Bolehkah Tetap Berteman Dengan Mantan

Bolehkah Tetap Berteman Dengan Mantan

Kisah cinta biasanya hanya akan berakhir dalam dua hal. Pernikahan atau putus. Saat hubungan percintaan Anda berakhir dan Anda harus putus dengan kekasih Anda, maka Anda dan sang mantan tentu harus memilih apakan akan tetap berteman atau tidak satu sama lain.

Beberapa orang yg mengakhiri hubungan mereka dengan baik- baik biasanya memutuskan untuk tetap berteman satu sama lain. Namun ada juga yg memutuskan untuk tak lagi berhubungan sama sekali bahkan memutuskan untuk tak lagi saling mengenal.

Namun taukah Anda bahwa ternyata orang yg memiliki kepribadian gelap termasuk narsistik dan psikopat juga justru cenderung memilih untuk tetap berteman dengan mantan kekasih mereka. Berdasarkan penelitian yg dilakukan oleh Universitas Oakland menemukan fakta bahwa orang yg ingin tetap dekat dengan mantan kekasih mereka setelah memutuskan untuk mengakhiri hubungan, biasanya memiliki perasaan tak mau rugi, ingin ikut campur pada kehidupan mantan kekasih, atau bahkan ingin membalas dendam atas sakitnya putus cinta yg mereka rasakan.

Hingga saat ini mungkin Anda cukup sering mendengar kisah  tentang mereka yg putus cinta lalu memposting foto- foto intim mantan kekasih mereka di sosial mereka untuk membalas dendam. Tak jarang juga kita mendengar seseorang yg terus menerus mendapatkan teror dari mantan kekasihnya dengan berbagai cara. Terakhir kita mendengar seorang wanita dengan sengaja melakukan pemesanan makanan lewat go food atas nama mantan pasangannya hingga sang mantan merasa kewalahan membayar tagihan yg dibebankan padanya.

Boleh Berteman, Namun Ciptakan Jarak

Selain itu penelitian menyebutkan bahwa bila Anda tetap dekat dengan mantan bisa memicu api pertengkaran, terutama bila salah satu dari mereka sudah memiliki pasangan baru. Dalam penelitian yg melibatkan 861 responden tersebut, para peserta ditanya mengenai bagaimana hubungan mereka dengan mantan mereka setelah hubungan cinta mereka berakhir dan alasan kenapa mereka tetap berteman satu sama lain.

Ternyata ditemukan bahwa orang- orang dengan kencenderungan kepribadian gelap seperti narisisme dan psikopat menyatakan bahwa mereka tetap berteman dengan mantan lantaran alasan kepraktisan atau berharap bisa menjalin cinta kembali.

Sementara itu peneltian lain menemukan fakta bahwa mereka yg memiliki sifat gelap seperti itu juga cenderung pemilih dalam berteman, selain kecenderungan mereka yg menginginkan hubungan jangka pendek ketimbang hubungan jangka panjang.

Walau begitu juga ada responden lain yg mengungkapkan bahwa mereka ingin tetap berteman dan berhubungan baik dengan mantan kekasih mereka lantaran mereka merasa saling percaya dan terlanjur memiliki ikatan yg kuat.

Sebenarnya bukan berarti seorang tak bisa berhubungan baik dengan mantan kekasihnya. Akan tetapi dalma banyak kasus hubungan seperti ini bisa menuntun kedua belah pihak pada masalah. Sebaiknya saat kisah cinta sudah selesai, maka dua orang yg terlibat sebelumnya bisa saja tetap berteman, namun sebaiknya Anda berpikir bahwa  rasa tersebut sudah hlang. Karena itu yg terbaik yg bisa Anda lakukan adalah menjauh, apalagi bila perpisahan yg terjadi menyakitkan bagi kedua belah pihak.

Dalam beberapa kasus, pasangan yg sudah berpisah memang tak bisa terlalu manjauh lantaran sudah ada anak yg mengikat mereka berdua, atau karena kebetulan bekerja di tempat yg sama. Namun begitu sebaiknya tetap batasi intensitas pertemua sedikit demi sedikit dan jadilah teman yg berjarak. Soalnya saat Anda dan mantan terlalu dekat, rasa sakit hati pun bisa jadi lebih besar, terutama saat mantan sudah memiliki pasangan baru.