Swansea City

pemain-swansea-city

Swansea City Association Football Club merupakan salah satu kontestan Liga Premier Inggris. Klub yang berbasis di Swansea, Wales ini dibentuk tahun 1912 dengan nama Swansea Town dan berlaga di Football League 1912. Klub kemudian berganti nama di tahun 1969 menjadi Swansea City berkenaan dengan perubahan status wilayah Swansea yang berubah menjadi kota. Saat bermain di kompetisi Eropa atau internasional, Swansea City mewakili Inggris meskipun di era dahulu tampil merepresentasikan Welsh.

Swansea bermarkas di Liberty Stadium sejak tahun 2005. Sebelum itu, semenjak didirikan klub, klub yang kini dimiliki oleh Jason Levien dan Steve Kaplan ini berkandang di Vetch  Field. Tahun 1981, Swansea promosi ke Divisi Satu Football League dan di musim-musim awal keikutsertaan klub, trofi juara pernah hampir diraihnya. Sayang performa tersebut tak berlangsung cukup lama. Setelahnya, Swanse kerap fni di klasemen bawah hingga terdegradasi. Bahkan The Swan pernah sempat terdegradasi sampai Divisi Empat Football League.

Suporter Swansea City yang tergabung dalam The Swansea City Supporters Society Ltd memegang 20% saham klub. Suporter Swansea terkenal sebagai contoh profil supporter dengan keterlibatan terbesar kepada klub di inggris. Momen di mana Swansea mampu tampil kembali di Premier League setelah sebelumnya berjuang merangkak dari Divisi Empat diabadikan dalam film berjudul Jack to a King—The Swansea Story.

Swansea City berhasil promosi ke Premier League pada tahun 2011. Tanggal 24 Februari 2013, Swansea menundukkan Bradford City dengan lima gol tanpa balas yang sekaligus mengantar Swansea ke tangga juara Football League Cup musim 2012/2013. Itu merupakan trofi bergengsi pertama yang diraih klub. Secara otomatis Swansea pun masuk dalam kualifikasi UEFA Europa League musim 2013/2014. Di kompetisi Eropa tersebut, The Swan hanya sampai di babak 32 besar, kalah dua leg dari SSC Napoli.

Skuad Swansea City

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Lukasz Fabianski 18 FW Bafetimbi Gomis
2 DF Jordi Amat 19 GK Mark Brighitti
3 FW Jordan Ayew 20 MF Jefferson Montero
4 MF Ki Sung-Yueng 21 MF Matt Grimes
5 DF Mike van der Hoorn 22 DF Angel Rangel
6 DF Alfie Mawson 23 MF Gylfi Sigurosson
7 MF Leon Britton 24 MF Jack Cork
8 MF Leroy Fer 26 DF Kyle Naughton
9 FW Fernando Llirente 27 DF Kyle Bartley
10 FW Borja Baston 28 MF Luciano Narsingh
12 MF Nathan Dyer 33 DF Federico Fernandez
13 GK Kristoffer Nordfeldt 35 DF Stephen Kingsley
15 MF Wayne Routledge 42 MF Tom Carroll
16 DF Martin Olsson 56 MF Jay Fulton
17 FW Modou Barrow 62 FW Oliver McBurnie

 

Sejarah Swansea City

Swansea City mempunyai catatan sejarah unik dalam pendiriannya. Di area Sawansea, olah raga yang popular dan banyak digandrungi itu adalah rugby. bahkan sebetulnya, Swansea dikenal dengan panggilan area rugby. Semula, meskipun pernah dicoba untuk mempopulerkan sepak bola oleh klub bernama Swansea Villa, tidak ada klub sepak ola yang notable atau tersohor dan mampu bersaing di kompetisi baik amatir apalagi professional. Namun, catatan tersebut berhenti sampai tahun 1912 ketika terbentuk sebuah tim dengan nama Swansea Town AFC. Serupa dengan kebanyakan klub spak bola besar di Wales lainnya, Swansea Town AFC berkiprah di Divisi Dua Southern League. J.W. Thrope merupakan presiden pertama klub ini. Sebuah lapangan yang dimiliki oleh Swansea Gaslight Co., Vetch Field disewa oleh klub untuk dijadikan kandangnya.

Dalam keikutsertaan yang pertama kalinya, The Swans langsung menjuarai Welsh Cup. itu menjadi trofi bergengsi pertama yang didapat Swansea. Musim berikutnya, Swansea menjadi klub pertama yang sampai di babak pertama FA Cup. Blackburn Rovers merupakan klu dari Divisi Pertama yang menjalani laga kompetitif di Vetch Field dalam lanjutan FA Cup 1914/1915 yang kemudin dimenangkan oleh Swansea dengan skor 1-0. Balckburn sendiri di akhir musim liga keluar sebagai juara Championship of England.

Seiring dengan meletusnya perang dunia pertama, Southern League pun dihentikan. Ketidakpastian semakin bertamabah parah ketika klub-klub divisi dua mulai dihinggapi masalah finansial yang serius. Kemudian, beberapa waktu berselang, setelah menghabiskan empat musim di Southern League, bersama klub lainnya, Swansea ikut mendirikan Divisi Tiga yang baru The Football League tahun 1920. Lalu, setelah lima musim berkompetisi di Divisi Tiga tersebut, The Swans promosi ke Divisi Dua untuk pertama kalinya di tahun 1925. Di Divisi Dua, Swansea berjalan dengan cukup eyakinkan. Mereka tak banyak dikalahkan di kandang. Musim berikutnya, The Swans sampai di babak semi final FA Cup. Sepanjang musim 1931/1932, Swansea menjadi nomor satu di liga dan sampai di babak tiga pagelaran FA Cup. Swansea juga meraih trofi Welsh Cup usai menaklukan Wrexham 2-0. Cyril Pearce mencetak 35 gol di liga dari 40 penampilannya. Setelah perang dan eriode wartime football usai, The Swans finis di peringkat 21 Divisi Dua yang memaksa klub untuk terdegradasi ke Divisi Tiga. Ini yang pertama kalinya Swansea terdegradasi ke Divisi Tiga sejak tahun 1925. Hal tersebut juga membuat klub berbenah. Hasilnya, musim 1948/1949, klub menjadi yang terbaik di level kompetisi itu dan secara perlahan terus merangkak ke level-level kompetisi di atasnya. Tahun 1964, Swansea mencapai semi final FA Cup yang kedua kalinya. Untuk sampai di babak ini, Swansea telah menaklukan Barrow, Sheffield United, dan Stoke City. Di liga, sayangnya ereka harus terus berusaha keluar dari papan bawah klasemen.

Tahun 1969, nama klub berubah dari yang semula bernama Swansea Town AFC berubah menjadi Swansea City. Dan itu bertahan hingga hari ini. Tahun 1978, sang manajer, Harry Griffiths mengundurkan diri. Ia digantkan oleh mantan manajer Liverpool, John Toshack. Tanggal 1 1978, Toshack baru berusia 28 tahun dan menjadikannya sebagai manajer termuda di Football League. Toshack mulai membangun klub dan perlahan namun pasti mengantarkan Swansea dari Divisi Empat ke Divisi teratas. Sebetulnya, skuad yang cukup Berjaya di tangan Toshack ini adalah skuad yang dulu dibangun di masa Griffiths. Baru di tahun 1981, Swansea City berhasil promosi ke level tertinggi sepak bola Inggris. ini merupakan yang pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Nama-nama seperti Tommy Craig, Leighton James, atau Jeremy Charles mulai menanjak seiring dengan kegemilangan performa klub.

Promosi ke Premier League musim 2011/2012, Swnsea menjadi tim Welsh pertama yang bermain di kompetisi ini sejak pembentukan klub tahun 1992. The Swans kemudin berhasil menaklukan Arsenal, Liverpool, dan Manchester City. Lantas di akhir musim, klub debutan ini finis di posisi sebelas tabel klasemen Liga Premier Ingggris. Sayang, di akhir musim, sang manajer, Brendan Rodgers hijrah ke Liverpool. Ia kemudian digantikan oleh Michael Laudrup untuk Premier Legue musim 2012/2013.

Staf Kepelatihan Swansea City

Posisi Nama
Pelatih kepala Paul Clement
Asisten Pelatih Nigel Gibbs
Claude Makelele
Kepala Performa Fisik Karl Halabi
Pelatih Kiper Tony Roberts
Dokter Tim Dr. Jez McCluskey
Fisioterapist Kate Ree
Richard Buchanan
Alisa Jones
Ritson Lloyd
Club Ambassador Lee Trundle

 

Stadion Liberty

liberty-stadium

Swansea City bermarkas di Liberty Stadium. Jauh sebelum itu, sejak awal mula didirikan klub, The Swans berkandang di stadion Vetch atau Vetch Field. Stadion Vetch dimiliki oleh sebuah perusahaan bernama Swansea Gaslight. Swanses bermukim di sana sejak tahun 1912. Vetch Field sendiri berkapasitas 12.000-an. Namun, pada pertandingan babak lima FA Cup tahun 1967 melawan Arsenal, jumlah penonton yang hadir ke stadion mencapai 32.786 orang. ini merupakan catatan kehadiran penonton tertinggi di stadion Vetch. Gol terakhir yang terjadi di stadion bersejarah ini terjadi pada tanggal 30 April 2005 ketika Adrian Forbes mencetak gol kemenangan Swansea dari Shrewsbury Town dengan gol sematawayang tersebut.

Satu waktu, berdasarkan pada beberapa pertimbangan, klub merasa butuh untuk pindah stadion. Disebabkan Swansea dan Ospreys tidak punya dna capital untuk diinvestasikan memaluli stadion baru, Swansea City Council dan sebuah konsorsium pengembang menerima proposal untuk membangun venue dengan 20.520 kursi penonton. Akhirnya, proposal tersebut direalisasikan utnuk dibangun menjadi stadion yang dibangun dengan dana mencapai 50 juta Poundsterling. Akhirnya, tanggal 23 Juli 2005, Liberty Stadium secara resmi dibuka dengan seremoni pertandingan persahabatan antara Swansea dengan Fulham.

Liberty Stadium mampu menampung hingga 20.750 penonton. Catatan rekor penonton terbanyak yang hadir di stadion adalah 20.937 orang yang terjadi pada tanggal 31 Oktober 2015. Liberty Stadium jua kerap digunakan untuk menghelat pertandingan internasional, terlebih sebagai venue kala tim nasional Welsh berlaga. Pertandingan internasional pertama yang dihelat di sini adalah kala Welsh ditahan imbang Bulgaria 0-0 tahun 2006.

Prestasi Swansea City

Kompetisi Tahun
Divisi Tiga / Football League One 1924/1925, 1948/1949, 2007/2008
Divisi Empat/ Football League Two 1999/2000
Welsh Football League 1912/1913, 1924/1925, 1925/1926, 1933/1934, 1934/1935, 1935/1936, 1950/1951, 1961/1962, 1962/1963, 1963/1964, 1964/1965, 1975/1976
Football League Cup 2012/2013
Football League Trophy 1993/1994, 2005/2006
Welsh Cup 1912/1913, 1931/1932, 1949/1950, 1960/1961, 1965/1966, 1980/1981, 1981/1982, 1982/1983, 1988/1989, 1990/1991
FAW Premier Cup 2004/2005, 2005/2006

 

Aparel dan Kit Sponsor Swansea City

Periode Aparel Shirt Sponsor
1975-1979 Bukta None
1979-1981 Adidas
1981-1984 Patrick
1984-1985 Hummel Diversified Products (DP)
1986-1989 Admiral Sportswear
1989-1991 Spall Sports
1991-1992 None
1992-1993 Matchwinner ACTION
1993-1995 Gulf Oil
1995-1996 Le Coq Sportif
1996-1997 South Wales Evening Post
1997-1999 New Balance Silver Shield
1999-2000 M&P Bikers
2000-2001 Bergoni Stretchout
2001-2004 The Travel House
2004-2005 RE/MAX
2005-2007 Macron The Travel House
2007-2008 swansea.com
2008-2009 Umbro
2009-2011 32Red
2011-2013 Adidas
2013-2016 GWFX
2016-sekarang Joma BETEAST

 

West Bromwich Albion

West Bromwich Albion Football Club atau juga dikenal dengan sebutan West Brom, The Baggies, The Throstles, Albion, dan WBA adalah klub Ingggris yang bermain di kompetisi English Premier League. Klub yang didirikan tahun 1878 ini menjadi klub sepak bola kebanggaan publik West Bromwich, West Midlands. Stadion The Hawthorns menjadi kandang West Brom sejak tahun 1900.

West Brom adalah salah satu klub anggota pendiri the Football League tahun 1888. Klub ini pernah merasakan juara Champions of England yang diraihnya musim 1919/1920 serta menjadi runners-up dua kali kompetisi tersebut. West Brom tercatat lebih sukses di ajang FA Cup yang mana klub yang kini dilatih oleh Tony Pulis ini sudah menguasai lima edisi pagelarannya. Trofi pertama FA Cup diraih West Brom di tahun 1888 dan yang terakhir diraih tahun 1968. Trofi terakhir FA Cup itu juga menjadi trofi bergengsi teraakhir yang diraih West Brom. Selain itu, West Brom menjadi juara Football League Cup tahun 1966. Periode terpanjang West Brom berada di kompetisi teratas secara berturut-turtut terjadi dari tahun 1949 hingga 1973 dan dari tahun 1986 hingga 2002.

Secara keseluruhan, Kostum yang paling banak digunakan West Brom berwarna navi blue ditambah garis-garis putih. Namun, lebih kini, West Brom kerap memilih kostum kandangnya dengan warna putih. The Baggies mempunyai catatan rivalitas dengan Aston Villa dan Wolverhampton Wanderers. Hal tersebut telah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun. Derbi Black Country adalah brand atau tajuk saat West Brom bertanding dengan kedua klub tersebut.

west-brom-squad

Skuad West Bromwich Albion

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Ben Foster 14 MF James McClean
2 DF Allan Nyom 15 DF Sebastian Pocognoli
4 FW Hal Robson-Kanu 19 MF Callum McManaman
5 MF Claudio Yacob 22 MF Nacer Chadli
6 DF Jonny Evans 23 DF Gareth McAuley
7 MF James Morrison 25 DF Craig Dawson
8 MF Jake Livermore 38 GK Jack Rose
9 FW Salomon Rondon 43 DF Callam Jones
10 MF Matt Phillips 44 FW Tyler Roberts
11 DF Chris Brunt 45 FW Jonathan Leko
13 GK Boaz Myhill 47 MF Sam Field

Sejarah West Bromwich Albion

West Bromwich Albion didirikan pada tahun 1878 oleh para pekerja dari George Salter’s Spring Works di West Bromwich, Staffordshire, dengan nama West Bromwich Stollers. Tahun 1880, klub itu diganti namanya menjadi West Bromwich Albion dan menjadi klub pertama yang memakai akhiran atau suffix Albion. Albion sendiri adalah nama distrik di West Bromwich yang mana beberapa pemain tinggal dan bekerja di sana. Pada tahun 1881, West Bromwich Albion bergabung dengan Birmingham & District Football Association serta berlaga di kejuaraan Birmingham Cup. Itu menjadi kompetisi pertama West Brom. Dalam kompetisi tersebut, West Brom hanya sampai pada babak perempat final. Trofi pertama yang diraih West Brom datang di tahun 1883. Klub ini berhasil keluar sebagai juara pada pagelaran Staffordshire Cup. kemudian, di tahun yang sama, West Brom bergabung dengan the Football Association. Setelah bergabung, klub ini pun berhak untuk turut serta turun di ajang FA Cup musim 1883/1884. Tahun 1885, West Brom bertransformasi menjadi klub professional. Perubahan tersebut berdampak manis dengan sampai di babak final FA Cup 1886 meski kalah 0-2 dari Blackburn Rover. Tahun 1887, West Brom kembali mencapai partai final FA Cup. Sayangnya, The Baggis kembali tumbang dengan skor sama 0-2 dari Aston Vila. Baru di tahun 1888, West Brom merengkuh trofi FA Cup pertamanya usai menumbangkan Preston North End dengan skor 2-1. Dengan itu, West Brom berhak untuk bermain di Fpptball World Championship melawan jawara Scotlandia, Renton. Hasilnya West Brom dikalahkan Renton dengan skor 1-4.

Ketika Football League digulirkan, West Brom menjadi salah satu anggota pendiri bersama dua belas klub lainnya. Tahun 1892, West Brom meraih gelar kedua FA Cup. Tahun 1895, klub ini hampir meraih yang ketiga kalinya. Sayang, West Brom takluk di partai puncak dari Aston Vila 0-1. Musim 1900/1901, West Brom terdegradasi ke Divisi Dua. Tak butuh waktu lama, musim berikutnya West Brom sudah kembali ke Divisi Sat. Sayangnya, itu pun tak lama. West Brom kembali terdegradasi di musim berikutnya. Musim 1910/1911, West Brom juara Divisi Dua dan mencapai final FA Cup. Di partai puncak tersebut, West brom dikalahkan klub Divisi Dua, Barnsley. Musim 1919/1920, West Brom meraih trofi Football League. Gelar tersebut ditambah dengan catatan rekor 104 gol dan 60 poin di mana sebelumnya belum pernah ada yang melakukan itu. Kemudian West Brom menyelesaikan Divisi Satu musim 1924/1925 sebagai runners-up.

Di musim 1953/1954, West Brom hampir meraih double winner. Di ajang FA Cup, West Brom berhasil mengalahkan Preston North dengan skor 3-2 di laga pamungkasnya. Sayang, di Liga, kehilangan beberapa pemain kunci karena cidera di akhir-akhir musim, The Baggies harus puas finis di posisi dua, di bawah sang rival, Wolverhampton Wanderers. Biarpun begitu, di masa itu, West Brom mulai terkenal dengan gaya bermain menyerangnya. Bahkan saat itu sebuah surat kabar pernah menobatkan skuad West Brom musim 1953/1954 sebagai Team of the Year. Selanjutanya, West Brom sampai di semi final FA Cup 1957 dan finis di tiga lima besar Divisi Satu tiga dalam tiga musim beruntun, musim 1957/1958 sampai 1959/1960. Namun, meskipun The Baggies kurang impresiif selama tahun 1960-an, di masa-masa akhir dekade tersebut, West Brom justru terlihat membangun reputasi sebagai klub sukses. Tahun 1966, di bawah asuhan Jimmy Hagan, klub ini menundukkan West Ham United di debut League Cup-nya, menang dengan agregat 5-3 dalam dua leg. Semusim kemudian, West Brom mencapai babak final lagi meski tunduk dari Queens Park Rangers 3-2. West Brom kemudian keluar sebagai juara FA Cup 1968 setelah mengalahkan Everton dalam laga panjang mencapai extra time. Tahun 1969, Wet Brom sampai di babak semi final FA Cup dan perempat final European Cup Winners Cup serta mancapai final League Cup tahun 1970.

Sepanjang sejarah klub, West Brom banyak berkompetisi di top liga. Namun, saat Premier League didirikan tahun 1992, West Brom harus memulainya dari divisi tiga dan beberapa musim ke depannya di divisi dua. West Brom baru tiba di Premier League di musim 2001/2002 di bawah pelatih Gary Magson. Sayangnya, butuh tenaa ekstra untuk bermain di kompetisi teratas ini. sempat terdegradasi, The Baggies mampu kembali lalu menjalani kompetii di papan bawah.

Stadion Hawthorns

stadion-hawthorns

West Brom bermarkas di stadion Hawthorns. Namun, sebelum bermukin di sini, West Brom sempat berganti-ganti stadion beberapa kali sejak didirikannya tim. Rumah pertama West Brom adalah Cooper’s Hill. The Baggis bermukin di sana sejak tahun 1878 hingga 1879. Klub ini kemudin pindah ke Dartmouth Park pada tahun 1879. Mereka menghabiskan dua tahun di sana. Dari 1879 sampai 1881. Selama muim 1881/1882, West Brom bermarkas di Bunn’s Field yang juga dikenal dengan nama the Birches. Stadion ini berkapasitas antara 1.500 dan 2.000 orang. Dari tahun 1885 hingga 1900, West Brom memainkan seluruh laga kandangna di Stoney Lane. Di stadaion ini Albion meraih masa kejayaannya dengan beberapa gelar yang diraih dan beberapa pencapaian lainnya.

Sejak tahun 1900-an, Stoney Lane dirasa sudah tak cukup besar untuk menampung penonton. Sementara tiu, stadio-stadion sebelumnya yang pernah dihuni sudah di tutup semuanya. Klub pun berpikir untuk membangun stadion baru di wilayah Hawthorn. Stadion baru itu pun kemudian diberi nama The Hawthorns. Stadion ini berkapasitas sekitar 26.850 orang. keempat tribun yang ada dikenali dengan sebutan tribun Birmingham, Smethwick, tribun timur, dan barat. The Hawthorns bersertifikat UEFA yang mana berhak untuk menggelar kompetisi apapun. Terdapat banyak outlet di sekirataran stadion. Ada toko remi klub di Merry Hill dan toko lainnya yang dibuka musiman di West Bromwich Town Centre.

Staf Kepelatihan West Bromwich Albion

Posisi Nama
Manajer Tony Pulis
Asisten Manajer Dave Kemp
Mark O’Connor
Ben Garner
Pelatih Tim Utama Gerry Francis
Pelatih Kiper Jonathan Gould
Direktur Administrasi Richard Garlick
Direktur Performa Mark Gillett
Pelatih Fitnes Matt Green

Suporter West Bromwich Albion

West Bromwich Albion didukung oleh suporternya yang tersebar di kawasan-kawasan Britania Raya dan beberapa Negara lain seperti Irlandia, Australia, Malta, Mesir, Irlandia Utara, USA, India, dan Thailand. The Lord’s my Shepherd adalah judul anthem klub yang kerap dinyanyikan saat West Brom berhasil mencetak angka. Kebiasaan tersebut bermula sejak musim 1992/1993 ketika Albion mulai promosi ke divisi dua. Instrumen “The Liquidator” yang diciptakan oleh Harry J. Allstars mulai popular digunakan atau dikumandangkan di stadion sejak era 1980-an akhir.

Musim 2002/2003, supporter West Brom terpilih sebagai supporter terbaik di Premier League dan BBC saat itu membuat satu tes yang bernama “National Intelligence Test dan hasilnya menyatakan bahwa supporter West Brom lebih pintar dibandingkan dengan supporter klub lainnya yang mana score supporter West Brom ini memperoleh rata-rata skor 138.

Player of the Year West Bromwich Albion

Tahun Pemain Tahun Pemain
1979 Bryan Robson 1999 Lee Hughes
1980 N/A 2000 Larus Sigurdsson
1981 Tony Godden 2001 Neil Clement
1982 Cyrille Regis 2002 Russell Hoult
1983 N/A 2003 Jason Koumas
1984 Paul Barron 2004 Thomas Gaardsoe
1985 Garru Thompson 2005 Ronnie Wallwork
1986 Stephen Hunt 2006 Jonathan Greening
1987 Stuart Naylor 2007 Diomansy Kamara
1988 Carlton Palmer 2008 Kevin Phillips
1989 Chris Whyte 2009 Chris Brunt
1990 Bernard McNally 2010 Graham Dorrans
1991 Graham Roberts 2011 Youssouf Mulumbu
1992 Daryl Burgess 2012 Ben Foster
1993 Bob Taylor 2013 Gareth McAuley
1994 Daryl Burgess 2014 Ben Foster
1995 Paul Mardon 2015 James Morrison
1996 Andy Hunt 2016 Darren Fletcher
1997 Ian Hamilton 2017 Ben Foster
1998 Alan Miller

Prestasi West Bromwich Albion

Kompetisi Tahun
Football leagur (dulu)/ Premier League (sekarang) 1919/1920
Football league Second Division/ Football League Championship 1901/1902, 1910/1911, 2007/2008
FA Cup 1888, 1892, 1931, 1954, 1968
Football League Cup 1966
FA Charity Shield 1920, 1954
FA Youth Cup 1976
Tennent Caledonian Cup 1977
Birmingham Senior Cup 1886, 1895, 1988, 1990, 1991, 2012, 2014
Staffordshire Senior Cup 1883, 1886, 1887, 1889, 1900, 1902, 1903, 1924, 1926, 1932, 1933, 1951, 1969
Bass Charity Vase 1999, 2000, 2003

Sunderland AFC

Sunderland Association Football Club (AFC) merupakan tim sepak bola yang berbasis di utara dan timur kota Sunderland, area metropolitan Tyne and Wear. Sunderland didirikan 138 tahun yang lalu, tahun 1879. Klub berjuluk The Black Cat ini dimiliki oleh Ellis Short. Sunderland bermarkas di Stadium of Light.

Mulai dari musim 2017/2018, Sunderland akan bermain di EFL Championship, kasta kedua kompetisi sepak bola Inggris setelah di akhir musim 2016/2017, Sunderlend finis di dasar klasemen. Sejak berdirinya klub, Sunderland telah mengoleksi enam gelar First Division atau yang kita kenal hari ini sebagai Premier League. Gelar tersebut diraih Sunderland di tahun 1892, 1893, 1895, 1902, 1913, dan 1936. Sunderland juga pernah menjadi jawara FA Cup sebanyak dua kali, tahun 1937 dan 1973. Gelar FA Cup pertama diraih setelah menundukkan Preston North End dengan skor 3-1. Sementara itu, trofi kedua FA Cup didapat Sunderlend usai mengalahkan Leeds United dengan skor tipis 1-0. Sunderland juga sudah mengoleksi satu trofi FA Community Shielad yang diraihnya pada tahun 1936. Di level kompetisi domestik, Sunderlend keluar sebagai juara Divisi Dua sebanyak lima kali dan Divisi tiga sebanyak satu kali.

Sunderland memainkan semua laga kandangnya di stadion dengan kapasitas kurang lebih 49.000 orang, Stadium of Light. The Black Cat bermukim di stadion ini sejak tahun 1997. Sebelumnya, Sunderland bermarkas di Roker Park Stadium. Kapasitas awal Stadium of Light sebetulnya hanya 42.000. Penambahan kapasitas terjadi sejak tahun 2000 ketika stadion ini direnovasi besar-besaran. Sunderland memiliki sejarah rivalitas tinggi dengan klub tetangga, Newcastle United sejak tahun 1898. Tyne-Wear derby adalah judul atau tajuk di saat dua klub bertanding. Sejak promosi ke Premier League tahun 2007, Sunderland bertransformasi menjadi salah satu klub terkaya di dunia. Nilai klub mencapai 93 juta Dolar di tahun 2014 dan menjadikannya klub ke 31 terkawa di dunia.

skuad sunderland

Skuad Sunderland

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Vito Mannone 16 DF John O’shea
2 DF Billy Jones 17 MF Didier N’Dong
3 DF Bryan Oviedo 18 FW Jermain Defoe
4 DF Jason Denayer 19 DF Paddy McNair
5 DF Papy Djilobodji 20 MF Steven Pienaar
6 MF Lee Cattemole 21 DF Javier Manquillo
7 MF Sebastian Larsson 22 DF Donalad Love
8 MF Jack Rodwell 23 DF Lamine Kone
9 FW Fabio Borini 24 MF Darron Gibson
10 MF Wahbi Khazri 27 DF Jan Kirchhoff
12 GK Mika 28 FW Victor Anichebe
13 GK Jordan Pickford 29 FW Joel Asoro
14 MF Duncan Watmore 44 MF Adnan Januzaj
15 DF Joleon Lescott 46 MF Lynden Gooch

Sejarah Sunderland

Sunderland didirikan pada tanggal 17 Oktober 1879 dengan nama Sunderland and District Teachers A.F.C. oleh schoolmaster, James Allan. Sunderland tergabung ke Football League di musim 1890/1891. Saat itu Sunderland mengganti posisi Stok yang tedegradasi. Di akhir abad ke 9, Sunderland dinobatkan sebagai “Team of All Talents” oleh pendiri liga, William McGregor. Pujian tersebut disematkan setelah Sunderland menekuk Aston Vila dengan skor 7-2. Musim 1891/1892, Sunderland langsung memenangkan League Championship. Saat itu, The Times, sebuah majalah terkemuka, menyebut pemain-pemain sunderland sebagai “a wonderfully fine team”. Musim berikutnya, The Black Cat sukses mempertahankan trofi. Di masa itu, Johny Campbell, sang predator, bermain dengan luar biasa, mencetak 30 gol untuk yang kedua kalinya di dua musim berbeda secara berturut-turut.

Sunderland hampir merengkuh trofi Championship musim 1893/1894. Akhirnya klub finis di peringkar dua di bawah Aston Vila. Sunderland kembali meraih gelar di musim 1894/1895, unggul lima poin di atas runners-up, Aston Vila. Usai menjuarai Championship, The Black Cat bermain melawan Heart of Midlothian di ajang the cotish League. Sunderland menang 5-3 atas Midlothian dan difigurkan sebagai “Champions of the World”. Musm 1898/1899, Sunderland pindah kandang ke stadion Roker Park. musim 1901/1902, Sunderland kembali meraih gelar mengungguli Everton 3 poin yang duduk di peringkat dua.

Sunderland mencatat kemenangan terbesar di liga saat bertemu dengan tim rival. Newcastle ditaklukan 9-1 pada tanggal 5 Desember 1908. Tahun 1913, The Black Cat kembali merengkuh titel liga. Sayangnya di tahun yang sama, Sunderland kalah di final FA Cup dari Aston Vila. Padahal ini kesempatan pertama Sunderland untuk meraih double winner, liga dan FA. Musim 1935/1936 adalah edisi ke enam Sunderland berkompetisi di liga. Musim berikutnya, Sunderland menjuarai FA Cup setelah menekuk Preston North End 3-1 di Wembley Stadium.

Akhir tahun 1950-an, Sunderland diterpa masalah finansial. Di tengah masalah tersebut, Sunderland semakin terpuruk saat presiden klub dan tiga direktur klub ditemukan telah melakukan skandal keungan tahun 1957 hingga kemudian masing-masing disuspend dari klub. Keadaan buruk tersebut berdampak pada performa tim. Sunderland terdegradasi dari divisi teratas Inggris untuk pertama kalinya setela selama 68 tahun klub ini nyaman berlaga di sana. Kemudian, Sunderland absen dari Divisi Satu selama enam musim. Baru di musim 1964, Sunderland kembali promosi ke Divisi Satu. Sayangnya di akhir abad 20, Sunderland kembali terdegradasi setalah hanya mampu finis di posisi 21.

Sunderland kembali merengkuh gelar bergengsi di thun 1973. Saat itu The Black Cat berhasil membawa pulang trofi FA Cup. Klub ini mengalahkan Leeds United di partai finalnya. Dengan menjuarai FA Cup ini, Sunderland berhak untuk kualifikasi UEFA Cup Winners’ Cup dan ini menjadi ajang pertama Sunderand berlaga di turnamen Eropa. Di kompetisi para juara Cup negara-negara Eropa ini, Sunderland berhasil menakluka Vasas Budapest dengan agregat 3-0. Selanjutnya, Sunderland disingkirkan Sporting Lisbon dari komeptisi ini. Di laga home, Sunderland sebenarnya menang 2-1. Sayang, di leg kedua, Sporting Lisbon unggul 2-0 dan menjadikan agregat 2-3.

Tahun 1987, Sunderland mencatat rekor raihan poin terendah di liga sepanjang sejarah klub. Tim pun terdegradasi ke Divisi Tiga English League untuk yang pertama kalinya. Beruntungnya, perombakan di tubuh klub dengan kehadiran presiden baru, Bob Murray dan manajer baru, Denis Smith, musim berikutnya, Sunderland sudah bisa promosi ke Divisi Dua. Baru di tahun 1990, Sunderland kembali ke kompetisi kasta teratas sepak bola Inggis meski dalam keadaan yang tidak menentu. Di laga play off antara Sunderland melawan Swindon Town dalam perebutan satu kursi di divisi satu, The Black Cat sebetulnya kalah. Namun, Swindon ditemukan terdapat ketidakberesan dalam hal finansial, maka Sunderland yang ditunjuk berhak atas satu kursi tersebut.

Tahun 1995, Sunderland terlihat bakal terjun kembali ke Divisi Tiga. Tindakkan cepat dilakukan. Peter Reid ditunjuk sebagai nahkoda baru klub dan berhasil mengangkat performa tim. Di bawah asuhannya, stabilitas performa dinilai terjaga. Ia pun dipertahankan untuk melatih. Setelah promosi dari Divisi Satu pada musim 1995/1996, Sunderland mulai menjajaki musim pertamanya di Premier League meski di akhir musimnya, Sunderland hanya finis di peringkat tiga terbawah. Akhirnya, Sunderland pun kembali terdegradasi ke Divisi Satu. Tahun 1997, Sunderland pindah markas. Klub ini meninggalkan Roker Park yang telah dihuninya selama 99 tahun. Sunderland pindah ke kandang barunya, Stadium of Light meski seorang mantan pemain Sunderland, Len Shackleton, mengatakan bahwa tidak akan ada tempat lain seperti Roker. Selanjutnya, Sunderland berkompetisi fluktuatif dari Premier League dan Championship. sempat promosi ke premier league saat diasuh Roy Keane tahun 2007, inkonsistensi kemudian membuat Sunderland kembali terdegradasi. Musim 2017/2018 pun Sunderland tidak akan bermain di Premier League sebab berada di dasar tabel klasemen Premier League musim 2016/2017.

Staf Kepelatihan Sunderland

Posisi Nama
Manajer David Moyes
Asisten Manajer Paul Bracewell
Pelatih Tim Utama Robbie Stockdale
Pelatih Kiper Adrian Tucker
Pelatih U-21 Andy Welsh
Pelatih U-18 Lewis Dickman
Fisioterapist Peter Brand
Sport Scientist Scott Pearce
Kitman John Cooke

Stadium of Light

stadium of light

Sunderland bermarkas di Stadium of Light sejak tahun 1997. Stadion yang terletak di 50 Fawcett St, Sunderland, ini mampu menampung hingga kurang lebih 49.000 penonton. Penamaan stadion dibuat demikian sebagai bentuk penghargaan terhadap wilayah industri dan warisan pertambangan kebanggaan publik Sunderlang. Stadium of Light ini menjadi stadion nomor lima dengan kapasitas terbesar di Inggris.

Sepanjang sejarah klub, Sunderland telah bermukim di tujuh stadion berbeda. Pertama, sejak tahun 1879, Sunderland bermarkas di Blue House Field yang terletak di wilayah Hendon. Stadion ini terletak berdekatan dengan tempat di mana Sunderland didirikan, Hendon Board School. Selanjutnya, Sunderland berpindah markas ke Groves Field di Ashbrooke pada tahun 1882. The Black Cat hanya menghabiskan satu musim di stadion ini. musim berikutnya, Sunderland pindah ke stadion ketiganya, stadion Horatio Strret di wilayah Roker. Stadion ini menjadi stadion pertama di yang terletak di bagian utara sungai Wear. Semusim kemudian, Sunderland pindah ke Abbs Field di Fulwell untuk dua musim ke depan.

Tahun 1886, kandang Sunderland pindah ke Newcastle Road. Stadion ini bertambah kapasitasnya hingga mencapai 15.000 pada tahun 1898. Memasuki abad ke-20, Sunderland berpikir untuk pindah ke stadion dengan kapasitas yang lebih besar. Klub ini pundah ke Roker Park. stadion ini dibuka tanggal 10 September 1898. Kapasitas Stadion Roker Park mencapai 50.000 orang. tahun 1913, Sunderland hampir bangkrut karena biaya pembangunan renovasi tribun utama Rooker Park. tahun 1943, Rooker Park terkena Bom yang menghancurkan salah satu tribunnya. Tahun 1990-an, stadion sudah tak cukup lagi untuk menampung supporter Sunderland. Karena pertimbangan tidakadanya ruan untuk pembangunan kembali Rooker Parkk, Sunderland pun pindah ke Stadium of light di tahun 1997.

Prestasi Sunderland

First Division/ Premier League 1891/1892, 1892/1893, 1894/1895, 1901/1902, 1912/1913, 1935/1936
Second Division/ First Division/ Championship 1975/1976, 1995/1996, 1998/1999, 2004/2005, 2006/2007
Third Division/ Second Division/ League One 1987/1988
FA Cup 1937, 1973
Charity Shield 1936
Sheriff of London Charity Shield 1903
BBC Sports Personality Team of The Year Award 1973
Football World Championship 1895

Aparel dan Kit Sponsorship Sunderland

Sunderland pertama kali disponsori, dengan kesepakatan menempelkan nama perusahaannya di kostum, oleh Cowie’s, grup bisnis yang dipimpin oleh Tom Cowie. Kesepakatan tersebut berlangsung sejak 1983 hingga 1985. Antara tahun 1985 hingga 1999, Sunderland disponsori oleh Vaux Breweries beserta brand minuman yang juga kerap terpampang di jersey tim. Selanjutnya, ada nama-nama perusahaan seperti Boylesport, Tombola, Tullow Oil, Bidvest, Dafabet dan seterusnya. Berikut adalah detailnya.

Periode Aparel Shirt Sponsor
1975-1981 Umbro None
1981-1983 Le Coq Sportif
1983-1985 Nike Cowie’s
1985-1986 Vaux Breweries
1986-1988 Patrick
1988-1994 Hummel
1994-1997 Avec
1997-2000 Asics
2000-2004 Nike Reg Vardy
2004-2005 Diadora
2005-2007 Lonsdale
2007-2010 Umbro Boylesports
2010-2012 Tombola
2012-2013 Adidas Invest in Africa
2013-2015 Bidvest
2015- Dafabet

Southampton FC

Southampton Football Cub adalah klub profesional yang bermain di kompetisi teratas Inggris, English Premier League. Klub berjuluk The Saints ini berbasis di Southampton, Hampshire, Iggris. Southampton didirikan pada 21 November 1885 dengan nama St. Mary’s Y.M.A.. Hingga tahun 2017, klub ini dimiliki oleh Katharina Liebherr. Musim 2016/2017, di bawah asuhan Claude Puel, Southampton finis di peringkat 8 Liga Premier Inggris.

Southampton telah mengoleksi satu gelar FA Cup yang diraihnya tahun 1976. Di level kompetisi, capaian tertinggi The Sints terjadi pada musim 1983/1984 yang mana klub mampu finis di posisi kedua tabel klasemen. 15 Mei 2005, Southampton terdegradasi dari Liga Premier Inggris setelah 27 tahun berturut-turut berlaga di kompetisi nomor satu Inggris ini. Tujuh tahun kemudian, klub berkostum berpola strips merah putih ini kembali ke Premier League.

Akademi Southampton terbukti cukup produktif memproduksi pemain-pemain hebat. Beberapa nama yang berasal dari akademi Southampton kini banyak yang menghuni klub-klub ternama dunia semisal Adam Lallana, Theo Walcott, Alex Oxlade-Chamberlain, Wayne Bridge, Luke Shaw, Gareth Balem dan Chris Baird. Dari nama-nama berikut juga tak terelakkan bahwa akademi Southampton tak absen menjadi produsen pemain tim nasional Inggris.

Southampton bermukim di St Mary’s Stadium sejak tahun 2001 setelah seblumnya menghuni stadion The Dell. Julukan The Saints atau dalam bahasa Indonesia berarti orang suci tersemat pada klub sejak tahun 1885 berkaitan dengan sejarah klub yang mana Southampton ini merupakan salah satu klub sepak bola di Inggris yang lahir dari gerja. Southampton mempunya catatan rivalitas yang cukup panas dengan Portsmouth. Rivalitas tersebut disebabkan oleh kedekatan lokasi kedua klub dan sejarah maritim masing-masing kota. South Coast derby adalah tajuk saat kedua tim beradu.

skuad-southampton

Skuad Southampton

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Fraser Poster 19 MF Sofiane Boufal
2 DF Cedric Soares 20 FW Manolo Gabbiadini
3 DF Maya Yoshida 21 DF Ryan Bertrand
4 MF Jordy Clasie 22 MF Nathan Redmond
5 DF Florin Gardos 23 MF Pierre-Emile Hojbjerg
7 FW Shane Long 24 DF Jack Stephens
8 MF Steven Davis 26 DF Jeremy Pied
9 FW Jay Rodriguez 28 GK Stuart Taylor
10 FW Charlie Austin 32 FW Olufela Olomola
11 MF Dusan Tadic 33 DF Matt Targett
13 GK Alex McCrthy 38 DF Sam McQueen
14 MF Oriol Romeu 39 MF Josh Sims
16 MF James Ward-Prowse 41 GK Harry Lewis
17 DF Virgil van Dijk 42 MF Jake Hesketh
18 MF Harrison Reed FW Sam Gallagher

Sejarah Southampton

Southampton dibentuk di sebuah gereja bernama St. Mary pada 21 November 1885 oleh asisiasi pemuda Inggris anggota Gereja St. Mary dengan nama St. Mary’s Y.M.A.. klub ini mulanya sering bertanding di The Common, sebuah laga amatir. Kemudian, jika mereka bertanding di pertandingan yang lebih besar, semisal turnamen, Southampton melakoninya di lapang Country Cricket atau di lapang Antelope Cricket. Pada intinya, secara garis besar, Southampton mulanya bernama St. Mary’s Young Men’s Association F.C. dan sering hanya disebut St. Mery’s FC hingga musim 1887/1888. Lalu, ketika klub mulai berkompetisi di Southern League, namanya berubah menjadi Southampton St. Mary’s.

Nama-nama seperti Charles Baker, Alif Littlehales, Fred Hollands dan Lachie Thomson menjadi bagian penting dari klub di masa-masa Southampton baru meniti karir Liga. Musim 1896/1897, the Saint meraih gelar Southern League. Selanjutnya, klub berubah menjadi sebuah perusahaan mandiri dan berganti nama menjadi Southampton F.C. klub yang baru bertransformasi ini menjuarai Southern di tahun 1897, 1898, 1899, 1901, 1903, dan 1904. Pada periode ini, mereka pinah kandang ke The Dell yang dibangun dengan dana mencapa 10 ribu Poundsterling. Tahun 1900, Southampton untuk yang pertama dari keempat kalinya klub mencapai partai final FA Cup tahun 1900.

Tahun 1920, tepat seusai berakhirnya perang dunia kesatu, Southampton bergabung dengan kompetisi yang baru terbentuk, Divisi tiga Football League. Semusim kemudian, The Saint promosi ke kasta di atasnya, Divisi Dua. Tahun 1925 dan 1927, Southampton sampai di babak semi final FA Cup. Sayangnya, Southampton dikalahkan Sheffield dan Arsenal. Tahun 1940, ketika sebuah bom dijatuhkan di the Dell Pitch saat perang dunia dua, Southampton dipaksa untuk bermarkas di kandang Portsmouth sang rival, Fratton Park.

Southampton promosi ke divisi dua tahun 1960. Tahun 1966, dengan 30 dari 85 gol keseluruhan klub sepanjang musim, Southampton promosi ke Divisi Satu. Selanjutnya, Southampton bertahan selama delapan musim di kompetisi elit ini. Sepanjang periode tersebut, catatan terbaik klub hanya mampu finis di posisi tujuh,terjadi pada musim 1968/1969 dan 1970/1971. Setelah terdegradasi, Southampton, di bawah manajemen McMenemy, mencoba untuk bangkut. Klub mendatangkan beberapa pemain baru seperti Peter Osgood, Jim McCalliog, Jim Steele, dan Peter Rodrigues. Tahun 1976, The Saint mampu menembus babak final FA Cup. Musim berikutnya, Souhampton berlaga di kancah Eropa dalam perhelatan Cup Winners’ Cup dan tersingkir di babak ketiga setelah kalah agregat 2-3 dari Anderlecht.

Musim 1992/1993, Southampton menjadi anggota Premier League. The Saint mampu bertahan sepuluh musim yang sering dipenuhi dengan perjuangan melawan ancaman degradasi. Tahun 2004, Southampton terdegradasi ke championship, kasta kedua sepak bola Inggris. Musim pertamanya berkompetisi di Championship, Southampton kembali hampir terdegradasi. Beruntungnya, klub ini sanggup menaikkan performanya dan meraih hasil positif di minggu-minggu terakhir kompetisi hingga akhirnya Southampton mengunci posisi 12 di akhir musimnya.

Musim 2012/2013, Southampton baru kembali ke Premier League. Kala itu, klub ini tengah ditangani oleh manajer Nigel Adkins. Di masa-masa awal sekembalinya ke Premier League, Nigel digantikan oleh pelatih asal Argentina Mauricio Pochettino. Di akhir musim, Southampton finis di peringkat 14 tabel klasemen. Setidaknya, klub ini selamat dari ancaman degradasi di musim kembalinya mereka di Liga Premier Inggris. Selanjutnya, perjalanan Southampton, sebagaimana lazimnya klub sepak bola, diwarnai dengan pergantian pemain dan pelatih. Namun, hingga musim 2016/2017, Southampton belum bisa finis di atas posisi tujuh yang terakhir kali didapatkan berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Staf Kepelatihan Southampton

Posisi Nama
Manajer Claude Puel
Asisten Manajer Eric Black
Asisten Pelatih Tim Utama Pascal Plancque
Pelatih kiper Dave Watson
Sport Scientist Alek Gross
Fisioterapist Tom Sturdy
Steve Wright
Kevin Mulholland
Data Scientist Laura Bowen
Kitman MarkForbes
Jamie Ireland
Performance Analyst Scott Waters
Michael Haines

St. Mary’s Stadium

st-mary-stadium

Southampton bermarkas di stadion St Mary. Stadion yang berlokasi di Britania Road, Southampton, Hampshire ini dibuka tahun 2001. St Mary’s Stadium mampu menampung hingga kurang lebih 32.363 orang. Stadion ini menjadi yan terbesar di wilayah selatan Inggris, kecuali London, tentunya. Southampton sudah bermukim di St Mary’s Stadium sejak stadion ini dibuka. Laga pembuka terjadi kali tuan rumah menjamu RCD Espanyol. St. Mary’s Stadium masuk dalam jajaran stadion UEFA’s Four Star Criteria. Stadion St. Mary tercatat sudah menghelat beberapa pertandingan Internasional. Rekor penonton terbanyak yang hadir di stadion terjadi saat Southampton melawan Coventry City, April 2012, dengan jumlah penonton mencapai 32.363 orang.

Sebelum berkandang di St Mary’s Stadium, sejak tahun 1898 hingga 2001, Southampton menjalani semua laga kandangnya di stadin The Dell. Sejarah panjang meliputi 103 tahun berdirinya The Del diwarnai dengan beberapa kali renovasi, termasuk dua tribun yang dibangun ulang setelah tragedi kebakaran tahun 1950. Southampton melakukan latihan di stadion terpisah dengan stadion utamanya. The Saints latihan di Staplewood yang berlokasi di tepi New Forest. Fasilitas latihan yang dibangun dengan dana hampir 40 juta Poundsterling ini dibuka tahun 2014 bulan November.

Lambang Southampton

Southampton pada masa awal pendiriannya menggunakan lambang yang sama dengan lambang kota. Namun, selama periode 1970-an, kompetisi dan suporter mendorong klub untuk membuat lambang klub baru. Lambang yang didesain oleh Rolland Parris menjadi lambang baru klub dan digunakan selama 20 tahun. Pengganti lambang buatan Parris dibuat oleh agensi desain Southampton pada tahun 1990-an.

Lambang Southampton 125

Dari atas sampai ke bawah, lambang yang ada merepresentasikan kesucian sesuai julukannya, saints. Bola mencerminkan sifat alamiah klub. Kemudian syal di di bagian atas menggambarkan suporter dan warna kebesaran klub. Gambar pohon merepresentasikan lokasi New Forest dan Southampton Common. Terdapat juga seperti arus air di bawah pohon. Itu melambangkan hubungan klub dengan sungai, laut, dan samudra. Kita tahu bahwa Southampton adalah daerah agraris. Tanggal 13 Mei 2010, klub merilis lambang baru dalam versi spesial ulang tahun Southampton ke 125.

Prestasi Southampton

Kompetisi Tahun
Football League Division Three/ Football League One 1959/1960
Football League Third Division South 1921/1922
Southern League 1896/1897, 1897/1898, 1898/1899, 1900/1901, 1902/1903, 1903/1904
FA Cup 1976
Football League Trophy 2010
Hampshire Senior Cup 17 kali

Aparel dan Kit Sponsor Southampton

Southampton pernah disponsori berbagai perusahaan. Perusahaan pertama yang namanya terpampang di kostum pemain Southampton adalah sebuah perusahaan pembuat mesin fotokopi, Rank Xerox, tahun 1983. Selanjutnya ada Draper Tools, perusahaan yang mempunyai pabrik besar di dekat East leigh. Perusahaan ini mensponsori Southampton dari tahun 1984 hingga 1993. Selanjutnya, berbagai perusahaan datang membuat kesepakatan dengan klub. Berikut adalah data sponsorship utama dan apparel Southamppton.

Periode Apparel Shirt Sponsor
1974-1976 Umbro None
1976-1980 Admiral
1980-1983 Patrick Rank Xerox
1983-1984 Air Florida
1984-1987 Draper Tools
1987-1991 Hummel
1991-1993 Admiral
1993-1995 Pony Dimplex
1995-1999 Sanderson
1999-2006 Saints (brand klub) Friends Provident
2006-2008 Flybe
2008-2010 Umbro
2010-2011 None
2011-2013 aapᶟ
2013-2014 Adidas
2014-2015 Saints Veho
2015-2016 Adidas
2016- Under Armour Virgin Media

West Ham United

West Ham United merupakan klub profesional yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League. Klub ini berbasis di Stratford, London timur. West Ham didirikan pada tanggal 29 Juni 1895 dengan nama Thames Ironworks. Kemudian di tangal 5 Juli 1900, klub tersebut berubah menjadi West Ham United sebagaimana kita ketahui sekarang. Klub berjuluk The Hamers ini bermarkas di Olympics London Stadium yang mampu menampung hingga kurang lebih 60.000 penonton.

Sekitar satu abad sejak tahun 1904, West Ham United memainkan laga kandangnya di Boleyn Ground. West Ham mulai memulai keikutsertaannya dalam kompetisi di Southern League dan Western League sebelum akhirnya turut ambil bagian di Football League tahun 1919. Empat tahun kemudian, tahun 1923, klub ini berhasi promosi ke level tertinggi kompetisi Inggris di masa itu. Di tahun yang sama, West Ham gagal mengangkat trofi FA Cup di mana mereka hanya sanggup keluar sebagai runners-up turnamen tertua Negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Klub yang juga sering disapa The Irons ini baru berhasil merengkuh gelar FA Cup di tahun 1964 yang kemudian berlanjut di tahun 1975 dan 1980. Sementara itu, di ajang serupa tahun 1923 dan 2006, Westt Ham dikalahkan di partai puncaknya. Di level Eropa, West Ham telah mengoleksi satu gelar European Cup Winners’ Cup tahun 1965 dan runners-up Intertoto Cup tahun 1999.

Untuk level domestik, West Ham United menjadi salah satu klub yang belum pernah jatuh di bawah kasta kedua liga. Klub ini menghabiskan 59 dari 91 musim di kasta teratas liga, termasuk liga musim 2016/2017. Capaian tertinggi klub di kompetisi domestik adalah ketika West Ham finis di posisi tiga Divisi Satu kompetisi musim 1985/1986. The Hammers pernah menjadi klub pemasok pemain Tim Nasional Inggris. Piala dunia tahun 1966, West Ham menyumbang sejumlah nama untuk The Three Lion. Mereka adalah Bobby Moore, Geoff Hurst, dan Martin Peters.

Skuad West Ham United

Skuad West Ham United

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Darren Randolph 21 DF Angelo Ogbonna
2 DF Winston Reid 22 DF Sam Byram
3 DF Aaron Cresswell 23 DF Jose Fonte
4 MF Havard Nordtveit 24 FW Ashley Fletcher
5 DF Pablo Zabaleta 25 DF Doneil Henry
7 MF Sofiane Feghouli 26 DF Arthur Masuaku
8 MF Cheikhou Kouyate 30 MF Michail Antonio
9 FW Andy Carroll 31 MF Edimilson Fernandes
10 MF Manuel Lanzini 32 DF Reece Burke
11 MF Robert Snodgrass 33 DF Stephen Hendrie
13 GK Adrian 34 GK Raphael Spiegel
14 MF Pedro Obiang 35 DF Reece Oxford
15 FW Diafra Sakho 36 MF Domingos Quina
16 MF Mark Noble 41 DF Declan Rice
19 DF James Collins
20 FW Andre Ayew

Sejarah West Ham United

West Ham United semula adalah sebuah klub yang didirikan pada tahun 1895 dengan nama Thames Ironworks. Klub ini diinisiasi oleh Dave Taylor, seorang mandor dan wasit liga lokal. Thames Ironworks bermai di sebuah kompetisi amatir tahun 1895. Tim ini, sesuai namanya, diisi oleh kelompok pekerja seperti Thomas Freeman, seorang pekerja di sebuah kapal penyelamat, Walter Parks seorang penjaga toko, Tom Mundy, Walter Tranter, dan James Lindsay yang bekerja sebagai pembuat wajan atau panci, William Chapman, George Sage, William Chamberlain, serta Charlie Dove yang berpropesi sebagai pengeling.

Thames Ironworks pernah meraih titel West Ham Charity Cup di tahun 1895, tak lama setelah klub ini dibentuk. Mereka juga pernah meraih gelar juara London League tahun 1897. Thames Ironworks pernah bertransformasi menjadi klub profesional di tahun 1898 dengan mengikuti Southern League Divisi Dua. Mereka juga sempat promosi ke Divisi Satu pada musim pertama keikutsertaannya di Southern League. Tim ini sebetulnya berkostum biru gelap. Namun, tahun 1987 hingga 1899, warna kostum mereka berubah menjadi biru langit dengan kombinasi putih. Barulah di tahun 1899, tim ini mengganti warna kostumnya dengan warna claret atau merah anggur dan biru langit di bagian lengannya. Persis seperti apa yang kita lihat sekarang.

Tahun 1900, Thames Ironworks menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh krisis finansial. Lalu, setelah hampir bangkrut, klub ini mereformasi diri, mengganti nama klub menjadi West Ham United dengan Syde King sebagai manajer dan Charlie Paynter sebagai asistennya. Namun, dikarenakan orang-orang dan akar West Ham ini diketahui bertalian dengan Thames Irin Works, suporter dan media lokal tetap mengetahui atau menyebut tim ini dengan nama te Irons atau the Hammers.

West Ham United mulai berkompetisi di Western League musim 1901/1902 meski masih mengikuti liga di Divisi Satu Southern League tahun 1907. Klub yang telah bertransformasi menjadi West Ham United membawa perubahan pula pada kandang klub. Semula mereka bermarkas di Memorial Grounds, Plaistow. Setelah berganti nama, klub pun pindah markas ke stadion Boleyn Ground di area Upton Park tahun 1904. Pertandingan perdana di rumah baru ini terjadi kala West Ham menjamu sang rival, Millwall. Pertandingan yang dimenangkan West Ham dengan skor 3 gol tanpa balas tersebut disaksikan oleh kurang lebih 10.000 penonton.

Tahun 1919, West Ham masuk Divisi Dua Football League. Empat tahun kemudian, tahun 1923, West Ham promosi ke Divisi Satu. Di tahun yang sama, klub mencapai partai final FA Cup untuk yang pertama kalinya. Di laga pamungkas yang dihelat di Stadion Wembley tersbut, West Ham ditekuk Bolton Wanderes 2-0. Pertandingan final ini disaksikan oleh kurang lebih 200.000 penonton. Tahun 1932, West Ham terdegradasi ke Divisi Dua. Saat itu, ketika tim terpuruk, terdegradasi ke divisi dua, sanga manajer, King yang telah melatih West Ham kurang lebih 32 tahun terkena masalah mental. Ia sering ditemukan mabuk-mabukkan dan tak lama berselang, putranya ditemukan bunuh diri. King pun digantikan oleh asistennya, Charlie Paynter. Suksesor King ini menangani West Ham hingga tahun 1950 sebelum digantikan oleh Ted Fenton. Di bawah kepemimpinan Fenton, West Ham kembali promosi ke top flight, Divisi Satu tahun 1958.

Tahun 1961, Ron Greenwood mengambil alih kursi manajer dari Fenton. Greenwwod sukses mempersembahkan dua trofi bergengsi bagi West Ham. Di bawah asuhannya, The Hamers sanggup menggondol piala FA Cup tahun 1964 dan European Cup Winners’ Cup. Capaian individu pemain Hest Ham, Bobby Moore, Martin Peters, dan Geoff Hurst untuk Tim Nasional Inggris dalam perhelatan Piala Dunia tahun 1966 pun terbilang tokcer. Peters sanggup mempersembahkan gol di partai final dan Geoff Hurst mampu membuat hat-trick pertama untuk Inggris. Ketiga pemain itu adalah jebolan dari skuad West Ham muda. Ketiga pemain ini, atas jasanya membantu Inggris meraih trofi Piala Dunia 1966, diabadikan dalam bentuk patung yang diletakkan di Barking Road. Selanjutnya, West Ham bermain fluktuatif antara divisi satu dan dua. Namun, West Ham tak pernah jatuh lebih dari divisi dua. Di era 2000, banyak bintang lahir dari klub ini seperti Carlos Tevez, Javier Marscherano, Carlton Cole dan lain sebagainya.

Staf Kepelatihan West Ham United

Posisi Nama
Manajer Slaven Bilic
Asisten Manajer Nikola Jurcevic
Pelatih Tim Utama Edin Terzic
Asisten Pelatih Tim Utama Julian Dicks
Pelatih Kiper Chris Woods
Head of Performance Miljenko Rak

Stadion Olympics London

olympic-stadium-london

West Ham United berkandang di Boleyn Ground atau yang biasa dipanggil Upton Park hingga tahun 2016. Boleyn Ground ini memiliki kapasitas sebesar kurang lebih 35.016 orang. The Hammers sudah menempati stadion ini sebagai markasnya sejak tahun 1904. Sebelum itu, ketika nama klub masih Thames Ironworks, mereka bermarkas di Hermit Road, Browning Road, dan Memorial Grounds. Di Memorial Grounds, klub menghuninya hingga tahun 1904.

Setelah proses panjang, tahun 2013, West Ham menandatangani perjanjian sewa stadion Olympics London untuk 99 tahun dari pemerintahan setempat. West Ham kemudian menggunakan Stadion Olympics sebagai kandangnya sejak Premier League musim 2016/2017. Terkait penyewaan stadion, suporter rivals pernah mendorong agar dilakukan peyelidikan atas kesepakatan penyewaan Stadion Olympys tersebut. Hal tersebut ditenggarai oleh anggapan suporter rival bahwa ada ketidakadilan keuntungan dari kesepakatan tersebut. Namun, tahun 2015, pihak pemerintah mengabaikan tekanan suporter rivals tersebut dan menolak untuk dilakukannya penyelidikan sebagaimana yang dituntutkan oleh suporter rivals.

Stadion Olympics London terletak di Queen Elizabeth Olympic Park. Stadion berkapasitas 60.000 penonton ini dibuka tahun 2011. Semula, stadion ini dibangun untuk tujuan penyelenggaraan Olimpiade 2012. Konstruksi stadion dimulai bulan April 2008 dan rampung di tahun 2011. Pada awal pembukaan Olimpiade, stadion Olympics ini mampu menampung hingga 90.000 penonton. Namun, pengurangan kapasitas terjadi berkenaan dengan perubahan format temapat duduk penonton.

Prestasi West Ham United

Kompetisi Tahun
Divisi Dua Football League Championship 1957/1958, 1980/1981
Western Football League 1906/1907
FA Cup 1964, 1975, 1980
FA Charity Shield 1964
Football League War Cup 1940
Southern Floodlit Cup 1956
London Challenge Cup 1924/1925, 1925/1926, 1929/1930, 1946/1947, 1948/1949, 1952/1953, 1956/1957, 1967/1968, 1968/1969
Essex Professional Cup 1951, 1955, 1959
London Combination 1916/1917
Southern League Division Two 1898/1899
London League 1897/1898
West Ham Charity Cup 1896
European Cup Winners Cup 1965
UEFA Intertoto Cup 1999
Ciutat de Barcelona Trophy 2013
International Soccer League 1963

Suporter, Holigansme, dan Rivalitas West Ham United

West Ham United memiliki kelompok suporter fanatik yang gaungnya telah terdengar di seluruh dunia. Lagu kebesaran atau chorus mereka yang berjudul “I’m Forever Blowing Bubbles” juga sudah tak asing di telinga pecinta olah raga sepak bola. Di ajang FA Cup tahun 1975, lagu tersebut selalu dikumandangkan sebelum pertandingan saat West Ham bermain di kandang. Suporter West Ham mulai memancing perhatian sepak bola Inggris saat klub kebanggan mereka menjamu bintang lapangan tengah Inggris, David Beckham musim 1998/1999. Suporter West Ham ini memberi tensi panas yang mungkin kurang menyenangkan bagi Beckham. Terlebih, pertandingan tersebut merupakan pertandingan away pertama saat Beckham berseragam Manchester United. Teriakkan ‘Boo’ riuh terdengar di seisi stadion ketika Beckham memegang bola dan itu berlangsung di sepanjang pertandingan.

Asal muasal sepak bola di West Ham ini tak lepas dari kekerasa yang bermula sejak tahun 1960-an berkenaan dengan pendirian distrik Mile End Mob. Selama periode 1970-an, kelompok suporter West Ham ini mulai dikenal dengan level holigannya. Di era tersebut juga, suporter West Ham secara tidak langsung mulai mendapat peran antagonis terkait dengan karakternya di hadapan Polisi dan kelompok suporter klub asal London lainnya. Sebuah kelompok suporter bernama casuals pun mulai lahir dekade 70-an dan seolah melekat dengan diri suporter Wes Ham. Casual ini merupakan kelompok suporter yang selalu menghindari supervisi Polisi dan tidak mengenakan pakaian yang berkaitan dengan klub kebanggaan mereka. Mereka adalah suporter yang bepergian menyaksikan pertandingan sepak bola dari satu kota ke kota lainnya.

West Ham memiliki hubungan rivalitas dengan beberapa klub London lainnya. Yang terpanas adalah dengan Tottenham Hotspur yang masing-masing tim mewakili wilayahnya, London timur dan London utara. Juga dengan Chelsea, representasi klub London barat. Tak kalah panasnya, West Ham sejak dulu memiliki hubungan cukup panas dengan Millwall FC yang pamornya tak sementereng dua klub sebelunya. Rivalitas ini kerap diperpanas tensinya dengan hijrah pemain antar klub. Nama-nama seperti Michael Carrick, Martin Peters, Paul Allen, Jermain Defou, dan Scott Parker adalah beberapa yang membelot dari Hammers ke Tottenham. Baru-baru ini, rivalitas mulai memenas antara West Ham dan klub Yorkshire, Sheffield United. Hal tersebut berkenaan dengan transfer Carlos Tevez yang membantu West Ham keluar dari degradasi.

Middlesbrough FC

Middlesbrough Football Club, sesuai namanya, adalah klub professional yang berbasis di Middlesbrough, North Yorkshire, Inggris. klub ini didirikan pada tahun 1876. Klub berjuluk The Boro ini bermarkas di Riverside Stadium yang mampu menampung hingga kurang lebih 33.746 penonton. Tim yang juga sering dipanggil Smoggies ini dimiliki oleh Steve Gibson. Sunderland dan Newcastle United merupakan rival Middlesbrough. Klub asal Yorkshire lainnya, Leeds United juga kerap tersulut rivalitas sengit dengan Middlesbrough.

Tahun 1986, klub hampir bangkrut karena kondisi finansial yang teramat kritis. Beruntungnya, sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Steve Gibson datang menyelamatkan klub dari kebangkrutan. Middlesbrough menjadi salah satu klub yang turut serta mendirikan Premier League tahun 1992. Sayangnya, klub ini hanya mampu bertahan semusim di Premier League. Di akhir musim, Middlesbrough mesti terdegradasi.

Middlesbrough baru mampu mengoleksi trofi bergengsi League Cup tahun 2004. Sementara itu, The Boro juga hampir mampu meraih trofi UEFA Cup andai tidak dikalahkan oleh Sevila di partai finalnya. Di kancah kompetisi domestik, prestasi terbaik Middlesbrough adalah finis di peringkat tiga pada kompetisi musim 1913/1914.

Kostum tradisional Middlesbrough berwarna merah dengan detail atau pola warna putih. Di musim terbaru pun, Middlesbrough masih bertahan dengan warna merah dominan untuk kostum kandanganya. Untuk apparel, sepanjang sejarah klub, tercatat beberapa prusahaan apparel ternama pernah bekerjasama oleh Middlesbrough seperti Adidas, Hummel, Admiral, dan beberapa nama lainnya.

Urusan stadion, sejak didirikan, Middlesbrough sudah beberapa kali pindah kandang. Di masa awalnya, tahun 1876-an, The Boro bermukim di Albert Park. Selanjutnya ada beberapa nama stadion yang pernah dihuni Middlesbrough seperti Breckon Hill, Linthorpe Road Ground, Ayresome park, hingga sekarang bermarkas di Riverside Stadium.

Pemain Middlesbrough

Skuad Middlesbrough

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Dimitrios Konstantopoulos 18 FW Cristhian Stuani
2 DF Fabio 19 MF Stewart Downing
3 DF George Friend 20 FW Patrik Bamford
4 DF Daniel Ayala 21 MF Gaston Ramirez
5 DF Bernardo Espinosa 22 DF Dael Fry
6 DF Ben Gibson 25 DF Calum Chambers
7 MF Grant Leadbitter 26 GK Victor Valdes
8 MF Adam Clayton 27 MF Adlene Guedioura
10 FW Alvaro Negredo 29 FW Rudy Gestede
11 FW Viktor Fischer 34 MF Adam Forshaw
12 GK Brad Guzan 37 FW Adama Traore
14 MF Marten de Roon 40 DF James Husband
17 DF Antonio Barragan

 Sejarah Middlesbrough

Middlesbrough dibentuk tahun 1876 oleh beberapa anggota klub kriket Middlesbrough di Albert Park Hotel. Klub yang baru terbentuk itu melakoni laga perdanya pada tahun 1877 melawan Teesside Wanderers dan berakhir dengan skor draw 1-1. Pertandingan tersebut dilangsungkan di Archery Ground di Albert Park, Middlesbrough. Sementara untuk pertandingan away pertama yang dilakoni The Boro tercatat ketika mereka bermain di Barnard Cstle yang berakhir dengan kekalahan 1-0.

Middlesbrough berpindah stadion ke Linthorpe Roud pada tahun 1879. Tahun 1889, klub ini bertransformasi menjadi klub professional dengan nama Middlesbrough Ironopolis atas keterlibatan sekte Breakaway dan tim mulai berkandang di Paradise Ground. Pada masa itu, Middlesbough menggunakan kostum garis-garis berwana hijau terang. Pada tahun 1893, Middlesbrough Ironopolis mengikuti kompetisi Football League dan di musim pertama finis di urutan 11 dari 15 klub yang mengikutinya. Prestasi klub bertambah dengan raihan Nothern League dan Amateur Cup tahun 1895.

19 Mei 1902, Middlesbrough promosi ke Divisi Satu setelah semusim sukses melesakkan 24 gol, rekor gol klub terbanyak saat itu. tahun 1903, The Boro beralih kandang ke Ayresome Park. pertandingan perdana yag dilakukan di sana adalah kala tuan rumah menjamu Celtic dalam pertandingan persahabatan pre-season. Middlesbrough pernah menghebohkan dunia persepak bolaan Inggris saat tim ini mendatangakan penyerang bertalenta, Alf Common dengan harga 1.000 Poundsterling. Middlesbroug juga pernah menjadi klub pemasok Tim Nasional Inggris saat penjaga gawangnya, Tim Williamson menjaani laga internasional bersama the Three Lions melawan Republik Irlandia. Tahun 1949, Middlesbrogh mencatatkan sejarah klub dengan rekor penonton terbanyak di stadion kala tim menghadapi Newcastle United. Pertandingan tersebut dihadiri oleh 53.596 penonton. Rekor lainnya dari klub ini adalah kekalahan terbesar klub yakni dibobol oleh Balckburn 9 gol tanpa balas. Itu terjadi di tahun 1955.

Tahun 1992, Middlesbrough bermain di Premier Leageu. Klub ini menjadi salah satu anggota yang mendirikan sistem kompetisi tersebut. Namun sayang, semusim berkompetisi di Premier League, The Boo harus langsung terdegradasi sebab tak mampu keluar dari zona merah. Saat itu, kompetisi tersebut baru dikuti oleh lima belas klub saja. pada tahun 1994, terjadi pergantian pelatih bersjarah. Saat itu, mantan bintang Manchester United, Bryan Robson, mengambil alih kursi manajre Middlesbrough. Setahun berselang,Bryan sukses membawa klub ke Divisi Satu Championship. di tahun yang sama, The Boro pindah kandang ke Riverside Stadium. Seorang pemain Brazil yang tengah naik daun, Juninho didatangkan manajemen ke Riverside Stadium. Di masa ini, banyak yang berpendapat bahwa Middlesbrough tengah bangkit sayangnya, musim 1996/1997, Middlesbrough tak cukup kuat untuk mengarungi musim. Mereka kembali terdegradasi.

Musim 2001.2002, setelah tujuh tahun menangani The Boro, Bryan Robson menanggalkan klub. Kursi manajer digantikan oleh mantan asisten Bryan di Manchaster United, Steve McClaren. Selama di bawah asuhan McClaren, Middlesbrough mencatat rekor posisi tertinggi di Premier League, yakni finis di posisi ketujuh musim 2004/2005. Musim sebelumnaya, 2003/2004, iddlesbrough juga sukses mencatat sejarah klub dengan menjuarai League Cup setelah menundukkan Bolton Wanderers 2-1 di partai pamungkas. Kesuksesan tersebut juga mengantarkan The Boro tampil di kualifikasi UEFA Cup untuk pertama kalinya. Tahun 2006, Middlesbrough sanggup tampil di partai puncak UEFA Cup. Namun, tim asuhan McClaren ini harus tunduk dari Sevila di partai final yang diselenggarakan di Eindhoven. Setelah itu, di era millennial, The Boro tak harus terus berjuang untuk terus berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Staf Kepelatihan Middlesbrough

Posisi Nama
Manajer Steve Agnew
Asisten Manajer Joe Jordan
Pelatih Tim Utama Paul Jenkins
Asisten Pelatih Jonathan Woodgate
Pelatih Kiper Leo Percovich
Pelatih Fitnes Adam Kerr
Dokter Tim Brian Blacklidge
Fisioterapis Chris Moseley
Sport Scientist Jonathan Madden
Match Analyst Phill Hudson

 Stadion Riverside

Riverside Stadium Middlesbrough

Middlesbrough bermarkas di Riverside Stadium. Stadion ini terletak di wilayah utara Yorkshire. Dibuka 26 Agustus 1995, stadion Riverside mampu menampung hingga 34.988 penonton pada Juni 2008 menadi 34.742 pada tahun 2013. Middlesbrough sudah enjalani laga kandangnya sejak awal stadion ini dibuka. Pembangunannya sendiri memakan dana hingga 16 juta Poundsterling.

Sebelum bermukim di Riverside Stadium, kita tahu bahwa Middlesbrough bermarkas di Ayresome Park. Saat itu, manajemen klub berkeinginan untuk memperbesar stadion tersebut. Sayang, izin untuk ekspansi stadion tersebut tak didapat. Mereka terganjal bahwa batas kapasitas Ayresome Park hanya sampai 20.000. Presiden klub terdahulu, Colin Henderson yakin bahwa ia tetap bisa memperbesar Ayresome ark. Namun, presiden klub yang baru, Steve Gibson dan direktur George Cooke serta dewan eksekutif klub lainnya, Keith Lamb, tidak sepakat dengan keyakinan Colin Henderson untuk memperbesar Ayresome Park. pilihan mereka adalah membangun stadon bari di wilayah lain.

Saat itu, rencana untuk pembangunan stadion baru didiskusikan bersama pemerintahan Middlesbrough. Lantas, sebuah perusahaan pengembang, Teesside Development Corporation menawarkan satu wilayah yang tepat untuk pembangunan stadion baru tersebut, yakni di Middlehaven site. Kemudian, kontraktor Taylor Woodeow dan enginers Ove Arup memulai pekerjaan mereka untuk membangun stadion baru yang didesain oleh pemenang tender, The Miller Partnership. Ketika stadion rampung dan dibuka di musim 1995/1996, stadion ini menjadi stadion sepak bola terbsar yang dibangun sejak perang usai. Penamaan stadion dipilih oleh supporter bersama sponsor klub. Sesuai kesepakatan, stadion baru itu diberi nama Cellnet Riverside Stadium.

Prestasi Middlesbrough

Kompetisi Tahun
Football League Championship 1926/1927, 1928/1929, 1973/1974, 1994/1995
Nothern League 1893/1894, 1894/1895, 1896/1897
League Cup 2003/2004
FA Amateur Cup 1895, 1898
FA Youth Cup 2004
Anglo-Scottish Cup 1976
Kirin Cup 1980

Suporter Middlesbrough

Middlesbrough memiliki supporter fanatic yang datang dari wilayah Middlesbrough dan beberapa wilayah terdekat lainnya. Suporter Middlesbrough ini adalah salah satu supporter di Inggris dengan jumlah pemegang tiket terbanyak sekitar 80% dan salah satu klub di Inggris juga dengan jumlah supporter perempuan terbanyak, yakni 20%. Sebuah survey yang dilakukan di musim 2007/2008 mengatakan bahwa supporter Middlesbroug adalah supporter ketujuh terberisik jika sedang mendukung klub kesayangannya di stadion. Terdapat beberapa kelompok suorter yang mendukung Middlesbrough di mana masing-masing kelompok itu juga berbasis di luar wilayah Inggris. beberapa kelompok supporter tersebut adalah Yarm Reds, Red Faction, dan Middlesbrough Supporters South.

Selain dikenal dengan julukan The Boro, Middlesbrough juga mempunyai julukan Smoggies. Nah sebetulnya, istilah Smoggies yang juga disematkan pada kelompok supporter Middlesbrough ini dibuat oleh supporter lawan sebagai ejekan kepada Middlesbrough. Kata Smoogies berasal dari kata smog yang berarti polusi yang disebabkan oleh industry di mana di kota Middlesbrough terdapat hal itu. Suporter Middlesbrough tak ambil pusing soal itu dan justru menjadikan istilah tersebut sebagai identitas diri sekaligus menjadi pukulan balik bagi mereka yang mengolok-olok Middlesbrough dengan istilah ersebut.

Catatan Pemain Middlesbrough

Middlesbrough, sepanjang sejarah tim, membagi beberapa pemain penting klub ke dalam beberapa kategori. Berikut adalah catatannya.

10 legenda Middlesbrough (dipilih oleh supporter beserta Evening Gazette atau Koran sore)

George Camsell Willie Maddren
George Hardwick Tony Mowbray
Wilf Mannion Bernie Slaven
Brian Clough Juninho
John Hickton Gareth Southgate

9 pemain dengan jumlah penampilan terbanyak

Tim Williamson (602) John Craggs (487) Jacky Carr (449)
Gordon Jones (532) Jim Platt (481) Mark Schwarzer (446)
John Hickton (499) George Camsell (453) David Armstrong (431)

7 Top Scorer

George Camsell (345) Micky Fenton (162)
George Elliott (213) Bernie Slaven (146)
Brian Clough (204) Alan Peacock (141)
John Hickton (193)

Watford FC

Watford Footbal Club merupakan klub professional yag berbasis di Watford, Hertfordshire, Inggris. Klub berjuluk The Hornets ini didirikan tahun 1881. Watford memainkan laga kandangnya di stadion Vicarage Road yang mampu menampung hingga kurang lebih 21.438 penonton. Watford dimiliki oleh putra seorang pengusaha ternama asal Italia, Gino Pozzo. Musim 2016/2017, Watford masih bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris meski di akhir musim, klub yang juga kerap dijuluki The Golden Boys ini terdampar di posisi 17 tabel klasemen.

Tahun 1886, Watford untuk pertama kalinya turut serta dalam turnamen tertua Inggris, FA Cup. Dekade setelahnya, Watford berkompetisi di Southern League. Lalu, musim 1914/1915, Watford meraih gelar Southern League saat diasuh oleh Harry Kent. Selanjutnya, tahun 1920, Watford mulai berkompetisi di the Football League, kompetisi nasional di zaman itu. Kiprah Watford selama setengah abad sejak didirikan, klub ini lebih banyak mengarungi kompetisi divisi bawah The Football League. Semenjak didirikan, sebelum menetap di Vicarage Road Stadium sejak tahun 1922, Watford sempat bermarkas di beberapa stadion. Watford juga tercatat beberapa kali mengganti warna kebesaran dan lambangnya.

Seorang manajer asal Inggris pernah membawa optimisme besar terhadap klub. Ia adalah Graham Taylor yang menahkodai Watford dari tahun 1977 hingga 1987. Di bawah asuhannya, Watford sanggup merangkak naik dari Divisi Empat ke Divisi Satu. Bahkan, musim 1982/1983, Watford finis di urutan kedua Divisi Satu. Dari sana, Taylor mengantarkan Watford untuk berkompetisi di kancah Eropa. Musim 1983/1984, Watford ambil bagian di UEFA Cup. di masa Taylor juga, The Hornets mampu sampai di babak final FA Cup tahun 1984. Musim 1999/2000, sebelum pensium, Taylor mengantarkan Watford promosi dari Divisi dua yang namanya diganti ke Premier League. Kemudian, sempat terdegradasi ke Football League Championship, Watford kembali ke Premier League musim 2015/2016.

Watford FC Skuad

Skuad Watford

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Heurelho Gomes 16 MF Abdoulaye Doucoure
3 DF Miguel Gritos 18 DF Juan Zuniga
4 DF Younes Kaboul 20 FW Mauro Zarate
5 DF Sebastian Prodl 21 FW M’Baye Niang
6 DF Adrian Mariappa 22 DF Daryl Janmaat
7 MF Nordin Amrabat 23 MF Ben Watson
8 MF Tom Cleverley 25 DF Jose Holebas
9 FW Troy Deeney 27 DF Christian Kabasele
10 FW Issac Success 29 MF Etienne Capoue
11 MF Valon Behrami 30 GK Costel Pantilimon
13 GK Rene Gilmartin 33 FW Stefano Okaka
15 DF Craig Cathcart 34 GK Giedrius Arlaukis

Sejarah Watford

Watford didirikan pada tahun 1881 dengan nama Watford Rovers oleh Henry Groverand. Klub yang baru didirikan tersebut diisi oleh pemain amatir yang sering bermain sepak bola di wilayah kota Watford. Untuk pertama kalinya, Watford Rovers ini berkompetisi di FA Cup musim 1886/1887. Tak lama berselang, Watford meraih titel pertamanya dengan menjuarai Country Cup tahun 1889. Setahun kemudian, tahun 1890, Watford Rovers bergabung menjadi bagian dari West Hertfordshire Sports Club yang langsung berkandang di lapang Cassio Road. Setelah bergabung dengan klub olah raga ini, nama Watford Rovers pun diubah menjadi West Hertfordshire tahun 1893 dan kemudian berkompetisi di Southern Football League tahun 1896 serta manjadi lub professional tahun 1897. Tahun 1898, West Hertfordshire merger dengan sebuah klub lokal bernama St. Mary. Penggabungan teersebut menghasilkan sebuah nama baru, Watford Football Club.

Tahun 1903, Watford terdegradasi dari Southern Football League. Hasil buruk tersebut membuat manajemen memecat manajer dan menggantikannya dengan manajer baru yang sebelumnya pernah menahkodai Watford, John Goodall. Di bawah asuhan Goodall, Watford sukses meraih promosi dan mempertahankan eksistensi klub hingga tahun 1910. Musim 1914.1915, Watford keluar sebagai juara Southern League yang padahal saat itu tengah dililit krisis finansial. titel tersebut diraih Watford kala tim ditangani oleh suksesor Goodall, Harry Kent. Setelah Southern League disuspen berekenaan dengan meletusnya perang dunia kedua, Watford kemudian berkompetisi di Football League Divisi Tiga, sistem kompetisi baru, sesaat setelah erang dunia satu usai.

Pemain Watford Terdahulu

Paska perang dunia satu dan dua, tahun 1946, kompetisi sepak bola di Inggris kemabali digulirkan. Saat itu, Watford kembali berkompetisi di Divisi Tiga. Musim 1958/1959, Liga diatur ulang. Hasil dari restructured tersebut menempatkan Watford untuk berlaga di Divisi Empat. Di era ini, Watford tercatat telah melakukan banyak bongkar pasang pelatih dari Ron Burgess, McBain, Bill McGarry, dan Ken Furphy yang memngantarkan Watford ke divisi tiga dan partai final FA Cup. sayang suksesor Furphy, George Kirby gagal mempertahankan prestasi Watford dan justru membawa tim terdegradasi di tahun 1975.

Tahun 1976, seorang penyanyi terkenal dunia, Elton John mengambil alih klub. Ia menjadi presiden Watford saat itu. John berambisi untuk membawa Watford ke divisi satu. Di awal eranya, John menunjuk Graham Taylor untuk mengarsiteki klub yang kala itu Watford tengah berada di divisi empat. Di musim pertama Taylor, Watford sukes menjuarai divisi empat dan secara otomatis promosi ke kasta di atasnya. Musim 1978/1979, Watford kembali menunjukkan tainya dengan mampu promosi ke divisi dua. Di saat yang bersamaan, nama Ross Jenkins mencuat lewat lesakkan 29 gol yang membuat dirinya dinobatkan sebagai top scorer. Perjalanan Watford di era Elton John berbuah manis di musim 1981/1982 ketika klub berhasil promosi ke divisi satu.

Di babak play-off final untuk promosi ke liga premier, Watford sukses menundukkan leeds United dengan skor 3-0. Sayang, klub tak menorehkan kemenangan di premier league hingga bulan November. Di masa sulit itu juga, Watford kehilangan salah satu pemain bintangnya, Ashley Young, yang hijrah ke Aston Villa degan mahar 9.65 juta Poundsterling. Di akhir musim, Watford berada di posisi terendah setelah hanya mampu meraih lima kemenangan di sepanjang kompetisi. Namun, di saat yang bersamaan, Watford sampai di babak semi final FA Cup. Boothroyd yang saat itu menangani tim meninggalkan Watford di musim 2008/2009 dan digantikan oleh Brendan Rodgers. Di bawah asuhan Rodgers, Watford finis di posisi 13 tabel klasemen.

Staf Kepelatihan  Watford

Posisi Nama
Pelatih Kepala Walter Mazzarri
Asisten Pelatih Nicolo Frustalupi
Claudio Nitti
Luca Vigiani
Pelatih Kiper Paolo De Toffol
Alec Chamberlain
Pelatih Fitnes Giuseppe Pondrelli
Direktur Teknik Luke Dowling
Analyst Fabio Corradini
Kepala Medis Richard Collinge
Sport Scientist Gianni Brignardello
Ben Dixon
Kitman Will Jones

Stadion Vicarage Watford

Vicarage Road Watford FC

Watford bermarkas di Vicarage Road Stadium sejak tahun 1999. Sebelum itu, Watford sempat berganti kandang beberapa kali mulai dari Cassiobury Park, Vicarage Meadow hingga ke Market Street, Watford. Tahun 1890, saat Watford bergabung dengan sebuah klub olah raga, West Hertfordshire, klub ini berkandang di Cassiobury Park dan bertahan di sana selama 32 tahun. Setelah itu, Watford berpindah kandang ke Vicarage Road yang bertahan hingga saat ini. Vicarage Road adalah stadion baru yang dimiliki oleh Benskins Brewery. Watford menyewanya hingga tahun 2001 sebelum akhirnya di tahun tersebut dibeli oleh klub. Namun, pembelian stadion tersebut membawa Watford pada kondisi finansial yang buruk. Akhirnya, tahun 2002, stadion itu dijual kembali oleh Watford dengan harga 6 juta Poundsterling. Lantas, di kemudian hari, ketika kondisi keuangan tim membaik, Watford kembali membeli Vicarage Road dengan harga 7 juta Poundsterling. Pembelian tersebut dilakukan pada tahun 2004 yang juga dipengaruhi oleh kampanye supporter Watford yang terus menyarakan “Lets buy back the Vic”.

Stadion Vicarage adalah stadion dengan tipe empat sisi tribun. Vicara mampu menampung hingga 21.977 penonton. Tribun timur adalah bagian tertua yang bangun tahun 1922 dan ditutup untuk publik pada tahun 2008 dengan alasan keamanan. Meski demikian, tribun timur itu tetap digunakan untuk ruang ganti dan area pers. Baru di tahun 2013, tribun timur ini direnovasi. Bahan baku tribun diganti dengan menggunakan baja dan diletakkan 3/500 kursi penonton. Tribun timur ini pun kembali dibuka untuk publik di tahun 2014, bertepatan dengan laga Boxing Day. Tribun ini diberi nama Elton John, mantan pemilik klub yang juga seorang penyanyi kesohor dunia.

Stadion Vicarage terletak di Vicarage Road, Watford, Hertfordshire. Stadon ini pertama kali dibuka tahun 1922 dan langsung dihuni oleh Watford. Vicarage Road berkapasitas kurang lebi 21.977 orang. Stiap tribun di Vicarage Road memiliki panggilan masing-masing, yakni Rookery Stand untuk tribun Selatan, Graham Taylor Stand untuk tribun Barat, Vicarage Road Stand untuk tribun Utara, dan The Sir Elton John Stand untuk tribun timur.

Prestasi Watford

Penghargaan Musim
Football League First Division Runners-up 1982/1983
Football League Championship Runners-up 2014/2015
Play-off Winners 1998/1999, 2005/2006
Play-off Runners-up 2012/2013
Football League Second Division Runners-up 1981/1982
Play-off Winners
Football League Third Division Champions 1968/1969, 1997/1998
Runners-up 1978/1979
Football League Fourth Division Champions 1977/1978
Southern Football League Champions 1914/1915
Runners-up 1919/1920
FA Cup Runners-up 1983/1984

Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspurs Football Club merupakan klub sepak bola professional yang berbasis di Tottenham, Haringey, London. Klub yang kerap disapa Spurs ini didirikan pada tahun 1882. The Lilywhites, julukan Spurs, pernah merasakan gelar juara FA Cup untuk pertama kalinya di tahun 1901. Musim 1960/1961, Spurs merengkuh predikat League and FA Cup Double. Stelah sukses mempertahankan FA Cup di tahun 1962, Spurs menjadi klub Inggris pertama yang sukses menjuarai ajang kompetisi klub UEFA< European Cup Winners’ Cup tahun 1967. Lalu, gelar FA Cup ketiganya terjadi di era 1960-an.

Satu dekade berselang, 1970-an, Tottenham berhasil meraih trofi League Cup sekaligus trofi UEFA Cup tahun 1972. Kemenangan di UEFA Cup tersebut menjadikan klub yang bermarkas di stadion White Hart Lane ini menjadi klub Inggris pertama yang meraih dua gelar di kompetisi Eropa. Dekade selanjutnya, perlahan Spurs terus menambah koleksi pialanya. Di masa itu, Spurs mampu kembali meraih gelar FA Cup dua kali, FA Community Shield, juga UEFA Cup tahun 1984. Belum berhenti sampai di sana, dekade 1990-an, Tottenham lagi dan lagi menjadi jawara FA Cup dan League Cup. Bahkan, Tottenham menjadi klub yang mampu meraih gelar selama enam dekade terakhir ketika mereka mendapat  trofi League Cup di tahun 2008. Capaian serupa dengan Manchester United.

Stadion White Hart Lane adalah kandang The Lilywhites. Namun, berkenaan dengan renovasi, Tottenham akan mengarungi musim 2017/2018 di stadion Wembley. Spurs memiliki training ground terpisah. Klub ini membangun lapang dan sarana latihan lainnya di area Bulls Cross, perbatasan London Utara. Tottenham meiliki motto berbahasa latin, ‘Audere est Facere’ yang dalam bahasa Inggris berbunyi ‘To Dare is To Do’. Tentang rivalitas, sudah menjadi rahasia umum bahwa Spurs memiliki tensi rivalitas tinggi dengan klub sekota, Arsenal di mana Derby London Utara adalah judul ketika kedua tim bersua.

Tottenham Hotspur

 

Skuad Tottenham Hotspur

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Hugo Lloris 16 DF Kieran Trippier
2 DF Kyle Walker 17 MF Moussa Sissoko
3 DF Danny Rose 19 MF Mousa Dembele
4 DF Toby Alderweireld 20 MF Dele Alli
5 DF Jan Vertonghen 23 MF Christian Eriksen
7 FW Son Heung-min 25 MF Josh Onomah
9 FW Vincent Janssen 27 DF Kevin Wimmer
10 FW Harry Kane 29 MF Harry Winks
11 MF Erik Lamela 30 GK Pau Lopez
12 MF Victor Wanyama 33 DF Ben Davies
13 GK Michel Vorm 38 DF Cameron Carter-Vickers
14 MF Georges-Kevin N’Koudou
15 MF Eric DIer

Sejarah Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur didirikan oleh sekelompok pemuda grammar-school dari kelas Bible, Gereja All Hallows pada hari selasa 5 September 1882 dengan nama Hotspur Football Club. Mulanya, klub ini merupakan bagian dari klub kriket. Baru di tahun 1884, namanya berganti menjadi Tottenham Hotspur Football Club dengan alasan untuk menghindari segala rupa kebingungan berkenaan dengan nama tim sebelumnya, Hotspur FC.

Hingga tahun 1908, Spurs bermain di Southern League. Setelah itu, Spurs bermain fi Football League Second Division. Tottenham merengkuh gelar FA Cup 1901 sebeum akhirnya promosi ke kasta yang lebih tinggi. Setelah iu, sepanjang sejarah klub, trofi FA Cup menjadi salah satu trofi yang cukup banyak diraih klub.

Dari tahun 1882 hingga 1885, Spurs bermain degan kostum berwarna biru gelap (navy-blue) dan celana berwarna putih. Jersey putih dan celana putih mulai digunakan sejak 1885. Namun, musim 1889/1890, Spurs kembali menggunakan jersey biru gelap.tahun 1890 hingga 1895, Spurs menggunakan jersey berwarna merah dan celana biru. Akhirnya, musim 1899/1900, Spurs kembali mengenan jersey putih dan celana biru gelap sebagaimana sekrang kita lihat.

Tahun 1900, Tottenham menjuarai Southern League. Musim berikutnya, FA Cup berhasil direngkuh klub ini. Spurs sempat terpilih untuk bermain di DIvisi Dua Football League sebagai tim pengganti Stok yang saat itu terkena masalah finansial. di akhir musim, Spurs keluar sebagai runner up dan berhak promosi ke Divisi Satu. Setelah itu, kompetisi disuspen berkenaan dengan meletusnya perang. Kemudian, saat kompetisi kembali digulirkan, tahun 1919, Divisi Pertama yang semula diikuti oleh 20 tim bertambah menjadi 22. Tottenham menjadi salah satu di antaranya. Spurs sempat terdegradasi dari Divisi satu musim 1976/1977. Meskipun terdegradasi, manajemen klub tetap mempertahankan Burkinshaw dan mayoritas skuadnya. Kepercayaan itu terbayar dengan secara cepat kembali promosi ke kompetisi teratas meskipun harus ditentukan hingga laga terakhir. Setelah itu, sebagai tim promosi, Tottenham sempat mencatat kemenangan besar melawan Bristol Rovers. The Lilywhites sukses menyarangkan Sembilan gol tanpa balas.

Rentang tahun 1978 hingga 1984, Tottenham Hotspur menorah catatan manis. Tahun 1980-an, Spurs sukses merengkuh gelar juara FA Cup dan titel Divisi Pertama. Saat itu, pemain kunci seperti Steve Archibald, Garth Crooks, Glenn Hoddle, Osvaldo Adiles, dan Steve Perryman mengantarkan Tottenham ke tahta UEFA Cup tahun 1984. Namun, beberapa minggu sebelum kemenangan tersebut, sanga manajer yang mampu meningkatkan performa klub ke performa terbaiknya, Burkishaw, mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan White Hart Lane di akhir musimnya. Meski demikian, dengan raihan tiga trofi bergengsi dalam empat musim, Burkishaw tentu tak akan mudah dilupakan publik Tottenham.

Di era milenial, selama musim 2005/2006, Spurs sempat duduk manis di empat besar higga enam bulan. Namun sayang, menjelang akhir musim, persaingan ketat perebutan tiket liga Champion itu berlangsung sengit. Lantas, kekalahan dari West Ham di final laga Tottenham membuat Spurs gagal mengunci tiket Liga Champions. Meski demikian, tiket UEFA Cup atau piala Eropa pun sudah dirasa cukup menggembirakan mengingat sudah belasan tahun pula the Lilywhites absen di kompetisi Eropa. Tahun 2010, Spurs menjalani laga kualifikasi Liga Champions Eropa. Di babak kualifikasi, sukses menundukkan klub asal Swiss, Young Boys. Di fase grup, Spurs sukses keluar sebagai juara grup mengungguli Internazionale, Werder Bremen, dan Twente. Lalu, di babak selanjutnya, Spurs unggul 1-0 atas Ac Milan di San Siro dan menahan imbang Milan di White hart Lane. Di babak perempat final, spurs mesti berhadapan dengan raksasa spanyol, Real Madrid. Sayang, El Real masih terlalu kuat untuk Spurs. Dalam partai home-away, Los galacticos unggul agregat 5-0.

Era Pochettino dimulai dari tahun 2014. Hingga musim 2016/2017, Pochettino masih bertahan di White Hart Lane. Di musim pertamanya, Pochettino mengantarkan Spurs finis di posisi lima sekaligus runner up di ahang League Cup. Di musim keduanya, pelatih berkebangsaan Argentina ini hanya sanggup membawa Spurs mengakhiri musim di posisi ketiga. Kalah dari tim yang lebih muda, Leicester dan sang rival, Arsenal. Di musim tersebut, Pochettino mengorbitkan pemain-pemain muda berbakat seperti, Harry kane, Dele Alli, dan Eric Dier yang saat itu masih berusia 22 tahun. Musim ketiganya, 2016/2017, di sisa laganya sebagaimaa Chelsea yang sudah mengunci gelar juara Premier League, Spurs nampak akan mengakhiri musim di posisi kedua. Bagaimanapun, ini merupakan hasil positif bagi spurs di Liga yang setiap musimnya posisi spurs terus meningkat.

Staf Kepelatihan Tottenham Hotspur

Posisi Nama
Manajer Mauricio Pochettino
Asisten Manajer Jesus Perez
Pelatih Kepala Tim Miguel D’Agostino
Pelatih Kiper Toni Jimenez
Sport Scientist, Pelatih Fitnes, dan Coditioner Nathan Gardiner
Kordinator Internasional Teknis Steffen Freund
Kepala Recruitment analist Paul Mitchell
Kepala Pengidentifikasi Pemain Rob Mackenzie

Stadion White Hart Lane

 

White Hart Lane Stadion Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur bermarkas di stadion White hart Lane. Stadion yang terletak di Bill Nicholson Way, London Utara ini mampu menampung hingga 36.230 penonton. White hart Lane dibuka pada tahun 1899 dan sekarang tengah berada dalam masa pengembangan. Oleh sebab itu, musim 2017/2018, Spurs untuk sementara berkandang di Wembley Stadium.

Spurs semula memainkan laga kandangnya di Tottenham Marshes. Namun, penonton yang hadir kerap membludak. Sebab itulah Spurs pindah kandang ke stadion yang lebih modern, besar, dan memadai. Pertandingan pertama Spurs di White Hart Lane terjadi saat klub ini menjamu Noots Country, tahun 1930-an. Penonton yang hadir saat itu mencapai, lebih dari 5000 orang. Rekor klub dalam hal fans attendance atau jumlah supporter yang hadir di stadion adalah 75.038 suporter yang terjadi pada tahun 1938 di laga FA Cup, Spurs berhadapan dengan Sunderland.

Tottenham tercatat banyak melakukan renovasi stadionnya di abad 20. Tribun barat merupakan renovasi pertama yang dilakukan di era 1980-an dilanjutkan dengan tribun utara dan selatan pada tahun 1990-an. Kemudian, Sempat terpikir oleh klub untuk pindah stadion sebagaimana yang dilakukan Arsenal, beralih kandengan stadion Emirates yang bjauh lebih besar dari stadion sebelumnya. Namun, Spurs pada akhirnya lebih meimilih untuk memperbesar White Hart Lane. Termasuk pembangunan yang tengah dilakukan sejak tahun 2015.

Prestasi Tottenham Hotspur

Kompetisi Tahun
Premier League/ Divisi Satu 1950/1951, 1960/1961
Championship/ Divisi Dua 1919/1920, 1949/1950
FA Charity Shield 1921, 1951, 1961, 1962, 1967, 1981, 1991
UEFA Cup/ Liga Eropa 1971/1972, 1983/1984
UEFA Cup Winners’ Cup 1962/1963
League Cup 1970/1971, 1972/1973, 1998/1999, 2007/2008
FA Cup 1900/1901, 1920/1921, 1960/1961, 1961/1962, 1966/1967, 1980/1981, 1981/1982, 1990/1991

Player Of The Year Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur selalu memilih pemain terbaik di setiap musimnya. Pemilihan pemain dilakukan dengan voting dari anggota dan pemegang tiket.

Tahun Pemain Tahun Pemain
1987 Gary Mabbutt 2002 Simon  Davies
1988 Chris Waddle 2003 Robbie Keane
1989 Erik Thorstvedt 2004 Jermain Defou
1990 Paul Gascoigne 2005/06 Robbie Keane
1991 Paul Allen 2006/07 Dimitar Berbatov
1992 Gary Lineker 2007/08 Robbie Keane
1993 Darren Anderton 2008/09 Aaron Lennon
1994 Jurgen Klinsmann 2009/10 Michael Dawson
1995 Teddy Sheringham 2010/11 Luka Modric
1996 Sol Campbell 2011/12 Scott Parker
1997 Sol Campbell 2012/13 Gareth Bale
1998 David Ginola 2013/14 Christian Eriksen
1999 Stephen Carr 2014/15 Harry Kane
2000 Stephen Carr 2015/16 Toby Alderweireld
2001 Neil Sullivan 2016/17 Christian Eriksen

Burnley FC

Burnley Football Club berbasis di Burnley, Lancashire. Klub berjuluk The Clarets ini merupakan jawara dua kali Football League Championship, musim 1920/1921 dan 1959/1960. Gelar FA Cup pernah di raih Burnley di tahun 1914 dan dua gelar Community shield yang direngkuh di tahun 1960 dan 1973. Selain itu, di kancah Eropa, klub ini baru mampu babak perempat final European Cup tahun 1961.

Stadion Turf Moor adalah kandang Burnley. Klub ini telah bermukim di stadion yang terletak di Harry Potts Way ini sejak 17 Februari 1883. Turf Moor yang dibuka tahun 1883 ini mampu menampung hingga 21.940 orang.

Tim sepak bola Burnley resmi berdiri di tahun 1882. Sebelum menjadi klub sepak bola, Burnley merupakan tim rugby. Laga kompetitif pertama Burnley terjadi di bulan Oktober ketika The Clarets bertanding melawan Astley Bridge dalam perhelatan Lancashire Championship Cup.

Pemain Burnley FC 2016-2017

Skuad Burnley

No Pos Pemain No Pos Pemain
1 GK Tom Heaton 20 MF Fredrik Ulvestad
2 DF Matthew Lowton 21 MF George Boyd
4 DF Jon Flanagan 23 DF Stephen Ward
5 DF Michael Keane 24 FW Chris Long
6 DF Ben Mee 25 MF Johann Berg Guomundsson
7 FW Andre Gray 26 DF James Tarkowski
8 MF Dean Marney 27 DF Tendayi Darikwa
9 FW Sam Vokes 28 DF Kevin Long
10 FW Ashley Barnes 29 GK Nick Pope
12 MF Robbie Brady 32 FW Dan Agyei
13 MF Jeff Hendrick 34 DF Tom Anderson
16 MF Steven Defour 36 GK Conor Mitche;;
17 GK Paul Robinson 37 MF Scott Arfield
18 MF Ashley Westwood 41 MF Aiden O’Neill
19 MF Joey Barton

Sejarah Burnley

Burnley pada mulanya merupakan klub rugby. Baru di tahun 1882, klub ini berubah menjadi Burnley Football Club. Tak lama berselang, tim ini kemudian pindah ke stadion Turf Moor sebagai kandangnya. Gelar pertama yang direngkuh Burnley adalah trofi Divisi dua yang diraihnya di musim 1897/1898. Selanjutnya, Burnley berkembang hingga kembali meraih trofi di pagelaran FA Cup Triumph 1914 stelah menekuk Liverpool di partai final dengan skor 1-0.

Sebelum Burnley mampu meraih trofy kembali, klub ini mesti terdegradasi ke divisi dua di musim 1896/1897. Semusim berselang, Burnley sudah mampu kembali promosi ke kasta di atasnya. Sayangnya, Burnley lagi-lagi terdegradasi di musim 1899/1900. Selama awal abad dua puluhan, Burnley bermain di divisi dua.

Bertepatan dengan perang dunia kedua, musim 1931/1932, Burnley mengarungi musim yang buruk. Klub hanya mampu meraih dua poin dan secara otomatis terdegradasi. Paska perang, Burnley perlahan terus berkembang. Musim 1947/1948, Burnley promosi ke divisi tertinggi. Rentang antara 1954 dan 1957, di bawah asuhan Alan Brown, Burnley mulai dikenal dengan tendangan korner pendek dan pagar betis ‘raksasa’. Musim 1956/1957, catatan sejarah klub bertambah ketika Ian Lawson mencetak gol di pertandingan debutnya saat ia masih berusia 17 tahun. Gol Ian tersebut bersarang di gawang Chesterfield pada pagelaran FA Cup. Burnley juga mencatat rekor klub atas kemenangan terbesarnya dari New Brighton dengan skor 9 gol tanpa balas.

Di bawah kepemilikan Bob Lord, Era 1960-an, Burnley menjadi salah satu tim yang paling progresif. Di masa Bob Lord, Burnley menjadi tim pertama di dunia yang membangun training ground atau lapang latihan di luar stadion kandang mereka ketika tim-tim lain berlatih di stadion yang dipakai untuk menggelar laga kandangnya. Terobosan ini membawa dampak yang amat positif bagi tim, yakni pengembangan tim usia muda yang berjalan baik. terbukti, skuad Burnley musim 1959/1960 hampir seluruhnya adalah jebolan dari tim muda Burnley. Di bawah kepemimpinan Bob Lord juga Burnley menjadi tim pertama yang memberikan wewenang sepenuhnya kepada manajer dalam hal kebijakan transfer.

Musim berikutnya, 1961/1962, Burnley untuk pertama kalinya menjajaki kompetisi Eropa. Hasilnya, The Clarets sukses menekuk Reims dan kalah dari Hamburger SV. Di musim yang sama, Burnley tersingkir dari FA Cup di babak semi final dan finis di akhir musim dengan bertengger di posisi empat Liga. Tahun 1961 saat berhadapan dengan Chelsea, Burnley menjadi yang pertama dalam hal merotasi starting elevennya secara besar-besaran di pertandingan liga.

Staf Kepelatihan Burnley

Posisi Nama
Manajer Sean Dyche
Asisten Manajer Ian Woan
Pelatih Tim Utama Tony Loughian
Pelatih Kiper Billy Mercer
Fisioterapis Alasdair Beattie
Sport Scientist Mark Howard

Stadion Turf Moor

Stadion Turf Moor Burnley FC

Burnley bermarkas di stadion Turf Moor. Stadion ini dibuka tahun 1883 dan mampu menampung hingga 21.940 penonton. Sebelumnya, sejak tahun 1833 ketika Burnley belum menjadi tim sepak bola, Turf Moor hanya digunakan untuk menggelar pertandingan kriket. Pada mulanya juga, Turf Moor hanya memiliki satu tribun sebelum akhirnya terus menerus di kembangkan sampai menjadi seperti sekarang yang kita lihat.

Pertama kali Burnley menggunakan stadion Turf Moor adalah ketika klub ini diundang oleh klub kriket Burnley yang sudah sejak lama menempati Turf Moor. Sebelum bermarkas di Turf Moor, Burley memainkan laga kandangnya di lapang Calder Vale. Klub ini menjadi klub terlama di Inggris yang menggunakan stadion kandangnya. Tahun 1885, Turf Moor mulai direnovasi dengan penambahan kapasitas stadion.

Tribun di setiap sisi stadion Turf Moor memiliki nama masing-masing. Penamaan tribun tersebut diambil beradasarkan pengaruh pemilik nama terhadap klub. Berikut adalah nama-namanya; Jamer Hargreaves untuk tribun utara, Jimmy Mcilroy untuk tribun timur, Bob Lord untuk selatan, dan David Fishwick untuk tribun barat. Supporter tim tamu yang datang ke Turf Moore ditempatkan di tribun barat, tribun David Fishwick, di belakang gawang. Tribun David Fishwick sendiri merupakan tribun tertua di Turf Moore.

Prestasi Burnley

Kompetisi Tahun
Divisi Satu 1920/1921, 1959/1960
Divisi Dua/ Championship 1897/1898, 1972/1973, 2015/2016
Divisi Tiga 1981/1982
Divisi Empat 1991/1992
FA Cup 1913/1914
FA Charity Shield 1973, 1960

Daftar Manajer Burnley

Manajer Periode Mnajer Periode
Harry Bradshaw 1894-1899 Brian Miller 1979-1983
Ernest Mangnall 1900-1903 Joh Bond 1983-1984
Spen Whittaker 1903-1910 John Benson 1984-1985
Richard Wadge 1910 Martin Buchan 1985
John Haworth 1910-1924 Tommy Cavanagh 1985-1986
Albert Pickles 1925-1932 Brian Miller 1986-1989
Tom Bromilow 1932-1935 Frank Casper 1989-1991
Selection Committee 1935-1945 Jimmy Mullen 1991-1996
Cliff Britton 1945-1948 Adrian heath 1996-1997
Frank Hill 1948-1954 Chris Waddie 1997-1998
Alan Brown 1954-1957 Stan Ternent 1998-2004
Billy Dougall 1957-1958 Steve Cotterill 2004-2007
Harry Potts 1958-1970 Owen Coyle 2007-2010
Jimmy Adamson 1970-1976 Brian Laws 2010
Joe Brown 1976-1977 Eddie Howe 2011-2012
Harry Potts 1977-1979 Sean Dyche 2012-

KIT dan Sponsor Burnley

Burnley memiliki beragam desain dan warna kostum sepanjang sejarah klub. Selama delapan musim pertama, Burnley menggunakan kostum berwarna biru kombinasi putih. Tiga tahun setelah menggunakan motif claret dengan garis kuning cerah dan celana hitam, kebanyakn dari era 1890-an, Burnley menggunakan kostum kombinasi hitam dan garis-garis kuning meski sempat menggunakan celana pink dan garis-garis putih selama musim 1894/1895.antara 1897 dan 1900, Burnley mengenakan celana merah simpel. Lalu, mulai tahun 1900 hingga 1910, klub ini menggunakan baju berwarna hijau full dan celana putih. Tahun 1910, Burnley kembali mengubah kostimnya dengan motif claret dan warna biru langit. Sponsor Burnley adalah sebagai berikut;
1. Ideal Recruit
2. Oak Furniterland
3. Premier Range
4. Dafabet
5. Barnfield Construction
6. Calsberg
7. Sportito Fantasy Sports
8. Puma

Hull City

Hull City Association Football Club (AFC) merupakan klub professional yang berlaga di kompetisi tertinggi sepak bola Inggris, Premier League. Klub ini didirikan pada tahun 1904. Perjalanan awal Hull City di liga premier adalah ketika tim berjuluk The Tigers ini akhirnya menjalani debut premier league musim 2008/2009. Sepanjang sejarah klub, capaian tertinggi klub di premier league adalah dengan finis di posisi 16 tabel klasemen musim 2013/2014. Di musim yang sama, Hull mencapai babak final FA Cup.

Kandang Hull city adalah stadion KCOM Stadium. Hull mulai menempati stadion ini sejak tahun 2002 setelah 56 musim bermarkas di Boothferry Park. Warna kostum Hull secara tradisional berwarna hitam dan kuning sawo, tak jarang pula menggunak pola garis-garis yang melambangkan macan, julukan klub.

Secara garis besar, Hull baru mampu meraih gelar di level tiga atau empat sistem komeptisi sepak bola Inggris. Selain itu, Hull baru mampu menjadi runner up di ajang FA Cup. Terkait soal rivalitas, tahun 2003, supporter Hull City mulai merasa ada persaingan yang tak biasa dengan klub Yorkshire lainnya, Leeds United.

Sementara itu, dari sudut pandang klub, terdapat rivalitas yang lebih antara Hull dengan Sheffield United. Hal tersebut disebabkan oleh kenangan yang tak begitu manis yang dirasakan oleh Hull. Tahun 1984, Sheffield dan Hull bersaing sengit untuk promosi. Sheffield saat itu mapu mencatat kemenangan di laga pamungkasnya. Gol-gol Sheffield tersebut dicetak oleh Keith Edwards, mantan pemain Hull. Sementara itu, partai penentu Hull melawan Burnley harus ditunda dengan alasan cuaca yang tidak mendukung. Otomatis, Hull telah mengetahui terlebih dahulu bahwa Sheffield telah menang di partai terakirnya dan Hull membutuhkan tiga gol dari Burnley jika ingin menggeser Sheffield. Sayang Hull hanya mampu menang 2-0. Walhasil, Sheffield berhak atas promosi. Dari situla rivalitas kedua klub tumbuh.

Pemain Hull City

Skuad Hull City

No Pos Pemain No Pos Pemain
2 DF Moses Odubajo 21 DF Michael Dawson
3 DF Andrew Robertson 22 MF Markus Henriksen
5 DF Harry Maguire 23 GK David Marshall
6 DF Curtis Davies 24 FW Oumar Niasse
7 MF David Meyler 25 MF Ryan Mason
8 MF Tom Huddiestone 27 MF Ahmed Elmohamady
9 FW Abel Hernandez 28 DF Josh Tymon
10 MF Alfred N’Diaye 29 FW Jarrod Bowen
11 MF Sam Clucas 30 MF Daniel Batty
13 DF Andrea Ranocchia 31 DF Brian Lenihan
14 DF Omar Elabdellaoui 32 FW Greg Luer
15 MF Shaun Maloney 34 MF Ellis Barkworth
16 GK Eldin Jakupovic 35 GK Will Mannion
17 FW Kamil Grosicki 36 MF Greg Olley
18 FW Dieumerci Mbokani 39 FW Ben Hinchliffe
19 FW Will Keane 40 MF Evandro
20 FW Adama Diomande 50 MF Lazar Markovic

Sejarah Hull City

Hull City dibentuk pada bulan Juni 1904. Di masa itu, eksistensi klub sepak bola masih belum begitu bagus. Olah raga si kulit bundar ini masih kalah pamor dari olah raga Rugby. Di wilayah Hull, Yorkshire pun yang cukup terkenal dan cukup digemaari adalah klub Rugby Hull F.C dan Hull Kingston Rovers. Di musim 1904/1905, Hull City yang masih seumur jagung ini belum bisa menjadi anggota dari English Football Leage, kompetisi zaman dulu Inggris. saat itu, Hull City hanya bermain di pertandingan-pertandingan persahabatan. Pertandingan pertama Hull berakhir dengan skor imbang 2-2 dari Notts Country yang digelar pada 1 September 1904. Pertandingan perdana yang diselenggarakan di stadion Boulevard tersebut, penonton yang datang menyaksikan mencapai 6.000 orang. Lalu, pertandingan kompetitif pertama Hull berlangsung di ajang FA Cup dan mesti gugur di babak awal. Setelah memliki catatan pertandingan persahabatan sebanyak 44 kali, Hull akhnya bisa bermain di Football League Second Division untuk musim 1905/1906. Capaian tertinggi Hull baru terjadi di tahun 1930 ketika klub ini mampu menjadi semi finalis FA Cup.

Setelah perang dunia kedua, Hull berpindah kandang ke stadion Boothferry Park. musim 1948/1948, di bawah asuhan Raich Carter, Hull menjuarai Divisi Tiga North Championship. Selanjutnya, perjalanan klub naik turun antara divisi dua dan divisi tiga. Dalam sejarah sepak bola, Hull menjadi klub pertama yang harus tersingkir dari kompetisi dengan adu penalti. Hal tersebut terjadi hahun 1970, Hull disingkirkan Manchester United dari ajang Watney Cup lewat adu penalty. Tahun 1980-an, Hull sempat terpuruk dengan bermain di Divisi Empat dan klub diancam kebangkrutan.

Don Robinson kemudian mengambil alih klub. Colin Appeleton ditunjuk sebagai manajer klub. Hasilnya, tahun 1983 Hull promosi ke divisi tiga. Saat itu skuad Hull dihuni oleh pemain-pemain muda berbakat lokal yang di kemudian hari menjadi orang besar sepak bola Inggris seperti Brian Marwoodd yang jadi pemain Timnas Inggris, Steve McClaren yang kita tahu menjadi arsitek Three Lion, dan Billy Whitehurst serta Les Mutrie yang juga jadi skuad tim nasional.

Tahun 1997, Hull dibeli oleh David Lloyd dan menunjuk Mark Hateley sebagai manajer setelah Dolan, manajer sebelumnya, hanya mampu mengantarkan Hull berada di posisi 17 di akhir musim. Llyod kemdian menjual klub pada November 1998 kepada sebuah konsorsium yang berbasis di Yorkshire selatan. Sementara itu, Hateley mengakhiri karir manajernya di Hull City setelah tak mampu mengangkat performa klub. Hateley digantikan oleh Warren Joyce. Tak teralu lama, Joyce pun digantikan oleh Brian Little, April 2000.

Di awal abad 21, musim 2002/2003, Hull memulai kompetisi dengan sejumlah kekalahan di mana kemungkinan degradasi lebih  terlihat dibandingkan promosi. Jan Molby, manajer Hull, hanya mampu membawa Hull finis di posisi lima dari bawah. Molby pun digantikan oleh Peter Taylor pada Desember 2002. Berselang dua bulan dari kesepakatan dengan Peter Taylor, Hull berpindah markas ke KC Stadium setelah 56 tahun bermukim di Boothferry Park. Lantas, di akhir musimnya, Hull berada di posisi 13 tabel klasemen divisi tiga. Semusim kemudia, musim 2003/2004, Hull finis di posisi dua divisi tiga.

Tahun 2007, Hull dibeli oleh konsorsium yang dimiliki Paul Diffen. Di bawah pemilik barunya, Hull mendapat sokongan dana yang cukup signifikan. Klub yang pada saat itu diarsiteki oleh Phil Brown berkembang secara luar biasa dengan mampu finis di peringkat tiga dan memenangkan dua laga play offs dari Watford dan Bristol City.  Hull pun akhirnya berlaga di kasta tertinggi sepak bola Inggris musim 2008/2009.

Posisi Nama
Manajer Marco Silva
Asisten Manajer Joao Pedro Sousa
Pelatih Tim Utama Goncalo Pedro
Pelatih Kiper Hugo Oliveira
Fisioterapis Stuart Leake
Pelatih Fitnes Will Royall
Kitman John Eyre

Player Of The Year Hull City

Hull City selalu memilih pemain terbaik di setiap musim. Berikut adalah nama-namanya.

Musim Pemain
1999/2000 Mark Greaves
2000/2001 Ian Goodison
2001/2002 Gary Alexander
2002/2003 Stuart Elliot
2003/2004 Damien Delaney
2004/2005 Stuart Elliot
2005/2006 Boaz Myhill
2006/2007 Andy Dawson
2007/2008 Michael Turner
2008/2009 Michael Turner
2009/2010 Stephen Hunt
2010/2011 Anthony Gerrard
2011/2012 Robert Koren
2012/2013 Ahmed Elmohamady
2013/2014 Curtis Davies
2014/2015 Michael Dawson
2015/2016 Abel Hernandez
2016/2017 Sam Cluras

Stadion KCOM

KCOM Stadium Hull City

Hull City bermukim di stadion The Boulevard dalam rentang waktu 1904 hingga 1905. Hull kemudian membangun stadion mereka sendiri yang dibuka tahun 1906 dengan nama Anlaby Road. Namun, karena beberapa hal, pembangunan stadion dihentikan. Tahun 1944, Hull kembali ke stadion Boulevard.  Dikarenakan fasilitas dan keadaan stadion Bouelevard yang tidak memadai, Hull pindah kandang ke stadion Boothferry Road di tahun 1945. Renovasi Boothferry  rampung tahun 1946 dan berganti nama Boothferry Park.

Tahun 2002, setelah pembukaan, Hull city resmi bermarkas di KCOM Stadium. Stadion yang terletak di The Circle, Walton ini mampu menampung hingga 25.586 penonton. Pembangunan KCOM menghabiskan dana 44 juta Poundsterling. KC merupakan nama sebuah perusahaan yang mensponsori pembangunan stadion.

Pembukaan stadion dirayakan dengan laga persahabatan antara Hull City melawan Sunderland AFC yang dimenangkan tuan rumah dengan keunggulan satu kosong. KCOM Stadium menjadi saksi bisu bagaimana Hull untuk pertama kalianya berlaga di English Premier League dan menjalani laga final FA Cup melawan Arsenal di tahun 2014.

Kit Sponsor Hull City

Periode Aparel Kit Sponsor
1975-1980 Europa No Shirt Sponsor
1980-1982 Adidas
1982-1983 Admiral
1983-1984  Hygena
1984-1985 Arrow Air
1985-1987 Twydale
1987-1988 Mansfield Beers
1988-1989 Match Winner Riding Bitter
1989-1990 Dale Farm
1990-1993 Bonus
1993-1994 Pelada Pepis
1994-1995 Needler’s
1995-1997 Super League IBC
1997-1998 University of Hull
1998-1999 Olympic Sport
1999-2001 Avec IBC
2001-2002 Patrick Sportscard
2002-2004 Bonus Electrical
2004-2007 Diadora
2007-2009 Umbro Karoo
2009-2010 Totesport
2010-2011 Adidas
2011-2014 Cash Converters
2014-2015 Umbro 12Bet
2015-2016 Flamingo Land
2016- SportPesa