Samyang Akan Dicabut Izin Edarnya di Indonesia

Samyang adalah mie instan asal Korea Selatan yang cukup terkenal di Indonesia. Mie yang memiliki cita rasa pedas super ini serta porsi dua kali lipat lebih banyak beberapa waktu lalu bahkan sempat membuat masyarakat Indonesia mencoba challenge makan samyang tanpa minum. Video-video tersebut juga diunggah di media sosial seperti Instagram dan juga untuk keperluan v-log di Youtube. Mie samyang ini beberapa di antaranya memang beredar dengan label halal, namum ada juga yang tidak.

Apa itu BPOM?

BPOM atau Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan merupakan sebuah lembaga yang bertugas untuk mengawasi makanan dan obat-obatan yang beredar di Indonesia, termasuk peredaran Samyang ini. Tugas dan fungsinya mirip dengan Food and Drug Administration (FDA) yang ada di Amerika Serikat. Badan POM sendiri beroperasi di bawah koordinasi Menteri Kesehatan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 103 tahun 2001

Fungsi BPOM

Sebagai pengawas, BPOM memiliki sedikitnya 7 fungsi terkait obat-obatan dan makanan yang beredar di Indonesia, di antaranya:

  1. BPOM memiliki fungsi pengaturan, regulasi dan standarisasi terhadap obat-obatan dan makanan di Indonesia
  2. Memberikan lisensi dan sertifikasi di bidang farmasi berdasarkan Cara-cara Produksi yang Baik
  3. Mengevaluasi produk sebelum diberikan izin beredar
  4. Post Marketing Vigilance termasuk sampling dan pengujian laboratorium, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi, penyidikan dan penegakan hukum.
  5. Pre audit dan pasca audit iklan dan promosi produk
  6. Melakukan riset terhadap pelaksanaan pengawasan obat dan makanan
  7. Komunikasi, informasi dan edukasi publik termasuk peringatan publik

Pada tanggal 15 Juni 2017, BPOM mengeluarkan Surat Perintah Penarikan Mi Instan Asal Korea untuk varian rasa samyang yang sedang beredar di Indonesia. Mi instan tersebut berdasarkan hasil uji ternyata memiliki fragmen DNA babi namun tidak mencantumkan peringatan pada kemasannya. Mi instan tersebut adalah:

U-Dong

Samyang

Kimchi Ramen

Samyang

Yeul Ramen

Samyang

Shin Ramyun Black

Samyang

Timnas U-19 Takluk 0-1 Oleh Brasil

Timnas Indonesia U-19 berjulukan Garuda Muda semalam mengalami kekalahan skor 0-1 dari Brasil U-20 pada laga perdana di turnamen Toulon 2017.

Hari kamis 1 Juni 2017 bertanding di Stade d’Honneur Marcel Roustan, Salon-de-Provence, anak muda Indonesia langsung menekan dari awal pertandingan dimulai. Ada dua pemain bernama Paulo Vitor dan Gabriel Novaes yang membuat kiper Muhammad Riyandi sangat kerepotan.

Brasil membuat tim nasional Indonesia u-19 sangat tertekan dalam penguasahan bola serta melakukan pressing gencar saat kehilangan bola. Usaha melakukan serangan yang dibangun oleh anak asuh Indra Sjafri selalu dapat dipatahkan hingga sepertiga waktu berakhir.

Pada menit 18 tendangan keras oleh Marquinhos Cipriano masih menyamping terlalu jauh di sebelah kiri mistar gawang Riyadi lalu dua menit kemudian jeda istirahat air. Setelah jeda berakhir Indonesia mencoba keluar dari tekanan Brasil, namun banyak serangan masih belum dituntaskan dengan baik serta umpan-umpan dibangun juga hanya sia-sia.

Timnas u 19 Takluk 0-1 Oleh Brasil

Brasil memberikan ancama dimenit 28 melalui tendangan Paulo Vitor tapi sayang masih melesat ke kanan gawang. Malapetaka datang dimana pertahanan Indonesia berhasil dijebol lewat sepakan keras dilakukan oleh Emerson mengarah tepat ke gawang, mampu ditepis Riyandi tetapi bola muntah langsung disambar oleh Gabriel Novaes dan masuk kedalam gawang papan skor berubah menjadi 1-0. Lalu babak pertama selesai yang berjalan selama 40 menit tiap babak dalam Toulon Tournament.

Jalan Pertandingan Timnas U-19 vs Brasil U-20

Timnas U-19 memulai masuk babak kedua langsung mendapat tekanan dari Brasil, gelandang serang Juninho menebar ancaman di pertahanan untung saja masih Riyandi yang bermain cemerlang.

Peluang Indonesia selang dua menit pertandingan babak kedua dimulai asal mula dari Witan Sulaemen mendapat umpan bola tak jauh dari kota penalti dan mempunyai ruang tembak sangat baik di depan gawang tapi sayang tendangan masih mengenai tiang mistar gawang. Di menit 71 kembali lagi Indonesia membangun serangan dari Wiltan dengan melepaskan umpan menusuk ke Adha Nurrokhim sangat disayangkan posisi sudah berada offside. Tak lama kemudian datang kesempatan bagus didapat Nurrokhim tendangan kerasnya kembali dimentahkan oleh penjaga gawang Brasil.

Bukan Brasil tidal memilik peluang dibuktilan pada menit 77 mendapatkan kesempatan emas untuk memperbesar keunggulan  dari Juniho menusuk dari sisi kanan dan menggocek salah satu pemain lalu tanpa keraguan dilangsung menembak tendangan ke gawang tapi masih melebar jauh. Tidak berapa lama Indonesia melakukan serangan balik cepat lewat Egy Maulana yang mendapat umpan terobosan dari kanan lalu dia berlari kencang menusuk ke jantung pertahan Brasil hanya beralih untuk memberikan umpan.

Hingga usai pertandingan 2×40 menit tidak ada terjadi gol lagi di babak kedua akhirnya Indonesia mengakui keunggulan Brasil kalah skor 0-1. Pada pertandingan lain di Grup C sebelumnya Republik Ceko menang 3-2 atas Skotlandia. Berarti Indonesia kini berada di peringkat bawah Grup C dan Republik Ceko memimpin dengan tiga poin karena unggul agresivitas gol atas Brasil di posisi dua dan Skotlandia di posisi ketiga.

Toulon Tournament adalah turnamen yang kontestan atau tim-tim berusai muda kategori U-21. Menurut info dari situs indrawan.net bahwa turnamen ini tidak berada dibawah naungan FIFA tetapi masih dianggap menjadi salah satu laga persahabatan bergengsi, kabarnya tahun ini diikuti oleh 12 tim negara.

Susunan Pemain Indonesia vs Brasil

Brasil:

Phelipe, Emerson, Walce, G. Oliveira, M. Rangel, G. Kazu, V. Souza, F. Oya, Paulo Vitor, G. Novaes, Marquinhos

Indonesia:

Riyandi, Rifad Marasabessy, Irianto (c), Nurhidayat Haris, Andika, Iqbal, Luthfi Kamal Baharsyah, Sulaeman, Egy Maulana. Vikri, Feby Eka Putra, Hanis Saghara Putra

Stefano Cuggura Teco Tertarik Dua Pemain Timnas Indonesia

Stefano Cuggura Teco merupakan pelatih Persija Jakarta belakangan ini mengakui sangat tertarik dengan dua pemain muda timnas Indonesia U-19. Mereka adalah Muhammad Lutfi Kamal dan Egy Maulana Vikri. Timnas U-19, Lutfi  merupakan salah satu pemain berposisi gelandang bertahan sedangkan Egy memang sudah menjadi pemain yang sering banyak diperbincangkan orang dan dia mampu bermain dua posisi sayap atau gelandang serang.

Mereka berdua tampil sangat baik dan menawan saat laga ujicoba melawan Persija bertempat Lapangan Sutasoma, Jakarta kemarin. Pada pertandingan tersebut dimenangkan oleh pasukan Indra Sjafri dengan skor 1-0.

Pelatih Teco menyukai pemain bernomor punggung 10 yaitu Edy, dia memiliki kaki kiti yang bagus, skill dan kecepatan yang bagus. Sebab saya telah melihat bagaimana cara bermain pemain muda itu. Kemudian nomor punggung tujuh alias Lutfi dia juga bermain bagus di posisi gelandang bertahan.

Ketertarikan tersebut sudah lama mau disampaikan kepada manajemen Persija lewat Teco. Dia berharap kedua pemain tersebut dapat berseragam oren ‘Macam Kemayotan’.

stefano cuggura teco tertarik dua pemain timnas indonesia

Timnas U-19 Kalahkan Persija Laga Ujicoba

Stefano Cuggura Teco membawa pasukannya untuk bertanding dalam laga ujicoba melawan Timnas U-19 dan dimana saat itu tim berjulukan Garuda Muda menang 1-0.

Laga ujicoba terselenggara bertempat di Lapangan Stasuma, Halim, anehnya pertandingan hanya memakan waktu 2×30 menit (1jam) kurang lebih dari pukul 08.00-09.00.

Pelatih Indra Sjafri menurunkan pemain yang tidak beda jauh saat sebelumnya pernah melakukan ujicoba di Bali melawan Perseden Denpasar dan Celebest FC. Sementara itu Persija menggunakan formasi dengan mengkombinasikan para pemainnya. Ada satu pemain veteran Bambang Pamungkas yang menjadi starter utama sejak menit awal dimulai.

Saat situs blog indrawan.net mengikuti jalannya laga pada babak pertama timnas U-19 berhasil mencetak gol melalui Feby Eka Putra di menit 29 hingga turun minum kemudian babak kedua pertandingan berjalan semakin seru tapi sayang tidak ada satu pun gol tercipta hingga peluit berbunyi usai. Hanya satu-satunya gol terjadi dalam laga ujicoba tersebut.

Susunan Pemain

Persija (4-1-4-1):

Daryono, Novri Setiawan, Vava Mario Yagalo, Arthur Irawan, Sutanto Tan, Evral, Rudi Widodo, Irfandy Zein, Ramdani Lestaluhu, Muhammad Rasul

Pelatih: Stefano Cuggura Teco

Timnas U-19 (4-3-2-1)

M. Riyandi, Rifat Marasabesy, Nur Hidayat, Rahmat Irianto, Firza, M. Luthfle, M. Iqbal, Resky, Egi Maulana, Haris Sagara, Febi Eka Putra.

Pelatih: Indra Sjafri