polip, Asma

Asma juga bisa menyebabkan terjadinya inflamasi dan penyempitan pada saluran udara.

Penyebab Penyakit Polip, Alergi Jamur

Partikel jamur yang ada diudara dan terhirup melalui hidung dapat menjadi alergi yang berujung pada polip.

Penyebab Penyakit Polip, Intoleransi Aspirin

Kondisi ini biasanya terkait dengan pertumbuhan polip di hidung. Orang yang memiliki alergi terhadap aspirin memiliki kecenderungan terhadap obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) serupa.

Penyebab Penyakit Polip, Fibrosis Kistik

Fibrosis kistik merupakan kelainan genetika dimana tubuh menghasilkan cairan yang cukup kental dan berlebihan pada sistem pernapasan dan pencernaan, termasuk ingus yang cukup kental dari hidung dan juga selaput sinus.

Penyebab Penyakit Polip, Sindrom Churg Strauss

Kondisi ini memungkinkan terjadinya peradangan pada pembuluh darah. pendertinya umumnya akan mengalami alergi rhinitis atau pun asma.

Pengobatan Polip

Pengobatan Penyakit Polip menggunakan Anthistamin

Antihistamin biasanya diresepkan dokter untuk membantu mengatasi alergi yang sedang terjadi. Resep berupa antibiotik bisa diberikan kepada penderita untuk mengatasi infeksi pada polip hidung. Pemberian obat akan dilakukan sebelum pasien mulai mengkonsumsi kortikosteroid.

Pengobatan Penyakit Polip menggunakan Kortikosteroid

Kortikosteroid memiliki fungsi untuk mengurangi peradangan serta dapat mengecilkan polip yang ada. Biasanya dokter juga memberikan obat ini. Terdapat beberapa jenis kortikosteroid yang dapat diberikan kepada pasien yang menderita polip, antara lain obat tetes, semprot , oral maupun suntik.

Pengobatan Penyakit Polip dengan Operasi Pengangkatan Polip Hidung

Apabila polip sudah tumbuh menjadi sangat besar dan cukup menggangu. Pada kondisi seperti ini, obat kostikosteroid kurang cukup membantu. Prosedur dalam operasi endokopik mungkin perlu untuk dilakukan sehingga dapat mengangkat polip yang muncul. Prosedur ini juga kerap digunakan untuk mengatasi permasalahan sinus yang bisa juga menyebabkan inflamasi. Untuk kasus polip, dokter akan menggunakan alat kecil untuk mengangkat polip atau pun mengeluarkan cairan di sinus sekitar wajah. Pasca operasi pasien perlu beristirahat dan untuk sementara menghindari keramaian.

Demikianlah penjelasan tentang penyebab penyakit polip dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat dapat menambah wawasan tentang penyakit polip.

Penyebab Nyeri Punggung  dan Bahu

Penyebab nyeri punggung  dan bahu bisa bermacam-macam, terlalu aktif pun dapat membuat otot di bahu menjadi tegang dan akhirnya terasa nyeri. Nah, agar lebih jelas berikut ini beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan nyeri di bagian punggung atas dan bahu:

Nyeri Punggung  dan Bahu

Penyebab Nyeri Punggung Karena Cedera

Cedera pada bagian punggung yang disebabkan karena benturan keras dapat menjadi salah satu penyebab nyeri punggung yang anda alami. Nyeri punggung karena faktor cidera ini bisa sangat sakit, tapi akan sembuh jika ditangani dengan baik.

Penyebab Nyeri Punggung Karena Faktor Usia

Semakin memasuki usia lanjut, seseorang akan mengalami degenarasi cervical spine atau penyakit tulang yang dapat menjadikan tulang belikat terasa nyeri.

Penyebab Nyeri Punggung Karena Tendonitis

Tendonitis umumnya terjadi karena penyakit arthritis kronis. Tendonitis pada bahu dapat menyebabkan nyeri punggung bagian atas.

Penyebab Nyeri Punggung Karena Operasi

Tindakan operasi yang dilakukakan karena penyakit tertentu juga bisa berefek munculnya rasa nyeri di punggung atas dan bahu. Misalnya saja, operasi yang dilakukan untuk mengatasi kanker payudara. Luka karena pengangkatan kanker akan menyebabkan rasa nyeri di tulang belikat.

Penyebab Nyeri Punggung Karena Arthritis

Penyakit radang sendi arthritis biasanya di derita oleh seseorang yang lanjut usia. Penyakit ini dapat menyerang titik anggota tubuh, termasuk bagian punggung atas dan bahu yang akan mengalami nyeri karena penyakit arthritis.

Penyebab Nyeri Punggung Karena Osteoporosis

Osteoporosis atau pengeroposan tulang akan membuat tulang lebih rapuh dan bahkan mengalami retak. Kasus yang paling sering ditemui, penderita osteoporosis mengalami retak tulang bagian belakang.

Penyebab Nyeri Punggung Karena Kram Otot

Nyeri punggung juga bisa terjadi ketika mengalami kram otot. Kram otot bisa saja dialami oleh seseorang di saat sedang berolahraga terlalu berat atau pun ketika melakukan aktivitas lainnya.

Penyebab Nyeri Punggung Karena Stress Berlebih

Ternyata stress bisa juga lho menjadi penyebab nyeri punggung. Seseorang yang sedang mengalami stress hingga depresi sering mengeluhkan punggungnya yang terasa sakit.

Penyebab Nyeri Punggung Karena Posisi Tubuh Salah

Posisi tubuh pada saat tidur maupun menjalankan kegiatan tertentu seperti bekerja maupun bermain bisa juga menjadi penyebab nyeri punggung. Posisi tubuh yang terlalu sering duduk seharian bisa mengakibakan punggung mengalami pegal dan nyeri.

Penyebab Nyeri Punggung Karena Suhu Dingin Ekstrim

Apabila berada di daerah yang memiliki cuaca dingin yang ekstrim, anda juga bisa mengalami nyeri punggung jika tidak terbiasa dengan cuaca di tempat tersebut.

Penyebab Nyeri Punggung Karena Gaya Hidup

Nyeri punggung dan bahu dapat terjadi karena gaya hidup seseorang yang terlalu sibuk sehingga mengabaikan waktu makan, tidur, maupun untuk berolahraga. Gaya hidup yang tidak sehat tersebut dapat menjadikan seseorang mengalami nyeri punggung.

Penyebab Nyeri Bahu Karena Frozen Shoulder

Frozen shoulder biasanya dialami oleh seseorang yang lanjut usia dimana mereka kesulitan dalam menggerakkan bahu dan tangan. Untuk mengatasi frozen shoulder, lakukan latihan yang dibimbing oleh pelatih professional sehingga lambat laun bisa kembali lagi menggerakkan bahu dan tangan tanpa rasa nyeri.

Penyebab Nyeri Bahu Karena Diet Tak Sehat

Diet dengan mengabaikan makan dan tidak mengkonsumsi makanan bergizi dan bervitamin tentunya akan berefek buruk pada kesehatan. Otot bahu dapat melemah ketika kekurangan nutrisi yang akan menjadikan bahu terasa nyeri.

Demikianlah penyebab nyeri punggung dan bahu yang ternyata beragam. Yuk, kenali dulu penyebabnya supaya penyembuhannya menjadi tepat.

12 Gangguan Kesehatan Akibat Dehidrasi

Dehidrasi merupakan kondisi di saat tubuh kekurangan cairan sehingga menimbulkan efek buruk bagi kesehatan. Dehidrasi dapat dikategorikan sebagai dehidrasi ringan dan dehidrasi berat. Berikut ini gangguan kesehatan yang bisa terjadi akibat dehidrasi:

 Dehidrasi

Dehidrasi Mengakibatkan Radang Sendi

Nyeri pada sendi bisa disebabkan kerena dehidrasi. Hal ini terjadi akibat tubuh kurang cairan dan menimbulkan rasa nyeri di sendi. Untuk mengatasinya, anda bisa mengkonsumsi air garam dan perbanyak minum air putih.

Dehidrasi Mengakibatkan Heartburn

Heartburn merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke atas yang disebabkan karena dehidrasi pada sistem pencernaan. Terjadinya heartburn akan memicu penyakit radang lambung, hernia hiatus, dan ulserasi.

Dehidrasi Mengakibatkan Migrain

Migrain rentan dialami ketika tubuh kekurangan cairan. Selain itu, efek dehidrasi juga bisa memicu peradangan mata.

Dehidrasi Mengakibatkan Angina

Apabila organ paru-paru mengalami dehidrasi, bisa saja memicu penyakit angina. Angina atau yang dikenal dengan angin duduk akan membuat penderitanya mengalami sesak bernapas dan nyeri pada dada. Apabila merasakan gejala ini sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Dehidrasi Mengakibatkan Nyeri Punggung

Ketika dehidrasi terjadi pada tulang belakang, maka punggung pun akan terasa nyeri. Ini karena kurangnya cairan pada bantalan air di tulang belakang.

Dehidrasi Mengakibatkan Asma

Ketika tubuh tak memperoleh asupan air yang cukup, maka tubuh pun berinisiatif menutup saluran di bagian organ tubuh untuk mencegah penguapan air. Ketika kondisi ini berlangsung lama bisa saja mengakibatkan asma karena saluran pernapasan terganggu.

Dehidrasi Mengakibatkan Colitis

Colitis atau radang usus besar merupakan penyakit yang bisa terjadi dikarenakan dehidrasi. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, maka tubuh berusaha mempertahankan air termasuk organ usus yang akhirnya menyerap air dari kotoran. Jika dibiarkan semakin lama hal itu akan mengakibatkan radang usus besar.

Dehidrasi Mengakibatkan Kolesterol

Apabila tubuh sering mengalami dehidrasi, kolesterol bisa menjadi ancaman penyakit yang sulit dihindari. Lemak tubuh akan menjadi perisai agar tubuh tidak kehilangan air lebih banyak. Akan tetapi, penumpukan lemak tersebut justru akan menimbulkan dampak buruk lainnya jika tak diatasi.

Dehidrasi Mengakibatkan Tekanan Darah Tinggi

Dehidrasi juga akan berpengaruh pada naiknya tekanan darah tinggi. Ketika tubuh kekurangan cairan, suplai air pada organ-organ masih akan tetap dipertahankan. Proses revorse osmosis dikenal sebagai hal penting yang akan dilakukan tubuh untuk memenuhi kebutuhan air pada organ penting agar tetap bekerja. Namun, dampak lain pada proses tersebut yakni terjadi peningkatan tekanan pembuluh darah yang bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Dehidrasi Mengakibatkan Diabetes Tipe 2

Dehidrasi yang kerap dibiarkan bisa memicu penyakit diabetes tipe 2. Hilangnya cairan tubuh yang tanpa diisi kembali dengan cairan baru lewat minum akan mempengaruhi tubuh mengurangi sekresi insulin. Padahal insulin dibutuhkan untuk menstabilkan kadar gula dalam darah.

Dehidrasi Mengakibatkan Terganggunya Fungsi Ginjal

Dehidrasi atau kurangnya cairan dalam tubuh dapat mempengaruhi kinerja organ-organ penting tubuh, seperti ginjal. Ginjal bisa kehilangan fungsi mengontrol cairan tubuh seperti biasa. Dalam kondisi dehidrasi berat bisa sampai menyebabkan keracunan makanan yang telah dikonsumsi.

Dehidrasi Mengakibatkan Tubuh Mudah Mengalami Penyakit Kulit

Kekurangan cairan akan berdampak juga pada kulit. Kulit akan lebih kering. Hal itu karena sel-sel kulit kehilangan cairan sehingga kelembabannya berkurang. Selain itu, kulit pun rentan terkena penyakit karena kulit kehilangan kemampuan melawan bakteri dan jamur yang menempel di permukaan kulit.

Demikianlah akibat yang bisa ditimbulkan karena dehidrasi. Jadi, jangan sepelekan meminum air putih secara cukup ya.