Bhante Kamsai Sumano Mahathera – Phrakhrupalad Kamsai Pomsiri

Bhante Kamsai lahir di provinsi Sakon Nakhon, Thailand pada 26 November 1971. Mulai menjadi samanera selama 8 tahun sejak usia 13 hingga menjelang 21 tahun.Pada tahun 1999 Bhante Kamsai diundang datang ke Indonesia oleh Alm. Guru Besar Bhante Vin Vijano Mahathera sebagai Dhammaduta Thailand pertama di Indonesia. Sejak itu Bhante Kamsai terus mendampingi perawatan Bhante Vin sejak sakit hingga proses kremasi. Bhante Kamsai saat ini menjadi ketua pengurus di Vihara Buddha Metta Arama yang berlokasi di Jalan Terusan Lembang Blok D No. 59 RT. 11 / RW. 7, Menteng, RT.11/RW.7, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310

Bhante Kamsai Sumano Mahathera

Sejarah Singkat Bhante Vien Vijano Mahathera

Bhante Vien merupakan seorang guru yang mengajarkan agama Buddha, merupakan Dhammaduta Thailand dengan sumbangsih besar semasa hidupnya terhadap umat Buddha Indonesia, terutama aliran Theravada. Kehadiran Bhante Vien sendiri bertujuan mengajarkan agama Buddha dengan jalan simpel. Bhante merupakan istilah panggilan, diberikan kepada anggota sangha yang hidupnya peduli terhadap perkembangan ajaran agama Buddha di Nusantara. Dari ajaran yang diberikannya melahirkan ratusan siswa rohaniwan, Bhikkhu, samanera, yang saat ini sudah menyebar di berbagai pelosok tanah air Indonesia.

Bhante Vien juga awalnya mendapatkan tempat dari seorang umat bernama Ny.Visakha S. Hartati Murdaya yang saat itu melimpahkan tempatnya untuk dijadikan sarana ibadah, sekarang kita kenal dengan nama Vihara Buddha Metta Arama atau lebih dikenal dengan Vihara Menteng. Di Vihara ini bibit-bibit Agama Buddha Theravada mulai berkembang dibawah bimbingan YM. Bhante Vien Vijano.

Bhante Vien dengan usia 81 tahun masih berjalan begitu tegar melakukan prosesi ritual Waisak Nasional 2547 dari Candi Mendut ke Candi Agung Borobudur. Waisak tahun 2003 merupakan Waisak ke-50 yang dirayakan di pelataran Candi Borobudur tanggal 13 Mei sampai 17 Mei 2003.

Kegembiraan disusul dengan keharuan setelah Bhante Vien kembali diserang penyakit kronisnya. Selama ini beliau selalu sadar dan tidak pernah menaruh harapan ataupun merasakan penyakit tersebut, selalu mengendalikannya dengan bermeditasi. Komplikasi diabetes, ginjal dan prostat membuat tubuhnya menjadi lunglai kehabisan tenaga.

Bhante Vien dibawa pulang ke Vihara Buddha Metta Jakarta pada 3 Juni 2003  . Secara bergiliran seluruh siswa memanjatkan doa bagi kesembuhan gurunya, antara lain Bhikkhu Phabhakaro, Bhikkhu Bodhi, Bhikkhu Dhammatejo, Bhikkhu Sumano, Bhikkhu Dhammabalo, Bhikkhu Kalanyuta beserta 10 samanera.

Bhante Vien Vijano Mahathera
Bhante Vien bersuara khas terbata-bata logat Thai, memberikan pesan-pesan mengingatkan para muridnya, agar selalu melaksanakan chanting pagi & sore serta bermeditasi.

Ketenangan di Kebun Persahabatan Karya Bhante Kamsai

Siapa tidak kenal dengan kawasan Rancadarah di kecamatan Pondok Salam. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai daerah angker. Sekitar tahun 1800-an jaman penjajahan Belanda, wilayah ini menjadi lokasi pembantaian massal dimana seluruh darah korban tersebut memenuhi kawasan lembah tersebut. Penduduk setempat juga sering sekali diganggu oleh mahkluk halus saat mereka beraktifitas terutama jika mereka harus melintas di kawasan tersebut pada malam hari.

Bhante Kamsai saat itu sedang mencari lokasi baru kebetulan dikenalkan dengan wilayah tersebut dan langsung tertarik dengan wilayah yang memiliki sejarah kurang baik tersebut. Ditambah dengan harga murah sehingga tidak sulit untuk mendapatkan wilayah tersebut.

Saat Indrawan.net bertemu langsung dengan Bhante Kamsai untuk berbincang-bincang santai, Bhante menjelaskan kenapa beliau memilih tempat tersebut untuk dikembangkan dan menjadi tempat meditasi.

Di tempat itu banyak roh ataupun arwah masih belum menyadari bahwa mereka masih ada di dunia ini, sebagian bahkan kekurangan sedikit lagi kebajikan dan karma baik untuk dapat bereinkarnasi sehingga saya bercita-cita untuk membantu mereka dengan jasa kebajikan yang saya buat selama menjadi Bhante agar dapat membantu mereka untuk dapat bereinkarnasi ke kehidupan berikutnya.

Kebun Persahabatan Purwakarta

Bhante Kamsai juga menceritakan pengalamannya saat harus memanggil keluarga korban bergantian untuk mendoakannya, bagaimana mahkluk Beta ini menjadi teman di saat malam, bahkan menurut Bhante beliau banyak berkenalan dengan mereka satu persatu.

Alhasil berkat ketekunan Bhante Kamsai bersama juga Bhante Yatiko secara rutin mengelola tempat tersebut secara bertahap, saat ini keangkeran wilayah tersebut pun hilang dan Kebun Persahabatan Purwakarta pun menjadi tempat rekreasi yang dapat dikunjungi oleh masyarakat secara gratis.

Saya mulai masuk di wilayah ini tahun 2013, ditugaskan untuk mengelola tanah milik umat. Dengan bantuan warga sekitar maka kita mulai mengelola tempat ini. Meskipun mayoritas warga di Panenjoan muslim, mereka terlibat membantu kami sudah 3 tahun belakangan ini. Saya bersyukur meskipun saya seorang Bikhu tetapi mereka bekerjasama dengan sangat baik.

Bhante Kamsai memilih nama Kebun Persahabatan dikarenakan Bhante ingin tempat ini menjadi tempat bagi kita untuk berkumpul, saling bersahabatan tanpa memandang perbedaan suku, agama dan ras.

Kebun Persahabatan Purwakarta

Tempat ini gratis… Siapa saja boleh datang, silahkan. Syaratnya gampang kok, yang penting hati kita tidak ada niat membuat keributan ataupun niat buruk lainnya. Tempat ini buat kita menenangkan diri jadi siapa saja silahkan….

Disini banyak pohon buah-buahan baik pisang, durian, jeruk, singkong, nangka dan berbagai jenis tanaman lainnya. Jika ada yang ingin mengambil buahnya silahkan… Mau menginap juga diperbolehkan.

Siapa bisa mengira jika melihat Kebun Persahabatan Purwakarta saat ini, sangat berbeda dari tempat angker Rancadarah sebelumnya. Kondisi saat ini tentunya membuat kita sangat ingin mencoba untuk menenangkan diri disana. Biasanya pendatang bahkan enggan pulang dan betah menginap selama beberapa hari disana.

Beberapa Nasehat Banthe Kamsai Sumano

Bhante Kamsai sering diundang untuk memimpin upacara kebaktian untuk memberikan Dhammadesana. Beberapa dari Dhammadesana tersebut dapat kita dengar ataupun kita download di link dibawah ini.

Ceramah Dharma Bhante Kamsai :

  1. Check Up Bathin
  2. Jangan Bilang Setia 
  3. Jika Garam Asinnya maka Manusia Silanya
  4. KEBIJAKSANAAN – 1
  5. KEBIJAKSANAAN – 2
  6. Kehilangan Kesadaran
  7. Renungan Kebajikan
  8. Sila Mendatangkan Kekayaan

Bhante Kamsai juga selalu meluangkan waktunya bagi kita baik umat Buddha maupun umat beragama lainnya untuk bertukar pikiran dengannya. Anda bisa menghubungi Wihara Buddha Metta Arama untuk menanyakan apakah Bhante Kamsai sedang ada disana atau sedang diundang ke tempat lain sehingga tidak ada perasaan kecewa saat datang jika tidak bertemu dengan beliau.

Oh ya saya hampir saja lupa, ada sebuah nasehat yang diberikan oleh beliau bahwa di dunia ini yang paling berharga adalah KEBEBASAN. Hingga saat saya bertukar pikiran dengan beliau, Banthe Kamsai masih sulit untuk mengungkapkan bagaimana arti kebebasan yang dirasakannya yang pas untuk diceritakan kepada kita semua. Mungkin suatu hari nanti, kita akan mendengar dari Bhante Kamsai apa definisi kebebasan yang sebenarnya.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta

Author: Fen

Indeprndent Blogger